Performa Pembalap dan Klasemen Sementara
Massimo Rivola, bos Aprilia, menyatakan bahwa Marc Marquez kini menjadi favorit untuk gelar juara dunia MotoGP 2026. Pernyataan ini muncul di tengah paruh kedua musim, setelah Aprilia mengalami penurunan performa usai finis 1-2 di Grand Prix Italia. Marco Bezzecchi gagal meraih poin dalam empat balapan utama berikutnya karena kecelakaan, cedera, dan skorsing. Sementara itu, Jorge Martin hanya mampu finis ketiga sekali di Assen.
Tim satelit Aprilia, Trackhouse, menunjukkan hasil yang lebih baik dengan satu kemenangan dan empat posisi tiga besar melalui Ai Ogura dan Raul Fernandez. Di sisi lain, Ducati kembali menunjukkan performa kuat setelah awal musim yang lambat. Marc Marquez berhasil memenangkan lima dari delapan balapan terakhir, termasuk kemenangan ke-13 di Sachsenring yang menyamai rekor Giacomo Agostini.
Menjelang paruh kedua musim, Jorge Martin masih memimpin klasemen dengan 208 poin. Aprilia mendominasi empat besar dengan menempatkan Ai Ogura di posisi kedua dengan 194 poin, dan Bezzecchi di posisi keempat dengan 186 poin. Marc Marquez berada di posisi ketiga, tertinggal 18 poin dari Martin.
Persaingan Ketat Menuju Akhir Musim
Massimo Rivola menekankan bahwa timnya tidak terlalu memperhatikan klasemen saat ini. Ia menyatakan, “Seperti yang selalu saya katakan sejak awal, kami tidak melihat klasemen, dan bahkan semakin tidak melihatnya sekarang.” Rivola menambahkan bahwa Aprilia memiliki pembalap-pembalap yang sangat tangguh, baik dari tim pabrikan maupun tim satelit.
Ia juga mengungkapkan kebanggaannya menjadi bagian dari persaingan ini, terutama karena melibatkan tim-tim Italia dalam perebutan gelar juara dunia. Rivola yakin bahwa persaingan akan berlanjut hingga balapan terakhir. “Kami tahu ada seorang pria bernama Marc Marquez di sana, yang sudah jelas punya keuntungan di semua prediksi; dia favoritnya, tapi kami tidak akan pernah menyerah,” ujarnya.
Di awal musim, Aprilia sempat mendominasi berkat Marco Bezzecchi yang memenangkan tiga grand prix pertama. Saat itu, Marc Marquez tertinggal 102 poin di klasemen. Marquez sempat kesulitan di awal musim dan mengalami cedera bahu setelah kecelakaan di Le Mans. Setelah operasi, ia kembali menunjukkan performa terbaiknya dengan memenangkan tiga grand prix, memanfaatkan penurunan performa Bezzecchi.
Saat memasuki libur musim panas, Jorge Martin memimpin klasemen dengan keunggulan 18 poin dari Marc Marquez yang naik ke peringkat ketiga. Marco Bezzecchi turun ke peringkat keempat, dan Fabio Di Giannantonio dari VR46 Ducati menutup lima besar. Rivola menegaskan bahwa perebutan gelar dunia musim ini akan berlangsung hingga balapan final di Valencia.

Dalam 11 seri pertama, baik Ducati maupun Aprilia telah berhasil memenangkan grand prix. Untuk Aprilia, Bezzecchi memenangkan empat balapan, Martin satu balapan, dan Ogura satu balapan. Sementara itu, untuk Ducati, Marquez memenangkan tiga balapan, Di Giannantonio satu balapan, dan Alex Marquez juga satu balapan.
Rivola yakin bahwa motor Aprilia sangat kompetitif, yang menjadi alasan keyakinannya bahwa perebutan gelar akan berlanjut hingga balapan terakhir. Ia juga menyoroti ketatnya persaingan antar pembalap setelah paruh pertama usai, di mana lima pembalap teratas di klasemen hanya dipisahkan oleh 24 poin.
Massimo Rivola menegaskan bahwa meskipun Marc Marquez adalah favorit, timnya tidak akan menyerah dalam persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026.

Source: sport.detik.com










