<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pasar saham – News &amp; Updates | Warta Warga News</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/pasar-saham/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Apr 2026 07:10:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>pasar saham – News &amp; Updates | Warta Warga News</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Emiten: Update : PT Ekamas Mora Republik Tbk. dan Delisting di Bursa Efek Indonesia</title>
		<link>https://wartawarganews.com/emiten-update-pt-ekamas-mora-republik-tbk-dan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 07:10:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Efek Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[delisting]]></category>
		<category><![CDATA[emiten]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kinerja emiten]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[PT Ekamas Mora Republik Tbk.]]></category>
		<category><![CDATA[sukuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/emiten-update-pt-ekamas-mora-republik-tbk-dan/</guid>

					<description><![CDATA[<p>PT Ekamas Mora Republik Tbk. akan melunasi kewajiban sukuk, sementara 18 emiten akan delisting dari Bursa Efek Indonesia.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/emiten-update-pt-ekamas-mora-republik-tbk-dan/">Emiten: Update : PT Ekamas Mora Republik Tbk. dan Delisting di Bursa Efek Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) sedang bersiap untuk melunasi kewajiban Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2021 Seri B. Pelunasan ini dijadwalkan akan dilakukan pada tanggal 4 Mei 2026, dengan total nilai pokok sukuk yang akan dilunasi mencapai Rp30,9 miliar.</p>
<p>Tingkat imbal hasil ijarah untuk sukuk ini ditetapkan sebesar 11 persen per tahun. Menurut Henry Rizard Rumopa, perwakilan dari perusahaan, dana pelunasan akan tersedia di rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia paling lambat pada tanggal jatuh tempo.</p>
<p>Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa 18 emiten akan mengalami delisting mulai 10 November 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan pemenuhan kriteria delisting sesuai Peraturan Bursa Nomor I-N.</p>
<p>Dari 18 emiten yang akan delisting, tujuh di antaranya telah mengalami pailit, termasuk PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL). Sebelas emiten lainnya akan delisting karena telah mengalami suspensi perdagangan lebih dari 50 bulan.</p>
<p>Kondisi ini menunjukkan adanya dampak negatif signifikan terhadap kelangsungan usaha atau tidak adanya indikasi pemulihan yang memadai dari perusahaan-perusahaan tersebut. Kinerja emiten Danantara, misalnya, masih lesu, sementara hanya beberapa emiten yang kinerjanya berhasil naik signifikan, dipimpin oleh sektor tambang mineral.</p>
<p>Situasi ini menjadi perhatian bagi para investor dan pemangku kepentingan di pasar modal, mengingat dampaknya terhadap likuiditas dan kepercayaan investor terhadap emiten-emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.</p>
<p>Dengan pelunasan sukuk dan delisting yang akan datang, para investor diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam memilih emiten untuk investasi mereka. Perkembangan ini juga menandakan perlunya evaluasi lebih mendalam terhadap kinerja dan prospek perusahaan-perusahaan yang terdaftar di pasar saham.</p>
<p>Secara keseluruhan, langkah-langkah ini mencerminkan dinamika pasar yang terus berubah dan tantangan yang dihadapi oleh emiten di Indonesia.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/emiten-update-pt-ekamas-mora-republik-tbk-dan/">Emiten: Update : PT Ekamas Mora Republik Tbk. dan Delisting di Bursa Efek Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saham BBRI Mengalami Koreksi 10,93% di Tahun 2026</title>
		<link>https://wartawarganews.com/saham-bbri-mengalami-koreksi-10-93-di-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 07:08:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Rakyat Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[BBRI]]></category>
		<category><![CDATA[dividen]]></category>
