Ekuador amankan tiket fase gugur
Timnas Ekuador telah memastikan diri lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026. Kepastian ini didapat setelah mereka berhasil menduduki puncak klasemen peringkat ketiga terbaik. La Tri mengumpulkan 4 poin di Grup E, dengan tambahan tiga angka setelah mengalahkan Jerman.
Pertandingan antara Ekuador dan Jerman berlangsung di New York/New Jersey Stadium, dengan hasil akhir 2-1 untuk kemenangan Ekuador. Gol-gol Ekuador dicetak oleh Nilson Angulo pada menit ke-9 dan Gonzalo Plata pada menit ke-77. Sementara itu, Jerman hanya mampu mencetak satu gol melalui Leroy Sane pada menit ke-2.
Dengan hasil ini, Ekuador menemani Bosnia-Herzegovina yang juga melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026 melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Bosnia-Herzegovina, yang juga telah memainkan tiga pertandingan Grup B, berhasil mengumpulkan 4 poin.
Meskipun Jerman kalah, mereka tetap lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup E dengan koleksi enam poin. Die Mannschaft unggul selisih gol atas Pantai Gading yang juga mengemas enam poin setelah mengalahkan Curacao 2-0.

Jalannya pertandingan dan kontroversi
Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, menanggapi gol pembuka timnya yang sempat menjadi kontroversi. Dalam proses terciptanya gol Leroy Sané pada menit ke-2, Aleksandar Pavlovic sempat mengenai kepala Pedro Vite dari Ekuador. Wasit Tori Penso tidak meniup peluit untuk menyatakan pelanggaran, dan VAR pun tidak turun tangan. Mantan wasit Bundesliga, Lutz Wagner, menyatakan keterkejutannya atas keputusan tersebut.
Nagelsmann juga berbicara mengenai insiden kontroversial lainnya, yaitu penalti untuk Jerman yang dibatalkan setelah intervensi VAR di awal babak kedua. Setelah pelanggaran yang dipertanyakan terhadap Kai Havertz di kotak penalti, Penso awalnya menunjuk titik penalti. Namun, setelah meninjau tayangan video, ia merevisi keputusannya karena serangan Jerman yang berujung pada dugaan penalti tersebut dipicu oleh pelanggaran yang dilakukan Sané terhadap Vite di garis tengah. Nagelsmann merasa bahwa pemain Ekuador tersebut terjatuh dengan cara yang terkesan berlebihan.
Keunggulan awal Jerman tidak bertahan lama. Pada menit ke-9, Nilson Angulo berhasil menyamakan kedudukan. Nagelsmann mengakui bahwa timnya memulai pertandingan dengan baik, namun setelah gol pertama, mereka mulai melakukan kesalahan fatal dalam penempatan posisi, yang membuat segalanya menjadi sulit. Ekuador semakin menguasai permainan Jerman di babak kedua dan akhirnya mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-78 melalui Gonzalo Plata.

Evaluasi tim dan langkah selanjutnya
Kapten Timnas Jerman, Joshua Kimmich, mengakui bahwa timnya memang pantas menelan kekalahan 1-2 dari Ekuador. Menurutnya, Die Mannschaft kehilangan kendali permainan setelah sempat unggul cepat, sehingga membiarkan lawan berkembang dan akhirnya membalikkan keadaan. Kimmich menyatakan bahwa timnya terlalu mudah kehilangan bola dan terus mengundang lawan untuk menyerang, membuat segalanya mudah bagi Ekuador untuk berkembang dalam pertandingan.
Meskipun kalah, Kimmich tetap optimis mengenai perjalanan turnamen selanjutnya. Ia menekankan bahwa tim harus meminimalkan angka kehilangan bola agar bisa mengalahkan siapa pun. Penyerang Jerman, Denis Undav, juga menilai Ekuador tampil lebih agresif dan lebih tajam sepanjang pertandingan. Ia menegaskan bahwa timnya harus belajar dari kekalahan tersebut agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di fase gugur.
Kekalahan dari Ekuador menjadi peringatan bagi Jerman meskipun status juara grup berhasil diamankan. Performa Die Mannschaft dinilai menurun setelah unggul cepat, sementara Ekuador tampil disiplin, lebih intens dalam duel, dan efektif memanfaatkan peluang untuk mencatat kemenangan bersejarah atas raksasa Eropa tersebut.
Tim yang lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik masih bisa bertambah, mengingat masih ada tim yang belum menyelesaikan tiga pertandingan fase grup. Persaingan di delapan besar klasemen peringkat ketiga terbaik masih terbuka dan akan melibatkan tim-tim seperti Swedia, Kroasia, Korea Selatan, hingga Skotlandia. Setelah fase grup berakhir, seluruh tim peringkat ketiga dari 12 grup Piala Dunia 2026 akan disatukan dalam satu klasemen khusus, dan hanya delapan tim dengan performa terbaik yang berhak melaju ke babak 32 besar.
Penentuan peringkat diawali dengan jumlah poin yang dikumpulkan selama fase grup. Jika ada dua atau lebih tim memiliki poin sama, penilaian berlanjut ke selisih gol. Apabila selisih gol masih seimbang, jumlah gol yang dicetak menjadi penentu berikutnya. Jika ketiga kriteria tersebut tetap menghasilkan nilai sama, FIFA akan memakai catatan fair play sebagai pembeda, yang didasarkan pada akumulasi kartu selama fase grup.
Kartu kuning bernilai minus 1 poin, kartu merah akibat dua kartu kuning minus 3 poin, kartu merah langsung minus 4 poin, sedangkan kartu kuning diikuti kartu merah langsung mendapat pengurangan 5 poin. Jika seluruh kriteria tersebut masih belum dapat menentukan peringkat, FIFA akan menggunakan ranking dunia FIFA sebelum turnamen dimulai, dengan acuan utamanya peringkat FIFA per 11 Juni 2026.
Di babak 16 besar, Timnas Jerman akan menghadapi tim peringkat ketiga dari grup lain pada Senin mendatang, dengan Paraguay menjadi opsi yang paling mungkin saat ini.
Read Also
Source: bola.kompas.com






