Kemenangan Dramatis Portugal atas Kroasia
Timnas Portugal berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan 2-1 atas Kroasia. Pertandingan yang berlangsung di Toronto Stadium ini menyajikan drama hingga menit-menit akhir. Kedua tim menunjukkan intensitas permainan sejak awal laga.
Kroasia sempat unggul lebih dulu melalui gol dari Ivan Perisic. Namun, Portugal berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti dari Cristiano Ronaldo. Gol kemenangan Portugal kemudian dicetak oleh Goncalo Ramos pada masa injury time.

Kemenangan ini memastikan langkah Portugal ke babak berikutnya, di mana mereka akan menghadapi Timnas Spanyol.
Momen Emosional Cristiano Ronaldo
Setelah peluit akhir berbunyi, kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, merayakan kelolosan timnya dengan cara yang mengharukan. Ia melepas jersey timnya dan mengenakan jersey nomor 21 milik mendiang Diogo Jota. Momen ini menjadi dedikasi atas kemenangan dramatis tersebut kepada rekan setimnya yang telah tiada.
Ronaldo langsung menuju tribun suporter Portugal di Stadion BMO Field sambil mengenakan kaos mendiang rekan setimnya. Perayaan ini menciptakan suasana haru di antara para penonton yang meneriakkan nama Ronaldo dan Jota, mencampurkan kegembiraan dengan kesedihan.
Peran Ronaldo sangat sentral dalam pertandingan ini. Ia mencetak gol penalti pada menit ke-68, menyamakan kedudukan setelah gol sebelumnya dianulir karena offside. Gol penentu kemenangan Portugal kemudian dicetak oleh Goncalo Ramos pada menit ke-90+4.

Momen Ronaldo mengenakan jersey Jota tidak hanya sekadar perayaan sesaat, tetapi juga sebuah pesan kuat tentang nilai-nilai kemanusiaan dalam sepak bola. Ini menunjukkan bahwa legenda tidak akan melupakan mereka yang telah tiada, dan Ronaldo bersikeras agar Jota tetap hadir dalam momen bersejarah ini.
Drama VAR dan Protes Suporter
Pertandingan antara Portugal dan Kroasia juga diwarnai oleh salah satu momen Video Assistant Referee (VAR) paling dramatis di turnamen ini. Kroasia nyaris memaksakan perpanjangan waktu setelah mencetak gol penyama kedudukan pada detik-detik terakhir, namun gol tersebut dianulir oleh VAR.
Keputusan VAR ini memicu kemarahan suporter Kroasia, yang melampiaskan kekecewaan mereka dengan melemparkan botol plastik ke arah lapangan sebagai bentuk protes. Gol Kroasia yang dianulir terjadi pada menit ke-103, ketika bek Manchester City, Josko Gvardiol, berhasil menyambar bola dan menggetarkan gawang Portugal.
Perayaan pemain dan pendukung Kroasia yang mengira skor telah menjadi 2-2 hanya berlangsung sesaat. Wasit kemudian meninjau tayangan ulang melalui monitor di tepi lapangan setelah menerima masukan dari VAR. Setelah peninjauan, wasit memutuskan untuk membatalkan gol tersebut.
VAR menilai penyerang Kroasia, Igor Matanovic, yang berada dalam posisi offside, sempat melakukan sentuhan tipis terhadap bola sebelum bola masuk ke kaki Gvardiol. Meskipun kontak tersebut sangat minim, sentuhan itu dianggap cukup untuk membuat proses gol melanggar aturan offside. Portugal akan menghadapi Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Read Also
Source: tribratanews.polri.go.id










