Pertandingan antara Persib Bandung dan PSIM Yogyakarta pada 4 Mei 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tidak disiarkan di televisi. Keputusan ini memicu kekecewaan di kalangan suporter, terutama bagi Bobotoh yang berharap dapat menyaksikan tim kesayangannya.
Pertandingan ini merupakan pekan ke-31 dari Super League 2025/2026. Saat ini, Persib Bandung berada di puncak klasemen dengan 69 poin, sementara PSIM Yogyakarta menduduki posisi ke-11 dengan 39 poin. Laga ini sangat penting bagi kedua tim dalam konteks kompetisi.
Berdasarkan regulasi kompetisi, Brajamusti diminta untuk tidak datang ke stadion. Hal ini menambah ketegangan menjelang pertandingan. Persib Bandung belum mengalami kekalahan dalam 18 pertandingan terakhir di kompetisi domestik. Di sisi lain, PSIM Yogyakarta belum meraih kemenangan dalam tujuh laga terakhir.
Pada putaran pertama, Persib Bandung kalah dalam dua eksekusi penalti saat bertemu PSIM. Pelatih Bojan Hodak mengungkapkan optimisme menjelang pertandingan ini. “Jika kami memenangkan semua pertandingan, kami akan menjadi nomor satu,” ujarnya.
Sementara itu, beberapa netizen menyuarakan kekecewaan mereka terkait siaran pertandingan. Salah satu dari mereka mengatakan, “Hmm sepertinya ada sesuatu yang janggal. Alasan nggak disiarkan biar bisa main curang ya mafia?” Perdebatan tentang tuduhan rasisme juga muncul di media sosial menjelang laga ini.
Pertandingan ini menjadi momen krusial untuk kedua tim. Persib berambisi untuk mempertahankan posisi puncak klasemen dan meraih gelar juara liga untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Sementara itu, PSIM perlu meraih kemenangan untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen.
Kekalahan atau hasil imbang bagi PSIM dapat semakin memperburuk situasi mereka dalam kompetisi ini. Dengan tekanan yang tinggi dari suporter dan situasi yang ada, laga ini diprediksi akan berlangsung sengit.