		<category><![CDATA[dividend payout ratio]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[koreksi saham]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/saham-bbri-mengalami-koreksi-10-93-di-tahun/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saham BBRI mengalami koreksi sekitar 10,93% dari awal tahun 2026. Harga saham BBRI hingga April 2026 berada di kisaran Rp3.260 per saham.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/saham-bbri-mengalami-koreksi-10-93-di-tahun/">Saham BBRI Mengalami Koreksi 10,93% di Tahun 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saham BBRI mengalami koreksi sekitar <strong>10,93%</strong> dari awal tahun 2026, dengan harga saham bergerak di kisaran level <strong>Rp3.260</strong> per saham hingga April 2026. Penurunan ini menarik perhatian investor yang mengincar pendapatan pasif melalui dividen.</p>
<p>Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengusulkan total dividen untuk tahun buku 2025 sekitar <strong>Rp52 triliun</strong>, dengan <strong>dividend payout ratio</strong> mencapai <strong>92%</strong> dari laba bersih. Dividen final minimal yang diusulkan adalah <strong>Rp206,4</strong> per saham, yang memberikan yield dividen final sebesar <strong>6%</strong> berdasarkan harga saham Rp3.450 per saham.</p>
<p>BBRI juga telah membagikan dividen interim sebesar <strong>Rp137</strong> per saham pada Januari 2026. Meskipun ada koreksi harga saham, langkah ini menunjukkan komitmen manajemen untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.</p>
<p>Namun, di sisi lain, saham BBRI mencatatkan net sell sebanyak <strong>14.674.300</strong> saham per akhir sesi I perdagangan pada 10 April 2026. Ini menunjukkan adanya tekanan jual yang mungkin dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap kinerja saham di masa mendatang.</p>
<p>Dengan situasi ini, para pengamat pasar akan terus memantau perkembangan harga saham BBRI dan keputusan dividen yang akan datang. Detail lebih lanjut mengenai kinerja keuangan dan strategi manajemen diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut bagi investor.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/saham-bbri-mengalami-koreksi-10-93-di-tahun/">Saham BBRI Mengalami Koreksi 10,93% di Tahun 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saham Bumi Resources Menguat di Tengah Fluktuasi Pasar</title>
		<link>https://wartawarganews.com/saham-bumi-resources/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 11:25:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[analisis saham]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Resources]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[IHSG]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<category><![CDATA[sekuritas]]></category>
		<category><![CDATA[trading]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/saham-bumi-resources/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saham Bumi Resources menunjukkan potensi penguatan dengan target harga di kisaran Rp 248-Rp 254. Investor asing mencatatkan net sell yang signifikan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/saham-bumi-resources/">Saham Bumi Resources Menguat di Tengah Fluktuasi Pasar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>The numbers</h2>
<p>Pada perdagangan terakhir, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami kenaikan signifikan sebesar 6,14%, mencapai level harga Rp 242. Kenaikan ini menjadi perhatian di tengah fluktuasi pasar yang terjadi secara global. Saham BUMI memiliki potensi untuk menguat ke level resistance, dengan target terdekat di kisaran Rp 248 hingga Rp 254.</p>
<p>Dalam analisis terbaru, CGS International Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa saham BUMI merupakan pilihan spekulatif dengan area support di Rp 236. Mereka merekomendasikan untuk melakukan cutloss jika harga saham turun di bawah Rp 230, namun jika tidak, ada potensi untuk naik ke target yang telah ditentukan.</p>
<p>Saham BUMI juga mencatatkan penguatan sebesar 7% dalam sepekan terakhir, meskipun mengalami kenaikan tipis 0,8% dalam sebulan terakhir. Namun, secara year to date, saham ini melemah hingga 33,8%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada potensi penguatan, saham BUMI masih menghadapi tantangan dari penurunan yang signifikan di awal tahun ini.</p>
<p>Pada 6 April 2026, investor asing mencatatkan net sell saham BUMI sebesar Rp 66,6 miliar, menjadikannya salah satu dari 10 saham dengan angka net sell tertinggi oleh investor asing. Di seluruh pasar, total net sell oleh investor asing mencapai Rp 622,92 miliar, menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup besar di pasar.</p>
<p>IHSG juga mengalami penurunan, ditutup melemah 37,35 poin atau 0,53% di posisi 6.989,43 pada hari yang sama. Penurunan ini mencerminkan sentimen negatif yang melanda pasar, yang sering kali menjadi magnet bagi para pelaku pasar yang aktif bertransaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).</p>
