Pencarian Pelatih Timnas Italia Berlanjut
Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) terus berupaya mencari pelatih baru untuk tim nasional setelah Andrea Pirlo dicoret dari daftar kandidat. Pirlo sebelumnya disebut-sebut akan menggantikan Gennaro Gattuso, yang mengundurkan diri. Sejak saat itu, Italia belum memiliki pelatih timnas tetap.
Pencoretan Pirlo terjadi karena keterkaitannya dengan perusahaan judi asal Rusia, Fonbet. Keterlibatan Pirlo sebagai duta perusahaan judi tersebut menimbulkan keberatan dari beberapa politisi Italia, yang berpendapat bahwa pelatih timnas seharusnya tidak memiliki konflik kepentingan, terutama mengingat dukungan Italia terhadap Ukraina.
Pirlo sendiri telah mengonfirmasi melalui akun Instagram-nya bahwa ia bukan lagi kandidat pelatih timnas Italia. Ia menjelaskan bahwa kesepakatan dengan Fonbet adalah untuk tujuan komersial dan olahraga, dan menolak jika hal itu dikaitkan dengan makna politik.
Kandidat Lain dan Tantangan FIGC
Sebelumnya, Direktur Teknis FIGC Paolo Maldini mendukung pencalonan Pirlo, meskipun rekam jejak kepelatihannya di tingkat klub, termasuk di Juventus dan Sampdoria, belum memuaskan. Namun, Presiden FIGC Giovanni Malago membatalkan pencalonan Pirlo.
Pencarian pelatih baru Italia dipimpin oleh Paolo Maldini bersama penasihatnya, Leonardo Araujo. Media di Italia melaporkan bahwa Pirlo bukanlah kandidat utama. Dua kandidat utama yang didekati adalah pelatih timnas Brasil, Carlo Ancelotti, dan mantan manajer Manchester City, Pep Guardiola.
Namun, kedua pelatih tersebut menolak tawaran dari FIGC. Ancelotti terikat kontrak dengan timnas Brasil hingga 2030, dan posisinya tetap aman meskipun Brasil gagal di Piala Dunia 2026. Sementara itu, Guardiola menolak tawaran tersebut karena berencana untuk beristirahat sementara dari dunia sepak bola dan menghabiskan waktu bersama keluarganya.
Selain Ancelotti dan Guardiola, FIGC juga mendekati Thiago Motta, yang saat ini tidak memiliki klub setelah dipecat Juventus pada Maret 2025. Meskipun tawaran dari Italia seharusnya menarik bagi Motta, ia belum menerima tawaran tersebut. Beberapa analisis menyebutkan bahwa Motta mungkin belum merasa siap untuk tanggung jawab sebesar pelatih timnas atau lebih tertarik melatih di level klub.
Situasi rumit di sepak bola Italia, termasuk masalah tata kelola, pengembangan pemain muda, ketidaknetralan perangkat pertandingan, keterbatasan keuangan, dan reformasi sepak bola yang mandek, disinyalir menjadi faktor yang menghalangi banyak pelatih untuk menerima tawaran melatih Italia. Masalah-masalah ini telah menyebabkan Italia gagal lolos ke babak utama Piala Dunia selama tiga edisi berurutan.
Untuk sementara, Silvio Baldini, yang mengarsiteki tim U-21.
Opsi Pelatih yang Kembali Dipertimbangkan
Sebelum mendekati Pirlo, FIGC juga melobi Roberto Mancini dan Antonio Conte. Kini, kedua nama tersebut kembali didiskusikan untuk mengisi posisi pelatih. Keputusan akhir akan diambil oleh Presiden FIGC Giovanni Malago, yang terpilih pada Juni lalu dan sebelumnya memimpin Komite Olimpiade Italia.
Roberto Mancini pernah memimpin timnas Italia dari 2018 hingga 2023, membawa Italia menjuarai Piala Eropa 2020 dan menempati posisi ketiga Liga Nasional UEFA 2020-2021 serta 2022-2023. Namun, ia gagal membawa Italia lolos ke babak utama Piala Dunia Qatar 2022. Saat ini, Mancini melatih klub Al-Sadd di Qatar.
Antonio Conte melatih Italia dari 2014 hingga 2016, membawa tim ke perempat final Piala Eropa. Di level klub, Conte sukses menjuarai liga bersama Juventus, Chelsea, dan Inter Milan. Siapa pun yang direkrut akan menjadi pelatih selama empat tahun, dengan Italia akan kembali menjalani laga internasional pada September dan Oktober untuk menghadapi Belgia, Turki, dan Perancis di Liga Nasional UEFA.

Source: kompas.id










