wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Iran tak terkalahkan di Piala Dunia 2026 meski ada pembatasan perjalanan

Lolos Grup atau Tidak, Iran Tak Terkalahkan di Piala Dunia 2026

Timnas Iran telah menyelesaikan pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 dengan status tak terkalahkan, meskipun menghadapi berbagai kendala di luar lapangan. Tim asuhan Amir Ghalenoei ini berhasil meraih tiga hasil imbang dalam tiga pertandingan grup mereka.

Dalam pertandingan terakhir Grup G, Iran bermain imbang 1-1 melawan Mesir di Stadion Seattle. Mesir unggul lebih dulu pada menit kelima melalui gol Mahmoud Saber, namun Iran berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-14 berkat gol Ramin Rezaeian. Iran sempat mencetak gol lain melalui Shoja Khalilzadeh, tetapi gol tersebut dianulir karena offside. Dengan hasil ini, Iran menempati posisi ketiga di Grup G dengan tiga poin.

Sebelumnya, Iran juga bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru dan 1-1 melawan Belgia. Perjalanan Iran di Piala Dunia 2026 ini dipenuhi tantangan, termasuk ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat yang memaksa tim untuk menjadikan Meksiko sebagai markas mereka. Hal ini mengharuskan Mehdi Taremi dan rekan-rekannya menempuh perjalanan jauh untuk setiap pertandingan dan harus meninggalkan AS pada hari yang sama setelah pertandingan.

Pembatasan Perjalanan dan Protes Iran

Perlakuan tidak adil dari AS terhadap timnas Iran menjadi sorotan sejak awal Piala Dunia 2026. Timnas Iran hanya diizinkan masuk ke AS 24 jam sebelum pertandingan dan harus segera pergi pada hari yang sama setelah laga. Situasi ini memaksa tim melakukan perjalanan pulang-pergi selama 16 jam dari markas mereka di Tijuana, Meksiko, untuk setiap pertandingan.

Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, menyatakan frustrasinya atas pembatasan ini, menyebutnya sebagai hak yang dirampas dari timnya. Ia mengkritik keras kebijakan AS yang tidak mengizinkan timnya tiba lebih awal untuk persiapan yang optimal. Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) bahkan berniat melayangkan protes resmi kepada FIFA atas perlakuan yang diterima dari tuan rumah, karena pembatasan ini dianggap tidak sesuai dengan prinsip penyediaan kondisi yang setara bagi tim-tim peserta.

Menjelang pertandingan terakhir melawan Mesir, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS melonggarkan pembatasan tersebut. Iran diizinkan masuk ke AS dua hari sebelum pertandingan, meskipun tetap harus segera meninggalkan AS setelah pertandingan usai. Ghalenoei memuji Presiden FIFA Gianni Infantino atas upayanya untuk meminimalkan tantangan yang dihadapi Iran, meskipun ia juga mendesak FIFA untuk lebih tegas terhadap perlakuan tuan rumah.

Kapten timnas Iran, Mehdi Taremi, juga menyuarakan kekecewaannya. Ia menyebut Piala Dunia ini sebagai “bencana” karena masalah di luar lapangan, termasuk masalah visa yang menghalangi 11 pejabat senior untuk bergabung dengan tim dan tantangan logistik perjalanan bolak-balik. Taremi menyatakan bahwa FIFA gagal menyelesaikan masalah tersebut meskipun ada jaminan dari Infantino setelah pertandingan pembuka Iran melawan Selandia Baru.

Ghalenoei juga mengungkapkan kemarahannya kepada Amerika Serikat, menyatakan bahwa perilaku mereka terhadap tim Iran “mengerikan”. Tim tersebut terpaksa memindahkan basis latihan dari Arizona ke Meksiko tepat sebelum turnamen dimulai karena konflik militer yang sedang berlangsung antara AS dan Iran, yang mengganggu proses pemulihan fisik pemain. Meskipun demikian, Ghalenoei bangga dengan penampilan timnya di tengah semua rintangan.

Peluang Lolos ke Babak Selanjutnya

Meskipun kontroversi terus berlanjut, Iran masih memiliki peluang matematis untuk lolos ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik di turnamen ini. Dua hasil seri di awal turnamen menempatkan Iran pada peringkat kedua klasemen sementara Grup G dengan dua poin, tertinggal dua poin dari Mesir. Belgia berada di posisi ketiga dengan dua poin, hanya kalah produktivitas gol, sementara Selandia Baru berada di dasar klasemen dengan satu poin.

Performa Iran saat melawan Selandia Baru menunjukkan mentalitas tim yang kuat, berhasil memaksakan hasil seri 2-2 meskipun dua kali tertinggal. Mereka juga mampu menahan imbang Belgia, tim peringkat kesembilan dunia, dengan skor 0-0. Pencapaian ini menjaga peluang mereka untuk lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Tim berharap gangguan di luar lapangan tidak mengganggu persiapan mereka saat menanti hasil pertandingan-pertandingan sisa di babak penyisihan grup.

Iran tetap tak terkalahkan di Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian yang menuai pujian dari jurnalis Pooria Jafereh, yang menyatakan bahwa tim ini bisa lolos ke babak berikutnya dengan tiga poin dari tiga hasil imbang, atau meninggalkan turnamen dengan status tak terkalahkan. Pertandingan antara Iran dan Mesir dihelat di Stadion Seattle pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Read Also

Source: sport.detik.com