<p>Secara teknikal, Satriawan, seorang analis pasar, menyatakan bahwa BUMI telah berhasil menembus level resistance dinamisnya. Hal ini memberikan harapan bagi investor bahwa ada potensi untuk pergerakan harga yang lebih baik ke depannya. Namun, penting bagi investor untuk tidak hanya terpaku pada euforia kenaikan harga, tetapi juga untuk menyiapkan strategi keluar yang jelas.</p>
<p>Saham BUMI dan DEWA menjadi sorotan utama karena kenaikannya yang signifikan di tengah fluktuasi pasar global. Meskipun ada potensi penguatan, investor diingatkan untuk tetap waspada terhadap kondisi pasar yang dapat berubah dengan cepat.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/saham-bumi-resources/">Saham Bumi Resources Menguat di Tengah Fluktuasi Pasar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Brpt: Pergerakan Saham  pada 7 April 2026</title>
		<link>https://wartawarganews.com/brpt-pergerakan-saham-pada-7-april-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 11:24:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[analisis pasar]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BRPT]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Bisnis-27]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan harga]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>
		<category><![CDATA[PT Barito Pacific Tbk]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/brpt-pergerakan-saham-pada-7-april-2026/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saham BRPT mencatatkan kenaikan harga pada 7 April 2026, meskipun kondisi pasar secara keseluruhan melemah.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/brpt-pergerakan-saham-pada-7-april-2026/">Brpt: Pergerakan Saham  pada 7 April 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Pada 6 April 2026, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengalami kenaikan sebesar 5,08% menjadi Rp1.345. Kenaikan ini menjadi sinyal positif menjelang perdagangan hari berikutnya.</p>
<p>Memasuki 7 April 2026, harga saham BRPT terus menunjukkan tren positif, mencapai Rp1.370, yang mencerminkan kenaikan 1,86%. Pada hari yang sama, saham ini sempat menyentuh level tertinggi di Rp1.460.</p>
<p>Rata-rata harga saham BRPT pada hari itu tercatat di Rp1.388. Total bid di rentang harga 1.330 hingga 1.350 mencapai 239.391 lot, sementara total offer di rentang 1.375 hingga 1.415 mencapai 159.232 lot.</p>
<p>Meskipun BRPT mencatatkan kenaikan harga sebesar 8,55% pada 7 April 2026, Indeks Bisnis-27 justru melemah 1,53% dan ditutup di level 474,33. Hal ini menunjukkan adanya tekanan di pasar secara keseluruhan.</p>
<p>Sinyal teknikal mulai memperlihatkan tekanan yang lebih dominan, meskipun sejumlah saham konstituen seperti BRPT, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) justru mencatatkan kenaikan harga.</p>
<p>BRPT tidak berada dalam fase kenaikan yang bersih, tetapi lebih ke fase transisi. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada kenaikan, kondisi pasar masih berfluktuasi dan tidak stabil.</p>
<p>Dengan kondisi ini, investor perlu memperhatikan perkembangan selanjutnya untuk menentukan langkah investasi yang tepat. Kenaikan harga saham BRPT dapat menjadi indikasi positif, tetapi harus diimbangi dengan analisis yang lebih mendalam terhadap kondisi pasar.</p>
<p>Secara keseluruhan, pergerakan saham BRPT pada 7 April 2026 menjadi perhatian bagi para investor dan analis pasar. Kenaikan ini menunjukkan potensi yang ada, meskipun ada tantangan yang harus dihadapi.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/brpt-pergerakan-saham-pada-7-april-2026/">Brpt: Pergerakan Saham  pada 7 April 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petrosea: Perubahan Signifikan di PT  Tbk: Penjualan Saham SSIA</title>
		<link>https://wartawarganews.com/petrosea-perubahan-signifikan-di-pt-tbk-penjualan-saham/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 17:40:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[divestasi]]></category>
		<category><![CDATA[EPC]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Mimika]]></category>
		<category><![CDATA[Papua Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>
		<category><![CDATA[pertambangan]]></category>
		<category><![CDATA[PT Petrosea Tbk]]></category>
		<category><![CDATA[SSIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/petrosea-perubahan-signifikan-di-pt-tbk-penjualan-saham/</guid>

