Wout Weghorst mencetak gol penyama kedudukan dalam pertandingan antara Ajax dan FC Twente, namun Ajax akhirnya kalah 1-2. Kekalahan ini menambah ketegangan di dalam tim Ajax Amsterdam.
Weghorst berhasil mencetak gol pada menit ke-32, tetapi tidak cukup untuk menghindari kekalahan. Dia digantikan oleh Don-Angelo Konadu pada menit ke-71, yang menjadi momen yang menuai banyak perhatian.
Setelah pertandingan, analis Johan Derksen mengkritik sikap Weghorst, menyatakan, “Saya sangat kesal dengan Wout Weghorst. Dia memiliki semacam kesombongan yang berlebihan, dan berjalan ke lapangan seolah-olah dia adalah Yesus Kristus.” Derksen juga menambahkan bahwa jika dia adalah pelatih Ajax, dia tidak akan memainkannya selama tiga minggu pertama.
Weghorst, yang memiliki kontrak dengan Ajax hingga 30 Juni tahun ini, telah bermain sebanyak 59 pertandingan untuk klub tersebut, mencetak 19 gol dan memberikan 4 assist. Namun, performanya belakangan ini telah menjadi sorotan.
Wim Kieft, mantan pemain, memberikan pandangannya dengan mengatakan, “Saya mengerti mengapa Weghorst marah.” Ini menunjukkan bahwa ada pemahaman terhadap emosinya, meskipun kritik tetap mengalir.
Kekalahan ini bukan hanya hasil dari performa individu, tetapi juga mencerminkan masalah yang lebih besar dalam tim Ajax. Atmosfer internal di Ajax menjadi semakin tegang setelah hasil buruk ini.
Ajax kini harus menghadapi tantangan untuk memperbaiki performa mereka di pertandingan mendatang. Dengan situasi yang tidak menentu, pelatih Óscar García mungkin perlu mempertimbangkan strategi baru untuk mengembalikan kepercayaan tim.
Detail mengenai langkah selanjutnya bagi Weghorst dan Ajax masih belum jelas. Apakah Weghorst akan tetap menjadi bagian dari skema permainan atau akan ada perubahan lebih lanjut dalam susunan tim, masih harus dilihat.












