<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BBCA artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/bbca/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Apr 2026 21:39:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>BBCA artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bbca: Saham  Turun Signifikan di Tengah Kinerja Laba yang Sesuai Ekspektasi</title>
		<link>https://wartawarganews.com/bbca-saham-turun-signifikan-di-tengah-kinerja-laba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 21:39:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[BBCA]]></category>
		<category><![CDATA[CASA ratio]]></category>
		<category><![CDATA[investor asing]]></category>
		<category><![CDATA[laba bersih]]></category>
		<category><![CDATA[non-performing loan]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan kredit]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi saham]]></category>
		<category><![CDATA[return on equity]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/bbca-saham-turun-signifikan-di-tengah-kinerja-laba/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saham BBCA mengalami penurunan signifikan meskipun laba bersihnya tumbuh 4% YoY. Investor asing melakukan net sell saham BBCA.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/bbca-saham-turun-signifikan-di-tengah-kinerja-laba/">Bbca: Saham  Turun Signifikan di Tengah Kinerja Laba yang Sesuai Ekspektasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saham BBCA mengalami penurunan signifikan di tengah kinerja laba yang sesuai ekspektasi analis. PT Bank Central Asia Tbk merupakan bank swasta terbesar di Indonesia. Laba bersih BBCA pada kuartal I 2026 tercatat Rp14,7 triliun, tumbuh 4% YoY. Pertumbuhan kredit juga tercatat 5,6% YoY. Namun, ini tidak cukup untuk mencegah penurunan harga saham.</p>
<p>Pada penutupan sesi I perdagangan, saham BBCA anjlok 5,45% ke Rp6.075. Saham ini bahkan sempat menyentuh Rp6.050, level terendah dalam tiga tahun terakhir. Investor asing melakukan net sell saham BBCA mencapai Rp2,10 triliun, dengan nilai total net sell sebesar Rp1,29 triliun.</p>
<p>Rasio loan to deposit (LDR) BBCA turun ke 75%, sementara rasio non-performing loan (NPL) berada di level 1,8%. Di sisi lain, CASA ratio meningkat menjadi 84%. Return on equity (ROE) tetap solid di level 22%. Rekomendasi analis untuk saham ini adalah Buy dengan target harga Rp9.200 per saham.</p>
<p>Kinerja BBCA pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang sesuai ekspektasi dengan operasional yang tetap stabil. Namun, reaksi pasar terlihat negatif setelah laporan tersebut dirilis. Analis mencatat bahwa meskipun laba bersih tumbuh, kekhawatiran tentang pertumbuhan kredit dan net sell oleh investor asing memengaruhi sentimen pasar.</p>
<p>Masih belum ada pernyataan resmi mengenai langkah-langkah yang akan diambil oleh manajemen BBCA untuk mengatasi situasi ini. Namun, para pengamat memperkirakan bahwa jika tren negatif berlanjut, investor mungkin akan lebih berhati-hati dalam berinvestasi pada saham ini.</p>
<p>Investor harus memperhatikan perkembangan lebih lanjut mengenai kinerja BBCA dan rekomendasi dari analis ke depan. Sementara itu, volatilitas saham ini mungkin akan terus berlanjut hingga ada kejelasan lebih lanjut dari pihak manajemen atau perubahan positif dalam kinerja keuangan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/bbca-saham-turun-signifikan-di-tengah-kinerja-laba/">Bbca: Saham  Turun Signifikan di Tengah Kinerja Laba yang Sesuai Ekspektasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bbca: Dividen  2026: Lianawaty Suwono Membeli Saham Sebelum Cum Date</title>
		<link>https://wartawarganews.com/bbca-dividen-2026-lianawaty-suwono-membeli-saham-sebelum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 02:43:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[BBCA]]></category>
		<category><![CDATA[bursa efek]]></category>
		<category><![CDATA[dividen]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Lianawaty Suwono]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/bbca-dividen-2026-lianawaty-suwono-membeli-saham-sebelum/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dividen BBCA untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 336 per saham, dengan cum date jatuh pada 27 Maret 2026.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/bbca-dividen-2026-lianawaty-suwono-membeli-saham-sebelum/">Bbca: Dividen  2026: Lianawaty Suwono Membeli Saham Sebelum Cum Date</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Cum date dividen merupakan periode terakhir investor dapat membeli saham agar berhak menerima dividen. Untuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), cum date dividen untuk tahun buku 2025 dijadwalkan jatuh pada 27 Maret 2026.</p>
<p>Menjelang cum date tersebut, Lianawaty Suwono melakukan pembelian 300.000 unit saham BBCA pada 16 Maret 2026 dengan harga Rp 6.750 per saham. Total dana yang dikeluarkan untuk pembelian saham tersebut mencapai Rp 2,02 miliar.</p>
<p>Dividen yang akan dibayarkan untuk tahun buku 2025 adalah sebesar Rp 336 per saham, dengan sisa dividen yang akan dibayarkan sebesar Rp 281 per saham. Harga saham BBCA ditutup pada Rp 6.775 per saham pada 17 Maret 2026, menunjukkan sedikit kenaikan setelah pembelian Lianawaty.</p>
<p>Namun, saham BBCA mengalami penurunan yang signifikan, anjlok 16,1% sepanjang tahun 2026. Dalam sepekan terakhir, saham BBCA melemah 2,87%, dan turun 5,9% dalam sebulan terakhir. Selain itu, terdapat net sell asing yang mencapai Rp 216,8 miliar pada 17 Maret 2026.</p>
<p>Dengan potensi dividend yield mencapai sekitar 4,15%, investor masih melihat peluang dalam saham BBCA meskipun kondisi pasar yang tidak stabil. Observasi dari para analis menunjukkan bahwa investor harus mempertimbangkan risiko yang ada sebelum melakukan investasi lebih lanjut.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/bbca-dividen-2026-lianawaty-suwono-membeli-saham-sebelum/">Bbca: Dividen  2026: Lianawaty Suwono Membeli Saham Sebelum Cum Date</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