					<description><![CDATA[<p>PT Petrosea Tbk telah menyelesaikan penjualan seluruh kepemilikan sahamnya di PT Surya Semesta Internusa Tbk, mengalihkan fokus ke sektor pertambangan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/petrosea-perubahan-signifikan-di-pt-tbk-penjualan-saham/">Petrosea: Perubahan Signifikan di PT  Tbk: Penjualan Saham SSIA</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Key moments</h2>
<p>Sebelum perkembangan terbaru ini, PT Petrosea Tbk memiliki kepemilikan saham sebesar 1,49% di PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Saham ini dianggap sebagai bagian penting dari portofolio perusahaan, yang terlibat dalam berbagai sektor, termasuk konstruksi dan infrastruktur. Namun, dengan adanya perubahan dalam strategi bisnis, perusahaan memutuskan untuk melakukan divestasi.</p>
<p>Pada tanggal 31 Maret 2026, PT Petrosea menyelesaikan penjualan 70 juta sahamnya di SSIA, yang mengakibatkan kepemilikan sahamnya menjadi nol. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk mengalihkan fokus perusahaan ke sektor pertambangan dan Engineering, Procurement, and Construction (EPC). Penjualan ini menandai perubahan signifikan dalam arah bisnis PT Petrosea.</p>
<p>Setelah penjualan saham tersebut, saham PT Petrosea mengalami penurunan sebesar 6,7%, ditutup pada harga Rp 4.300 pada 2 April 2026. Di sisi lain, saham SSIA ditutup pada posisi Rp 1.365 pada hari yang sama. Penurunan nilai saham PT Petrosea mencerminkan reaksi pasar terhadap keputusan divestasi ini, yang mungkin dianggap sebagai langkah berisiko oleh para investor.</p>
<p>Langkah divestasi ini juga bertepatan dengan proyeksi dari Badan Energi Internasional (IEA) yang menyatakan bahwa permintaan batu bara global akan mencapai sekitar 8,8 miliar ton pada tahun 2025 dan diperkirakan akan stabil pada tahun 2026. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun PT Petrosea telah menjual sahamnya di SSIA, perusahaan masih memiliki potensi untuk tumbuh di sektor pertambangan, yang diperkirakan akan tetap kuat dalam beberapa tahun ke depan.</p>
<p>Menurut PT Petrosea, mereka menargetkan pertumbuhan laba bersih pada tahun 2026, yang menunjukkan optimisme perusahaan terhadap masa depan pasca-divestasi. Namun, keputusan ini tidak lepas dari tantangan, termasuk bagaimana perusahaan akan menyesuaikan diri dengan perubahan pasar dan mempertahankan daya saing di sektor yang semakin kompetitif.</p>
<p>Advokat Cosmas Refra mengungkapkan bahwa dalam praktik hukum, keputusan yang diambil oleh perusahaan harus didasarkan pada pertimbangan yang matang. &#8220;Jika tidak ada dasar hukum yang sah, maka pembayaran tersebut bukan hanya cacat prosedur, tetapi juga berpotensi melanggar hukum,&#8221; ujarnya. Ini menunjukkan bahwa PT Petrosea harus berhati-hati dalam melaksanakan strategi bisnis barunya untuk menghindari masalah hukum di masa depan.</p>
<p>Dengan divestasi ini, PT Petrosea Tbk tidak hanya mengubah struktur kepemilikannya, tetapi juga memposisikan ulang dirinya dalam industri yang lebih fokus pada pertambangan dan EPC. Perubahan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perusahaan dalam jangka panjang, meskipun tantangan tetap ada. Detail tetap belum terkonfirmasi mengenai bagaimana perusahaan akan mengimplementasikan strategi baru ini dan dampaknya terhadap kinerja keuangan mereka.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/petrosea-perubahan-signifikan-di-pt-tbk-penjualan-saham/">Petrosea: Perubahan Signifikan di PT  Tbk: Penjualan Saham SSIA</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nikkei: Indeks  Anjlok di Tengah Kekhawatiran Konflik</title>
		<link>https://wartawarganews.com/nikkei-indeks-anjlok-di-tengah-kekhawatiran-konflik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 02:46:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[analisis pasar]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[harga minyak]]></category>
		<category><![CDATA[indeks saham]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[konflik Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Nikkei]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tokyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/nikkei-indeks-anjlok-di-tengah-kekhawatiran-konflik/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indeks Nikkei 225 mengalami penurunan signifikan pada awal perdagangan 23 Maret 2026, kehilangan lebih dari 2.600 poin.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/nikkei-indeks-anjlok-di-tengah-kekhawatiran-konflik/">Nikkei: Indeks  Anjlok di Tengah Kekhawatiran Konflik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>&#8220;Presiden AS Donald Trump menempatkan &#8216;bom waktu&#8217; di atas pasar,&#8221; ungkap seorang analis CNBC, menggarisbawahi ketidakpastian yang melanda pasar keuangan global.</p>
