Pada 21 April 2026, Gunung Dukono di Maluku Utara kembali erupsi. Sebelumnya, masyarakat tidak mengantisipasi kejadian ini. Namun, erupsi terjadi pada pukul 06.25 WIT.
Tinggi kolom abu teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 2.087 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 18 milimeter dan durasi selama 49,79 detik. PVMBG menghimbau masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari Gunung Dukono.
Dalam minggu terakhir, Gunung Dukono mengalami empat kali erupsi. Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah mencatat total 1.583 letusan atau erupsi gunung api di seluruh Indonesia.
Sementara itu, tanggal yang sama juga diperingati sebagai Hari Kartini di Indonesia. Penetapan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964.
Hari Kartini dirayakan untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan. “Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi!” kata R.A. Kartini.
Yet, peringatan ini kini berlangsung dalam suasana yang berbeda karena bencana alam yang terjadi. Perhatian publik terbagi antara menghormati perjuangan Kartini dan memahami risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik.
Gunung Semeru di Jawa Timur menjadi yang paling aktif dengan 840 kali letusan, sedangkan Gunung Dukono memiliki total 65 kali erupsi sepanjang tahun ini.
Details remain unconfirmed mengenai dampak jangka panjang dari erupsi ini terhadap komunitas sekitar. Namun, pihak berwenang terus memantau situasi dengan cermat.













