Perayaan Minggu Paskah IV ini menekankan pentingnya pertobatan dan pengenalan terhadap suara Tuhan di tengah kebisingan dunia. Umat Katolik akan merayakan Misa pada 26 April 2026. Misa ini bertepatan dengan Hari Minggu Panggilan, sebuah momen untuk merenungkan panggilan hidup dalam iman.
Warna liturgi yang digunakan adalah putih, melambangkan kesucian dan kebangkitan. Bacaan utama dalam Misa mencakup Kisah Para Rasul, Surat Pertama Petrus, dan Injil Yohanes. Dalam bacaan tersebut, Rasul Petrus mengajak orang untuk bertobat dan dibaptis dalam nama Yesus Kristus.
Petrus menegaskan, “Bertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Sekitar tiga ribu orang dibaptis pada hari itu, menunjukkan dampak besar dari ajarannya.
Petrus juga mengingatkan umat untuk menjauhkan diri dari pengaruh buruk zaman. Ia berkata, “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini!” Pesan ini sangat relevan bagi banyak orang saat ini.
Yesus Kristus menggambarkan diri-Nya sebagai pintu yang memberikan keselamatan. Ia mengatakan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu kepada domba-domba itu.” Pesan tentang keselamatan melalui Yesus menjadi inti dari perayaan ini.
Petrus menyatakan bahwa kesembuhan datang melalui luka-luka Yesus. Hal ini mengingatkan umat akan pengorbanan-Nya demi keselamatan umat manusia. Bruder Pio Hayon juga menekankan pentingnya mengenali suara Tuhan di tengah kebisingan dunia.
Perayaan Minggu Paskah IV merupakan tradisi dalam Gereja Katolik yang dilakukan setiap tahun. Ini adalah waktu refleksi bagi umat untuk memperdalam iman mereka dan memperbarui komitmen terhadap panggilan hidup mereka.
Umat Katolik di seluruh dunia berharap perayaan ini membawa kedamaian dan pengharapan baru. Mereka menantikan kesempatan untuk lebih mendalami ajaran Kristus dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.