<p>Indeks Nikkei 225 anjlok tajam pada awal perdagangan 23 Maret 2026, kehilangan sekitar 2.600 poin, atau 5 persen, di tengah kekhawatiran yang meningkat terkait konflik di Iran. Penurunan ini mencerminkan reaksi pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, khususnya di Selat Hormuz.</p>
<p>Indeks menutup sesi pagi dengan penurunan 1.790 poin, atau 3,35 persen, dan ditutup pada 51.514,78 poin. Sejak awal Maret 2026, indeks Nikkei 225 telah kehilangan lebih dari 13% nilainya, menunjukkan tren penurunan yang signifikan.</p>
<p>Harga minyak mentah WTI juga melonjak, melampaui 100 dolar per barel, menambah tekanan pada pasar saham. Mayoritas saham di indeks Nikkei mengalami penurunan parah akibat ketidakpastian yang ditimbulkan oleh situasi di Timur Tengah.</p>
<p>Indeks Nikkei berjangka bulan Juni 2026 juga tidak luput dari dampak ini, anjlok 3,68% pada posisi 51.060. Penurunan ini menunjukkan kekhawatiran investor yang semakin meningkat terhadap stabilitas pasar di tengah situasi global yang tidak menentu.</p>
<p>Kekhawatiran tentang risiko gangguan terhadap pasokan energi global menjadi faktor utama yang mempengaruhi pasar keuangan saat ini. Dengan situasi yang terus berkembang, investor tetap waspada terhadap perkembangan lebih lanjut yang dapat mempengaruhi pasar saham.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/nikkei-indeks-anjlok-di-tengah-kekhawatiran-konflik/">Nikkei: Indeks  Anjlok di Tengah Kekhawatiran Konflik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bbni: Saham  Anjlok 8,66% di Hari Ex Date Dividen</title>
		<link>https://wartawarganews.com/bbni-saham-anjlok-8-66-di-hari-ex/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 02:44:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[BBNI]]></category>
		<category><![CDATA[dividen]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[IHSG]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>
		<category><![CDATA[perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/bbni-saham-anjlok-8-66-di-hari-ex/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saham BBNI mengalami penurunan signifikan pada hari ex date dividen, mencatatkan harga Rp 4.010 per saham.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/bbni-saham-anjlok-8-66-di-hari-ex/">Bbni: Saham  Anjlok 8,66% di Hari Ex Date Dividen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Bagaimana dampak dari penurunan saham BBNI pada hari ex date dividen? Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) anjlok 8,66% ke harga Rp 4.010 pada 25 Maret 2026, yang bertepatan dengan hari ex date dividen.</p>
<p>Penurunan ini membawa kapitalisasi pasar BBNI menjadi Rp 149,56 triliun. Pada saat yang sama, IHSG dibuka merosot 0,50% ke level 7.071, dengan nilai transaksi tercatat Rp 1,62 triliun dan volume mencapai 2,70 miliar.</p>
<p>Selain BBNI, saham bank lain dalam kelompok Himbara juga mengalami penurunan. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 0,86% ke Rp 3.450, sementara saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 1,27% ke Rp 4.670, dan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) tergelincir 1,18% ke Rp 1.255.</p>
<p>BBNI telah menetapkan dividen sebesar Rp 349,41 per saham, dengan pencairan dividen dijadwalkan pada 7 April 2026. Cum date untuk dividen ini adalah 17 Maret 2026, yang menunjukkan bahwa investor yang membeli saham sebelum tanggal tersebut berhak menerima dividen.</p>
<p>Dividend yield BBNI berada di kisaran 7,96 persen, yang menunjukkan potensi imbal hasil yang menarik bagi para investor. Namun, penurunan harga saham pada hari ex date dividen ini menimbulkan pertanyaan mengenai sentimen pasar terhadap saham BBNI.</p>
<p>Merosotnya saham perbankan Himbara terjadi di hari ex date dividen, yang sering kali menjadi momen kritis bagi investor. Penurunan harga saham di hari ini dapat mencerminkan reaksi pasar terhadap distribusi dividen yang diumumkan.</p>
<p>Dengan penurunan ini, investor dan analis akan terus memantau pergerakan saham BBNI dan dampaknya terhadap sektor perbankan secara keseluruhan. Apakah tren ini akan berlanjut atau ada pemulihan yang diharapkan dalam waktu dekat? Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/bbni-saham-anjlok-8-66-di-hari-ex/">Bbni: Saham  Anjlok 8,66% di Hari Ex Date Dividen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bbca: Dividen  2026: Lianawaty Suwono Membeli Saham Sebelum Cum Date</title>
