wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Dukungan PSSI terhadap Rencana Komersialisasi Piala Dunia FIFA

Alasan Erick Thohir Dukung FIFA Jual Saham Piala Dunia

Dukungan PSSI terhadap FIFA

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan dukungannya terhadap rencana FIFA untuk menjual sebagian saham Piala Dunia kepada pihak swasta. Erick Thohir menyampaikan bahwa PSSI sejalan dengan badan sepak bola dunia tersebut, mengingat bantuan yang telah diberikan FIFA kepada sepak bola Indonesia.

Menurut Erick, sepak bola Indonesia dapat meraih prestasi berkat kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan FIFA. Ia juga menyoroti peran FIFA pasca Tragedi Kanjuruhan, menyatakan bahwa tanpa kesepakatan dari ketiga pihak tersebut, tim nasional mungkin tidak akan ada karena potensi sanksi.

Erick Thohir menjelaskan kontribusi FIFA terhadap sepak bola nasional. Investasi dari badan sepak bola tertinggi dunia ini menjadi salah satu alasan PSSI menyetujui sikap Gianni Infantino dan rekan-rekannya.

Ia menambahkan bahwa saat ini sudah ada kantor FIFA di Indonesia. Selain itu, FIFA berinvestasi melalui sekitar 13 hingga 15 kegiatan setiap tahunnya, dengan dana yang disalurkan berkisar antara US$1 juta hingga US$2 juta. Erick Thohir menekankan bahwa FIFA serius dalam mengembangkan sepak bola di Indonesia, Asia Tenggara, dan Oseania.

Kontroversi dan Penolakan

Rencana FIFA untuk menjual saham Piala Dunia kepada pihak swasta telah memicu krisis di dalam tubuh federasi tersebut. Carlos Cordeiro, penasihat utama Presiden FIFA Gianni Infantino, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk penolakan terhadap proyek tersebut.

Cordeiro, yang juga mantan Presiden Federasi Sepak Bola Amerika Serikat, menyatakan bahwa ia tidak dapat berdiam diri saat FIFA mempertimbangkan penjualan sebagian dari Piala Dunia. Ia menyebut proyek ini sebagai “kesepakatan yang sangat buruk” bagi kepentingan federasi-federasi anggota dan masa depan sepak bola.

Dengan pengalaman di sektor perbankan, Cordeiro memahami nilai ekonomi turnamen besar. Namun, ia menilai bahwa melepaskan sebagian kepemilikan atas aset terpenting sepak bola dunia merupakan risiko yang tidak berdasar. Ia juga mengkritik ketiadaan jawaban yang jelas mengenai detail proyek tersebut, termasuk alasan diajukannya proyek ini sekarang dan pihak-pihak yang akan diuntungkan.

Cordeiro mempertanyakan mengapa federasi-federasi anggota diminta untuk mengambil keputusan besar dalam waktu kurang dari 50 hari, padahal banyak pertanyaan mendasar yang belum terjawab. Ia berpendapat bahwa FIFA sudah memiliki sumber daya finansial yang besar, dengan cadangan miliaran dolar dan tanpa utang, sehingga tidak perlu menjual sebagian warisannya.

Pengunduran diri Cordeiro menambah tekanan pada Gianni Infantino, yang menghadapi perlawanan dari sejumlah federasi kontinental. Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) telah mengancam untuk tidak mengikutsertakan tim-tim nasional Eropa dalam turnamen FIFA jika proyek ini terus dijalankan. Penolakan juga datang dari Federasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) serta Federasi Sepak Bola Asia.

FIFA sebelumnya mengumumkan rencana untuk mendirikan perusahaan komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise, yang akan mengelola aspek komersial turnamen, terutama Piala Dunia. Tujuan dari perusahaan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan finansial dengan kemungkinan menjual saham kepada investor swasta. Namun, FIFA menegaskan bahwa pendirian perusahaan tersebut tidak akan dilakukan tanpa dukungan mayoritas federasi anggota.

Meskipun demikian, FIFA tetap berkomitmen untuk melanjutkan proses konsultasi yang terbuka dan demokratis dengan federasi-federasi anggota. Mereka menyatakan bahwa aktivitas komersial yang ada saat ini akan tetap berjalan jika proyek tersebut tidak disetujui, dan FIFA Forward Enterprise tidak akan terwujud tanpa persetujuan mayoritas.

Pernyataan resmi FIFA pada Jumat, 31 Juli 2026, mencoba meredakan situasi dengan menyalahkan pemberitaan media yang tidak akurat. FIFA berdalih bahwa FIFA Forward Enterprise dibentuk agar semua 211 asosiasi anggota dapat memiliki kepemilikan atas peluang komersial sepak bola di negara masing-masing, tanpa mengorbankan semangat atau tata kelola sepak bola.

FIFA menegaskan bahwa “tidak ada yang menjual sepak bola.”

Kritik terhadap Infantino

Presiden FIFA Gianni Infantino dilaporkan menjadi pendukung utama rencana komersialisasi ini. Kelompok investor swasta yang dipimpin oleh Thrive Eternal, sebuah perusahaan yang didirikan oleh Joshua Kushner, disebut-sebut siap mengamankan saham minoritas di entitas baru tersebut.

Selain penolakan dari federasi, penentangan juga datang dari liga-liga domestik di seluruh dunia. Mereka khawatir keterlibatan investor swasta akan mendorong FIFA untuk menciptakan turnamen yang lebih besar dan lebih sering demi mengejar keuntungan komersial, yang pada akhirnya dapat merusak kalender kompetisi domestik.

UEFA telah menyatakan sikap bulat mereka, menegaskan bahwa tidak ada tim nasional UEFA yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA selama proposal ini masih berlaku, kecuali jika proposal tersebut dibatalkan sepenuhnya dan ada jaminan bahwa FIFA tidak akan lagi membuka tata kelola atau kompetisinya kepada kepemilikan swasta. Krisis ini terus berlanjut di tengah perdebatan mengenai masa depan sepak bola global.

Source: cnnindonesia.com