wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Zenit: Keamanan di Basilika Santo Petrus: Langkah Baru Setelah Insiden

zenit — ID news

Angka-angka

Pada 17 Maret 2026, keamanan di Basilika Santo Petrus, Kota Vatikan, diperketat dengan pemasangan panel rendah di sekitar Altar Pengakuan. Langkah ini diambil setelah serangkaian insiden yang mengganggu ketenangan situs suci ini, termasuk kerusakan pada barang-barang bersejarah dan tindakan tidak pantas oleh pengunjung.

Panel baru ini terbuat dari polikarbonat yang dapat dipindahkan, memungkinkan fleksibilitas dalam pengaturan ruang. Insiden terakhir yang memicu tindakan ini terjadi pada Februari 2025, ketika seorang pria merusak enam lilin abad ke-19 yang bernilai sekitar 30.000 euro. Selain itu, pada Oktober 2025, seorang individu melakukan tindakan tidak senonoh di dekat altar utama, yang mengharuskan diadakannya ritus peniten.

Cardinal Mauro Gambetti, yang bertanggung jawab atas keamanan di basilika, mengungkapkan bahwa “insiden-insiden ini harus dilihat dalam konteks skala situs itu sendiri.” Dengan sekitar 20 juta peziarah yang mengunjungi basilika pada tahun 2025, keamanan menjadi prioritas utama. Biasanya, keamanan di basilika melibatkan antara 40 hingga 60 personel.

Sejak pemilihan Pope Leo XIV pada Mei 2025, setelah wafatnya Pope Francis, perhatian terhadap keamanan semakin meningkat. Pada 3 Juli 2026, Pope Leo XIV akan menerima Medali Kebebasan AS, yang merupakan penghargaan pertama bagi seorang paus sejak medali ini diciptakan pada tahun 1988. Penghargaan ini mengakui advokasi paus untuk kebebasan beragama dan ekspresi.

Dalam konteks ini, tindakan keamanan baru diambil sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi oleh situs bersejarah ini. “Solusi saat ini—panel rendah yang dapat dilepas—mencerminkan keseimbangan yang harus dicapai antara aksesibilitas dan perlindungan,” tambah Gambetti.

Sejarah perlindungan kebebasan beragama, yang dimulai dengan Amandemen Pertama di Amerika Serikat, juga menjadi latar belakang penting dalam diskusi ini. Perlindungan ini muncul sebagai perubahan radikal dari warisan negara-negara Eropa yang penuh dengan konflik sektarian.

Reaksi awal terhadap langkah-langkah keamanan ini menunjukkan dukungan dari berbagai kalangan, dengan banyak yang menyadari pentingnya melindungi situs suci tanpa mengorbankan pengalaman pengunjung. “Menghormati paus bukan hanya tentang mengakui individu, tetapi juga tentang menceritakan kisah yang lebih panjang,” ungkap seorang juru bicara Vatikan.

Keamanan di Basilika Santo Petrus terus menjadi perhatian utama, dan dengan tindakan baru ini, diharapkan pengalaman para peziarah dapat tetap terjaga dalam suasana yang aman dan damai. Detail tetap belum terkonfirmasi mengenai bagaimana panel baru ini akan diintegrasikan ke dalam struktur yang ada.