		<link>https://wartawarganews.com/bbca-dividen-2026-lianawaty-suwono-membeli-saham-sebelum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 02:43:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[BBCA]]></category>
		<category><![CDATA[bursa efek]]></category>
		<category><![CDATA[dividen]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Lianawaty Suwono]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/bbca-dividen-2026-lianawaty-suwono-membeli-saham-sebelum/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dividen BBCA untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 336 per saham, dengan cum date jatuh pada 27 Maret 2026.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/bbca-dividen-2026-lianawaty-suwono-membeli-saham-sebelum/">Bbca: Dividen  2026: Lianawaty Suwono Membeli Saham Sebelum Cum Date</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Cum date dividen merupakan periode terakhir investor dapat membeli saham agar berhak menerima dividen. Untuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), cum date dividen untuk tahun buku 2025 dijadwalkan jatuh pada 27 Maret 2026.</p>
<p>Menjelang cum date tersebut, Lianawaty Suwono melakukan pembelian 300.000 unit saham BBCA pada 16 Maret 2026 dengan harga Rp 6.750 per saham. Total dana yang dikeluarkan untuk pembelian saham tersebut mencapai Rp 2,02 miliar.</p>
<p>Dividen yang akan dibayarkan untuk tahun buku 2025 adalah sebesar Rp 336 per saham, dengan sisa dividen yang akan dibayarkan sebesar Rp 281 per saham. Harga saham BBCA ditutup pada Rp 6.775 per saham pada 17 Maret 2026, menunjukkan sedikit kenaikan setelah pembelian Lianawaty.</p>
<p>Namun, saham BBCA mengalami penurunan yang signifikan, anjlok 16,1% sepanjang tahun 2026. Dalam sepekan terakhir, saham BBCA melemah 2,87%, dan turun 5,9% dalam sebulan terakhir. Selain itu, terdapat net sell asing yang mencapai Rp 216,8 miliar pada 17 Maret 2026.</p>
<p>Dengan potensi dividend yield mencapai sekitar 4,15%, investor masih melihat peluang dalam saham BBCA meskipun kondisi pasar yang tidak stabil. Observasi dari para analis menunjukkan bahwa investor harus mempertimbangkan risiko yang ada sebelum melakukan investasi lebih lanjut.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/bbca-dividen-2026-lianawaty-suwono-membeli-saham-sebelum/">Bbca: Dividen  2026: Lianawaty Suwono Membeli Saham Sebelum Cum Date</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IHSG Melemah 22,22 Poin di Jakarta</title>
		<link>https://wartawarganews.com/ihsg-melemah-22-22-poin-di-jakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 02:41:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[berita pasar]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[IHSG]]></category>
		<category><![CDATA[indeks LQ45]]></category>
		<category><![CDATA[investor]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalisasi pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<category><![CDATA[transaksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/ihsg-melemah-22-22-poin-di-jakarta/</guid>

					<description><![CDATA[<p>IHSG dibuka melemah pada 25 Maret 2026, mencatat penurunan 22,22 poin. Sementara itu, indeks LQ45 mengalami kenaikan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/ihsg-melemah-22-22-poin-di-jakarta/">IHSG Melemah 22,22 Poin di Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada 25 Maret 2026, mencatat penurunan sebesar <strong>22,22 poin</strong> atau <strong>0,31 persen</strong> ke posisi <strong>7.084,62</strong>.</p>
<p>Di sisi lain, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 mengalami kenaikan, dengan bertambah <strong>1,20 poin</strong> atau <strong>0,17 persen</strong> ke posisi <strong>723,60</strong>.</p>
<p>Data perdagangan menunjukkan bahwa <strong>224 saham naik</strong>, <strong>142 turun</strong>, dan <strong>327 tidak bergerak</strong>. Nilai transaksi pada hari ini mencapai <strong>Rp 1,23 triliun</strong>, dengan melibatkan <strong>2,40 miliar saham</strong> dalam <strong>73.090 kali transaksi</strong>.</p>
<p>Kapitalisasi pasar juga mengalami penurunan, kini berada pada angka <strong>Rp 12.549 triliun</strong>. Sebelumnya, IHSG ditutup naik <strong>1,2 persen</strong> sebelum libur panjang, didukung oleh net buy asing sebesar <strong>Rp 155 miliar</strong>.</p>
