Mantan Direktur Teknik Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Paolo Maldini, mengungkapkan upaya untuk merekrut Pep Guardiola sebagai pelatih timnas Italia. Maldini menyatakan bahwa Guardiola hampir menerima tawaran tersebut.
Kursi pelatih timnas Italia sempat kosong setelah Gennaro Gattuso mundur pada April lalu, menyusul kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Pada akhirnya, Roberto Mancini ditunjuk untuk melatih Gli Azzurri.
Selama menjabat sebagai Direktur Teknik FIGC, Maldini sempat mendekati Guardiola dan Carlo Ancelotti. Ancelotti menolak tawaran tersebut karena menghormati kontraknya dengan timnas Brasil.
Maldini mengklaim bahwa Guardiola, yang baru saja menganggur setelah meninggalkan Manchester City, sempat tertarik dengan tawaran tersebut. Namun, Guardiola akhirnya menolak karena ingin beristirahat.
“Dia sempat menyampaikan keinginannya untuk melatih tim nasional kepada beberapa temannya. Kami mengunjunginya di Barcelona, kami makan siang bareng, kami bicara sepanjang hari,” ujar Maldini kepada Corriere della Sera. “Dia sangat tertarik. Dia sudah hampir menerimanya. Dia bahkan mulai menulis formasi di selembar kertas.”
Laporan yang beredar di Italia menyebutkan bahwa Guardiola meminta bayaran 20 juta euro per musim. Namun, Maldini membantah bahwa persoalan bayaran menjadi penghambat.
“Jelas bukan. Uang tidak pernah jadi masalah. Pep bilang dengan jelas kepada kami: Beri aku satu euro lebih sedikit daripada yang didapat pelatih sebelumnya dan aku tidak masalah,” kata Maldini.
Maldini juga menyebutkan bahwa timnas Italia sebenarnya sudah sangat dekat dengan Pep Guardiola, namun eks juru taktik Manchester City itu mengaku ingin rehat lebih dulu dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
“Kami sudah sangat dekat dengan kesepakatan, Pep bersedia menerima gaji sama dengan pelatih sebelumnya dan bahkan sudah mulai memikirkan soal pemain serta potensi susunan tim,” ungkap Maldini. “Namun, beberapa hari kemudian, Pep memutuskan untuk menolak karena ia merasa lelah dan ingin menghabiskan waktu bersama keluarganya dan kami menghargai keputusan itu.”
Alternatif Pelatih Muda
Setelah upaya merekrut Pep Guardiola gagal, muncul nama Andrea Pirlo. Maldini sempat ditunjuk sebagai Direktur Teknik FIGC, namun hanya menjabat selama 16 hari.
Maldini, bersama mantan rekan satu timnya di AC Milan, Leonardo, yang berperan sebagai penasihat teknis di FIGC, mundur setelah pencalonan Andrea Pirlo untuk menangani timnas Italia ditolak oleh federasi.
Keterkaitan dengan perusahaan taruhan Rusia membuat Pirlo kemudian batal menangani Gli Azzurri. FIGC akhirnya menunjuk Roberto Mancini untuk periode keduanya menangani timnas Italia.
Maldini membuka tabir soal kandidat pelatih yang sebenarnya didekati saat dirinya menjabat sebagai Direktur Teknik FIGC. Dua nama besar muncul, yaitu Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti, sebelum FIGC dan Maldini berubah haluan untuk mencari pelatih lainnya.
Maldini mengaku bahwa timnas Italia sejatinya sudah sangat dekat dengan Pep Guardiola, tetapi eks juru taktik Manchester City itu mengaku ingin rehat lebih dulu dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Maldini juga sempat memikirkan Daniele De Rossi dan Fabio Grosso sebagai pelatih timnas. “Pirlo? Ide kami terkait dengan teknik. Dengan permainan ofensif. Dengan sebuah perubahan. Di Italia kami tertinggal dalam banyak hal. Kami ingin pembinaan para pemain muda didasarkan bukan pada penekanan taktik yang berlebihan, melainkan pada teknik, duel satu lawan satu, mentalitas ofensif. Dan kami menginginkan pelatih muda, yang punya sejarah di tim nasional Italia. Nama-namanya ada tiga,” jelas Maldini.
Dua kandidat setelah Pirlo yang sejatinya ditunggu Maldini ialah pelatih Genoa, Daniele De Rossi dan pelatih baru Fiorentina, Fabio Grosso.
“Kami menginginkan pelatih muda yang memiliki rekam jejak di tim nasional. Ada tiga nama, yaitu Andrea Pirlo, Daniele De Rossi dan Fabio Grosso,” ungkap Maldini.
Maldini menambahkan, “Ada tiga juara Piala Dunia 2026. Namun, Presiden memberi tahu kami bahwa berdasarkan kesepakatan yang mengantarkannya terpilih dengan dukungan semua klub kecuali Lazio, kami tidak boleh mengambil pelatih mana pun dari tim-tim Serie A.”
“Pada akhir Juli, tim-tim sudah memulai pramusim dan sulit untuk mengubah arah. Malagò mengatakan hal itu tidak bisa dilakukan, jadi kami pun melanjutkan langkah dengan Pirlo,” imbuh Maldini.
Source: sport.detik.com










