<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>OPEC artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/opec/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 May 2026 01:15:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>OPEC artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gas minyak cair: Kenaikan Harga Dipicu oleh Ketegangan Geopolitik</title>
		<link>https://wartawarganews.com/gas-minyak-cair/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2026 01:15:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[blokade Selat Hormuz]]></category>
		<category><![CDATA[gas minyak cair]]></category>
		<category><![CDATA[geopolitik Timur Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[harga minyak]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[OPEC]]></category>
		<category><![CDATA[Pasokan Energi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/gas-minyak-cair/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kenaikan harga gas minyak cair terjadi akibat ketegangan geopolitik dan blokade Selat Hormuz. Hal ini berimbas pada inflasi dan pasokan energi global.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/gas-minyak-cair/">Gas minyak cair: Kenaikan Harga Dipicu oleh Ketegangan Geopolitik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kenaikan harga <strong>gas minyak cair</strong> terjadi akibat ketegangan geopolitik dan blokade Selat Hormuz, mempengaruhi stabilitas ekonomi global. Krisis ini telah memberikan guncangan hebat pada sektor energi.</p>
<p><strong>Fakta kunci:</strong></p>
<ul>
<li>Blokade Selat Hormuz berdampak pada pasokan energi global dan permintaan perjalanan.</li>
<li>Sekitar 900 juta barel minyak tidak diproduksi dalam beberapa bulan terakhir.</li>
<li>Harga minyak mentah jenis Brent sempat meroket lebih dari 60% hingga mencapai US$119,50 per barel.</li>
<li>Harga minyak WTI mencatat kenaikan hingga 78% sejak konflik dimulai.</li>
</ul>
<p>Wael Sawan menyatakan, &#8220;Kami melihat sekitar 900 juta barel yang tidak diproduksi dalam beberapa bulan terakhir, sebagian besar ditutup dengan menguras cadangan. Kini stok mulai menipis.&#8221; Kar Yong Ang menambahkan, &#8220;Harga minyak yang tinggi bertindak sebagai pajak bagi konsumen dan merusak permintaan agregat.&#8221; </p>
<p>Situasi semakin genting dengan ditutupnya Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Lonjakan harga energi global ini diperkirakan akan berdampak luas, mulai dari kenaikan biaya transportasi hingga tekanan inflasi di berbagai sektor.</p>
<p>Harga minyak mentah dunia jenis Brent crude mencapai US$111,78 per barel. World Bank memproyeksikan harga minyak masih berpeluang naik hingga menyentuh US$115 per barel. Uni Emirat Arab juga mengumumkan keluar dari OPEC efektif mulai 1 Mei 2026.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/gas-minyak-cair/">Gas minyak cair: Kenaikan Harga Dipicu oleh Ketegangan Geopolitik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>OPEC: Uni Emirat Arab Keluar dari Organisasi</title>
		<link>https://wartawarganews.com/opec-uni-emirat-arab-keluar-dari-organisasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 13:23:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[harga minyak]]></category>
		<category><![CDATA[kapasitas cadangan]]></category>
		<category><![CDATA[konflik kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[kuota produksi]]></category>
		<category><![CDATA[OPEC]]></category>
		<category><![CDATA[produksi minyak]]></category>
		<category><![CDATA[Uni Emirat Arab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/opec-uni-emirat-arab-keluar-dari-organisasi/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Uni Emirat Arab resmi keluar dari OPEC pada 28 April 2026, mengakhiri hampir enam dekade keanggotaan. Keputusan ini dipicu oleh ketegangan dengan Iran dan konflik kawasan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/opec-uni-emirat-arab-keluar-dari-organisasi/">OPEC: Uni Emirat Arab Keluar dari Organisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Uni Emirat Arab (UEA) resmi keluar dari <strong>OPEC</strong> pada <strong>28 April 2026</strong>, mengakhiri hampir enam dekade keanggotaan. Keputusan ini menandai perubahan besar dalam dinamika pasar minyak global. UEA mengambil langkah ini setelah mengalami ketegangan dengan Iran dan konflik kawasan yang berkepanjangan.</p>
<p>Sejak tahun 2021, UEA sudah mendorong peningkatan kuota produksi. Produksi minyak UEA pada 2025 mencapai 3,8 juta barel per hari. Namun, OPEC mencatat produksi minyak mentah kelompoknya turun ke 25,9 juta barel per hari pada kuartal I-2026.</p>
<p>UEA adalah anggota OPEC yang paling berpengaruh setelah Arab Saudi. Kapasitas cadangan UEA dan Arab Saudi bersama-sama mengendalikan lebih dari 4 juta barel per hari. UEA menargetkan kapasitas produksi 5 juta barel per hari pada 2027.</p>
<p>Beberapa pakar memperingatkan bahwa keputusan ini dapat mempengaruhi harga minyak secara global. Steve H. Hanke berkomentar, &#8220;UEA kini memiliki insentif besar untuk mengarahkan produksi minyak ke masa kini dan menjauhi masa depan.&#8221; Dia juga menyatakan, &#8220;Ambil uangnya dan kabur.&#8221; Hal ini menunjukkan kekhawatiran tentang keberlanjutan pasar minyak di tengah ketegangan geopolitik.</p>
<p>Jorge León menambahkan, &#8220;Kepergian UEA menghilangkan salah satu pilar inti yang mendukung kemampuan OPEC untuk mengelola pasar.&#8221; Dengan keluarnya UEA, OPEC mungkin menghadapi tantangan baru dalam mempertahankan stabilitas harga minyak di tengah ketidakpastian yang meningkat.</p>
<p>Pada saat yang sama, masalah yang dihadapi pasar juga telah bergeser. Steve H. Hanke menyatakan, &#8220;Masalahnya telah bergeser dari penurunan harga riil jangka panjang, menjadi kemungkinan bahwa di masa depan, mereka tidak akan mampu menjual semuanya.&#8221; Ini menunjukkan adanya kekhawatiran tentang masa depan industri minyak di tengah perubahan kebijakan dan konflik kawasan.</p>
<p>Sekarang semua mata tertuju pada bagaimana OPEC akan menanggapi perubahan ini dan dampaknya terhadap pasar global. Keluarnya UEA mungkin memaksa OPEC untuk menyesuaikan strategi produksinya agar tetap relevan dalam menghadapi tantangan baru.</p>
<p>Dengan keputusan ini, UEA menunjukkan komitmennya untuk mengejar jalur independen dalam pengelolaan sumber daya alamnya. Langkah ini bisa jadi mengubah lanskap industri energi di kawasan tersebut secara signifikan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/opec-uni-emirat-arab-keluar-dari-organisasi/">OPEC: Uni Emirat Arab Keluar dari Organisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
