Marcos Llorente, pesepak bola terkenal, baru-baru ini menolak penggunaan krim tabir surya dalam rekomendasinya di Instagram. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan dari sinar UV, terutama setelah adanya peningkatan kasus melanoma di kalangan masyarakat.
Dr. Ángel Pizarro, seorang dermatolog, mengkritik klaim Llorente yang mengaitkan peningkatan kasus melanoma dengan penjualan tabir surya. Menurut Pizarro, jika Llorente menghabiskan beberapa jam di konsultasi dermatologi dan melihat beberapa foto pasien, ia akan memahami manfaat dari sebagian pesannya, tetapi juga risiko besar yang menyertainya.
Llorente menyarankan tujuh alternatif untuk melindungi diri dari sinar matahari, termasuk mencari tempat teduh dan menggunakan pakaian. Namun, Elena Godoy, seorang dermatolog, menyatakan bahwa beberapa saran Llorente sejalan dengan anjuran dermatolog, tetapi tidak cukup untuk perlindungan menyeluruh.
Pizarro menjelaskan bahwa melanin tidak memberikan perlindungan mutlak terhadap sinar UV, dan Maria José Cachafeiro menegaskan bahwa peningkatan kasus melanoma tidak disebabkan oleh penggunaan tabir surya. Godoy juga menekankan pentingnya penggunaan krim tabir surya untuk area tubuh yang sulit dilindungi dengan pakaian.
Llorente mengklaim bahwa ‘callo solar’ atau kulit menebal dapat melindungi dari sinar matahari, tetapi Cachafeiro menjelaskan bahwa penyamakan kulit adalah respons terhadap kerusakan sebelumnya, bukan perlindungan awal. Pizarro menambahkan bahwa hidrasi kulit tidak hanya bergantung pada minum air, tetapi juga pada penggunaan krim pelembap.
Dalam rekomendasinya, Llorente juga menyarankan untuk ‘makan seperti manusia’ agar kulit merespons cahaya lebih baik dan merekomendasikan untuk ‘terhubung dengan alam’ sebagai cara untuk beradaptasi lebih baik terhadap sinar matahari. Namun, Godoy memperingatkan bahwa mengecilkan insiden melanoma di Spanyol dengan menyatakan bahwa perlindungan matahari tidak berfungsi adalah penyederhanaan yang dapat menimbulkan kebingungan.
Elena Godoy menekankan, “Jika tidak bisa dengan pakaian, maka harus dilindungi dengan krim. Di Eropa, krim tabir surya diatur sangat ketat dan memiliki dukungan ilmiah yang luas terkait pencegahan kanker kulit.” Terserah kita, sebagai pengguna, untuk mencari sumber yang tepat dan berbasis ilmiah.














