Pemain Aston Villa, Tyrone Mings, telah menyampaikan pesan penting kepada anak-anak Indonesia yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional. Pesan ini disampaikannya dalam konferensi pers pra-pertandingan di Jakarta menjelang laga Aston Villa melawan Indonesia All Stars.
Menurut Mings, langkah pertama bagi anak-anak adalah menikmati permainan sepak bola itu sendiri tanpa tekanan untuk menjadi profesional. Ia menekankan bahwa terlalu banyak tekanan pada usia muda dapat menghambat perkembangan. Mings percaya bahwa semakin lama seseorang menikmati bermain dan berlatih sepak bola, serta menikmati pengorbanan yang menyertainya, semakin besar peluang untuk menjadi pemain profesional. Lingkungan yang bebas tekanan dan penuh kenikmatan dianggap penting dalam proses ini.
Perjalanan Karier dan Dedikasi
Setelah menikmati permainan, Mings menyatakan bahwa langkah selanjutnya adalah terus bekerja keras dan berani bermimpi. Dedikasi pada bidang yang dicintai juga menjadi kunci. Ia menambahkan bahwa seseorang tidak boleh membiarkan orang lain meragukan mimpinya. Penting untuk memiliki keberanian untuk bermimpi, bekerja keras, dan menunjukkan dedikasi yang lebih besar dari orang lain. Faktor keberuntungan dan berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat juga disebut sebagai bagian dari perjalanan menuju kesuksesan.
Karier sepak bola Mings sendiri dimulai dari akademi Southampton. Ia kemudian bergabung dengan tim Bristol Rovers U18 pada tahun 2008, sebelum pindah ke Yate Town pada tahun 2010. Pada Juli 2012, setelah dua musim bersama Yate Town, ia melanjutkan kariernya ke Chippenham. Belum genap satu musim di sana, Mings pindah ke Ipswich Town pada Desember 2012.
Ia kemudian bermain untuk AFC Bournemouth pada musim 2015/2016, yang merupakan musim perdana klub tersebut di Liga Inggris. Aston Villa kemudian meminjamnya selama setengah musim pada 2018/2019. Selama masa peminjaman itu, Mings tampil sebanyak 18 kali dan menyumbangkan dua gol, membantu Aston Villa promosi ke Liga Inggris. Pada musim berikutnya, Aston Villa mempermanenkannya, dan sejak saat itu ia telah menjadi bagian penting dari sejarah klub yang bermarkas di Villa Park.
Hingga saat ini, bek berusia 33 tahun itu telah mencatatkan 209 penampilan di semua kompetisi, dengan kontribusi sembilan gol dan 11 assist. Ia juga telah memenangkan satu trofi Liga Europa. Penampilannya bersama Aston Villa juga membawanya mendapatkan panggilan untuk membela timnas Inggris, dengan 18 caps sejak debutnya pada Oktober 2019 melawan Bulgaria. Dari 18 penampilannya tersebut, tiga di antaranya adalah saat ia tampil di Piala Eropa 2020, di mana The Three Lions berhasil mencapai final.
Kunjungan ke Jakarta dan Antusiasme
Pelatih Aston Villa, Unai Emery, juga mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali ke Jakarta untuk kedua kalinya. Kunjungan ini merupakan bagian dari tur pramusim Aston Villa, di mana mereka dijadwalkan menghadapi Indonesia All Stars. Pertandingan tersebut akan diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Sebelumnya, Emery pernah datang ke Jakarta bersama Sevilla pada tahun 2014.
Pada kunjungan pertamanya satu dekade lalu, Emery membawa Sevilla menghadapi Pelita Bandung Raya dalam laga bertajuk LFP World Challenge, di mana tim Spanyol tersebut menang 4-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Indonesia menjadi negara Asia Tenggara kedua yang dikunjungi Aston Villa dalam tur pramusim menyambut musim 2026/2027, setelah sebelumnya dijadwalkan bertolak ke Thailand untuk menghadapi BG Pathum United.
Emery mengaku terkejut dengan antusiasme luar biasa dari masyarakat Indonesia, yang terlihat dari banyaknya awak media yang meliput sesi latihan dan konferensi pers tim. Ia berharap kehadiran timnya dapat memberikan kesan mendalam bagi para pendukung. Mings juga memuji sambutan hangat yang diterimanya sejak tiba di Indonesia, merasa seperti di rumah sendiri meskipun jauh dari budaya yang dikenalnya. Ia juga mengapresiasi fasilitas yang disediakan, termasuk hotel dan kualitas lapangan di SUGBK.
Mings menyatakan kebanggaannya atas konsistensi yang ditunjukkan timnya di bawah arahan Unai Emery dalam empat hingga lima musim terakhir. Sejak kedatangan Emery pada November 2022, posisi terburuk Aston Villa di Liga Inggris adalah peringkat ketujuh pada musim pertamanya. Ini sangat berbeda dengan tiga musim sebelumnya, di mana Aston Villa selalu finis di luar 10 besar, yakni peringkat 14 (2021/2022), peringkat 11 (2020/2021), dan peringkat 17 (2019/2020). Konsistensi ini memungkinkan klub untuk melakukan tur ke tempat-tempat seperti Jakarta dan merayakan kesuksesan yang telah diraih.
Source: antaranews.com










