Stones bergabung dengan Inter Milan
Inter Milan telah resmi merekrut bek asal Inggris, John Stones, dengan status bebas transfer. Stones bergabung dengan juara Serie A tersebut setelah kontraknya dengan Manchester City berakhir pada 30 Juni lalu. Bek kelahiran 1994 ini menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan Nerazzurri, yang akan membuatnya bertahan di klub hingga 30 Juni 2028.
Kepindahan ini menandai kali pertama Stones berkarier di luar Inggris. Sebelum menghabiskan satu dekade bersama Manchester City, Stones pernah membela Barnsley dan Everton. Selama waktunya di Manchester City, ia mencatatkan 295 penampilan dan memenangkan berbagai trofi, termasuk enam gelar Premier League, tiga Piala FA, dan Liga Champions.
Meskipun sempat diincar oleh klub Premier League lainnya seperti Chelsea dan Arsenal, bek berusia 32 tahun itu memilih tantangan baru di Italia. Stones dikabarkan terikat kontrak hingga 2028 tanpa klausul perpanjangan, dengan gaji 4 juta euro per musim. Nilai ini menjadi penghematan yang signifikan bagi Inter Milan, yang sebelumnya mempertimbangkan beberapa kemungkinan transfer.
Strategi transfer Inter Milan
Kedatangan John Stones merupakan manuver transfer yang mengejutkan dari Inter Milan. Sebelumnya, klub tersebut berupaya keras untuk mendatangkan bek tengah Tottenham Hotspur, Cristian Romero. Negosiasi dengan Romero telah memasuki tahap lanjut, dengan agen pemain Argentina itu bertemu Direktur Olahraga Inter Milan, Piero Ausilio, di Milan.
Namun, Tottenham Hotspur mematok harga 50 juta euro untuk bek berusia 28 tahun itu, sementara Inter Milan diyakini mengajukan 40 juta euro. Nilai transfer yang tinggi ini mendorong Inter Milan untuk mengalihkan fokus ke Stones, yang jauh lebih terjangkau karena berstatus bebas transfer. Gaji Stones juga diyakini hanya separuh dari Romero, yang bisa mencapai 8 juta euro per musim.
Inter Milan memang membutuhkan tambahan bek tengah setelah melepas Francesco Acerbi dan Matteo Darmian. Kepergian Stefan de Vrij dan Francesco Acerbi di akhir musim 2025-2026 menyisakan pilihan utama pada Alessandro Bastoni dan Manuel Akanji dalam formasi tiga bek. Posisi bek tengah sentral memerlukan suntikan pemain baru, yang awalnya ditargetkan untuk Romero dan kini beralih ke Stones.

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, masih memiliki Benjamin Pavard, Yann Bisseck, dan Carlos Augusto sebagai alternatif untuk rotasi pemain. Kedatangan Stones memperkuat nilai tawar Inter Milan, terutama dalam negosiasi yang mungkin masih berlanjut dengan Romero. Bek Argentina itu dikabarkan tidak masuk dalam rencana permainan juru taktik baru Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi.
Selain itu, hubungan antara Tottenham Hotspur dan Romero dikabarkan tidak harmonis karena perilaku di lapangan yang sering menghasilkan kartu kuning dan enam kartu merah sejak 2021, kritik terbuka kepada klub, serta pilihan pemulihan cedera di Argentina saat Tottenham Hotspur berjuang menghindari degradasi.
Perubahan prioritas dan kebutuhan tim
Posisi paling krusial yang ingin diperbaiki oleh Inter Milan sebenarnya adalah bek sayap kanan, setelah Denzel Dumfries pindah ke Real Madrid hingga 30 Juni 2030. Bek sayap tim nasional Belanda itu menjadi pemain kunci Inter Milan musim lalu, terutama di paruh kedua, dengan tampil 207 kali, mencetak 27 gol, dan membuat 28 asis selama membela Inter Milan.
Kepergian Dumfries menyisakan lubang di sayap kanan. Inter Milan awalnya ingin mengatasi masalah ini dengan mendatangkan Marco Palestra dari Atalanta, namun Chelsea bersedia membayar 60 juta euro untuk bek sayap kanan tersebut. Upaya Inter Milan untuk mendatangkan bintang Como, Nico Paz, juga kandas. Demikian pula upaya merekrut Djed Spence, karena Tottenham Hotspur meminta 40 juta pound sterling.
Kontrak Anan Khalaili dari klub Belgia Union SG juga batal karena masalah kesehatan pemain yang tidak lolos tes medis ketat otoritas olahraga Italia. Dengan kendala finansial dalam mendatangkan bek sayap kanan kelas dunia, Inter Milan akhirnya mencoba menggeser posisi Andy Diouf dari lini tengah ke bek sayap kanan selama pramusim ini.
Pemain berusia 23 tahun itu menunjukkan performa menjanjikan, mencetak dua gol dalam laga uji coba melawan klub kasta keenam Jerman, SV Aasen, yang berakhir 16-0. Diouf juga tampil solid dengan mencetak dua gol saat Inter Milan menang 2-1 atas Karlsruher SC dalam laga pemanasan di Jerman akhir Juli lalu. Jika performa Diouf meyakinkan Chivu, ia berpotensi mengisi posisi yang ditinggalkan Dumfries, yang memiliki akselerasi cepat, kemampuan membawa bola, dan kaki kiri yang dominan.
Performa Diouf dalam dua laga pramusim ini berpotensi mengubah prioritas transfer Inter Milan, memungkinkan mereka untuk lebih fokus pada satu bek sayap kanan dan bek tengah sentral. Kedatangan John Stones, yang diklaim oleh pakar transfer pemain Fabrizio Romano tinggal menunggu tanda tangan kontrak, juga memperkuat posisi tawar Inter Milan dalam negosiasi.
Stones akan kembali bergabung dengan Manuel Akanji di Milan, setelah sebelumnya menghabiskan satu dekade bersama Manchester City.
Pemain berusia 32 tahun ini tampil 18 kali musim lalu dan memiliki 94 caps bersama tim nasional Inggris, termasuk 5 di kompetisi internasional baru-baru ini. Inter Milan tidak menghadapi banyak perlawanan ketika merekrutnya, meskipun Juventus dan beberapa klub Inggris juga tertarik padanya, menurut laporan La Gazzetta dello Sport.
Pernyataan resmi di situs Inter Milan mengonfirmasi penandatanganan kontrak Stones hingga 30 Juni 2028.
Source: sport.detik.com