<p>Pergerakan pasar saham global juga mempengaruhi IHSG, di mana indeks Dow Jones turun <strong>0,18 persen</strong>, S&#038;P 500 melemah <strong>0,37 persen</strong>, dan Nasdaq terkoreksi <strong>0,84 persen</strong>. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan melonjak <strong>2,7 persen</strong> dan Kosdaq menguat <strong>2,2 persen</strong>.</p>
<p>IHSG selama Ramadan tahun ini bukanlah sesuatu yang dikenang dengan baik karena IHSG babak belur yang membuat banyak investor merugi.</p>
<p>Reaksi awal dari para analis menunjukkan kekhawatiran terhadap tren penurunan ini, terutama menjelang akhir bulan dan libur panjang yang akan datang.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/ihsg-melemah-22-22-poin-di-jakarta/">IHSG Melemah 22,22 Poin di Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hybe Corporation Menghadapi Penurunan Saham di Tengah Comeback BTS</title>
		<link>https://wartawarganews.com/hybe-corporation/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2026 23:32:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[album ARIRANG]]></category>
		<category><![CDATA[BTS]]></category>
		<category><![CDATA[HYBE Corporation]]></category>
		<category><![CDATA[industri K-pop]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[KOSPI]]></category>
		<category><![CDATA[NPS]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan album]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/hybe-corporation/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hybe Corporation mengalami penurunan saham meskipun BTS merilis album baru. KOSPI melonjak sementara saham HYBE jatuh.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/hybe-corporation/">Hybe Corporation Menghadapi Penurunan Saham di Tengah Comeback BTS</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BTS secara resmi mengumumkan album terbaru bertajuk &#8216;ARIRANG&#8217; dengan single utama &#8216;SWIM&#8217; yang rilis pada 20 Maret 2026. Pengumuman ini seharusnya menjadi momen yang menggembirakan bagi penggemar dan investor. Namun, situasi di pasar saham menunjukkan hal yang berbeda. Saham Hybe Corporation ambruk pada pekan ini, dengan penurunan 4,84% di tengah comeback grup BTS.</p>
<p>Sementara itu, Bursa KOSPI melonjak 5,36% sepanjang pekan ini, menunjukkan bahwa banyak perusahaan lain di pasar mengalami pertumbuhan yang signifikan. Saham HYBE ditutup pada level KRW 344.000 pada 20 Maret 2026, setelah mengalami penurunan 6,4% dalam dua hari terakhir. Sebelumnya, saham HYBE sempat mencapai puncaknya di KRW 404.500 pada 19 Februari 2026.</p>
<p>Volume penjualan awal album &#8216;Arirang&#8217; mencapai 3,98 juta kopi pada hari pertama, yang seharusnya menjadi indikator positif bagi perusahaan. Namun, meskipun perusahaan melaporkan angka penjualan yang mengesankan, sentimen kehati-hatian dalam jangka pendek tetap mendominasi pasar. &#8220;Sebuah simfoni harapan dan realitas yang terjalin, mengusik ketenangan industri K-pop dan para investornya,&#8221; ungkap BisnisMarket.com.</p>
<h2>The numbers</h2>
<p>Rasio price-to-earnings (P/E) HYBE bisa mencapai sekitar 200 hingga 400 kali, yang menunjukkan ekspektasi tinggi dari investor terhadap pertumbuhan perusahaan. Namun, cedera RM BTS juga mempengaruhi pergerakan saham HYBE, menambah ketidakpastian di pasar. Kondisi pasar saham HYBE setelah comeback BTS belum dapat diprediksi secara akurat. Details remain unconfirmed.</p>
<p>NPS, sebagai pemegang saham utama di HYBE Corporation, berperan sebagai investor jangka panjang yang mengelola dana pensiun masyarakat. &#8220;NPS berperan sebagai investor jangka panjang yang mengelola dana pensiun masyarakat, sehingga tidak terlibat dalam keputusan manajerial atau urusan internal perusahaan tempat mereka berinvestasi,&#8221; kata Kim Sung Joo. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan, NPS tetap berkomitmen untuk mendukung HYBE dalam jangka panjang.</p>
<p>Kondisi antusiasme publik yang teramati di lokasi konser menjadi variabel kunci yang dianalisis oleh para pengamat pasar keuangan. Meskipun ada tantangan di pasar saham, keberhasilan penjualan album dapat memberikan harapan bagi investor dan penggemar. Namun, dengan situasi yang terus berkembang, investor diharapkan untuk tetap waspada terhadap perubahan yang mungkin terjadi di pasar.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/hybe-corporation/">Hybe Corporation Menghadapi Penurunan Saham di Tengah Comeback BTS</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
