ROMA — Proyek masa depan tim nasional Italia mengalami kemunduran signifikan setelah Paolo Maldini mengundurkan diri sebagai direktur teknis Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Pengunduran diri ini terjadi hanya dalam 16 malam setelah Maldini dan penasihatnya, Leonardo, bergabung dengan FIGC. Keputusan mereka untuk pergi dipicu oleh drama penunjukan pelatih baru.
Maldini dan Leonardo, yang baru bergabung dengan FIGC 10 hari sebelumnya, memiliki harapan untuk memperbaiki kinerja sepak bola Italia setelah timnas gagal lolos ke Piala Dunia tiga kali berturut-turut. Mereka telah mempresentasikan proyek besar kepada klub-klub di Liga Italia, yang mencakup perbaikan mulai dari pemain berusia 13-16 tahun di akademi.
Kontroversi Penunjukan Pelatih
Kekacauan dimulai ketika Maldini menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih baru Gli Azzurri, setelah tawaran kepada Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti ditolak. Namun, penunjukan Pirlo dibatalkan oleh Presiden FIGC, Giovanni Malago. Pembatalan ini disebabkan oleh keterkaitan Pirlo dengan perusahaan judi asal Rusia, Fonbet.
Pirlo sendiri telah mengklarifikasi bahwa kesepakatan dengan Fonbet bersifat komersial dan olahraga semata, bukan politik. Ia menegaskan bahwa semua aktivitas profesionalnya selalu dilakukan sesuai dengan hukum dan kontrak yang berlaku. Kontroversi ini semakin menjadi perhatian setelah Pirlo menghadiri acara Fonbet di Stadion Luzhniki, Moskow, bersama mantan rekan setimnya, Marco Materazzi.
Pada Senin (27/7/2026) WIB, Pirlo menyatakan melalui unggahan di Instagram bahwa ia tidak lagi menjadi kandidat pelatih timnas Italia. Ia merasa berkewajiban untuk mengklarifikasi beberapa aspek setelah mengetahui pada malam sebelumnya bahwa ia tidak lagi masuk dalam daftar kandidat.
Setelah penolakan terhadap Pirlo, Maldini dan Leonardo memutuskan untuk mundur dari proyek timnas Italia. Presiden Liga Italia, Ezio Simonelli, mengungkapkan keterkejutannya atas pengunduran diri tersebut, meskipun ia memahami alasan di baliknya. Simonelli menyebut Maldini sebagai pilihan yang hebat dan menyayangkan pembatalan penunjukan Pirlo.
Dampak pada Proyek FIGC
Menurut laporan dari Sky Sport Italia, Malago akan menunjuk pelatih baru Italia terlebih dahulu, sebelum mencari pengganti Maldini. Kandidat terkuat untuk posisi pelatih adalah Roberto Mancini dan Antonio Conte. Namun, jika pemilihan pelatih dilakukan tanpa direktur teknis, keputusan ini akan menimbulkan pertanyaan besar bagi FIGC, mengingat proyek besar timnas sebelumnya dirancang dan dipimpin oleh Maldini.
Mantan Presiden FIGC, Giancarlo Abete, berpendapat bahwa proyek baru seharusnya dimulai dengan pemilihan direktur teknis baru. Ia menambahkan bahwa Malago selalu menyatakan aspek olahraga diberikan kepada Maldini, sehingga jika pelatih dipilih lebih dulu, hal itu akan bertentangan dengan proyek yang telah dipresentasikan.
Peran direktur teknis sangat krusial dalam proyek besar FIGC, terutama setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia tiga kali berturut-turut. FIGC berencana memulai perbaikan dari pemain-pemain muda. Maldini, dengan pengalamannya sebagai Direktur Olahraga AC Milan dan mantan pemain, dianggap memiliki kapabilitas yang sulit ditandingi.
Kandidat pelatih seperti Conte dan Mancini bukan nama baru bagi timnas Italia, karena keduanya pernah melatih sebelumnya. Conte menjabat pada 2014-2016, sementara Maldini melatih pada 2019-2023. Hal ini menunjukkan bahwa Gli Azzurri masih terjebak di masa lalu, dibandingkan dengan upaya ambisius Maldini yang mendekati Guardiola, pelatih yang dikenal revolusioner.
Dengan kekacauan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, optimisme publik Italia terhadap masa depan sepak bola mereka sirna. FIGC membangun harapan besar, namun kemudian menghancurkannya sendiri, kembali terjebak dalam lingkaran setan. Maldini mengundurkan diri pada Senin (27/7/2026) WIB.
Source: kompas.id










