PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. sebelumnya diharapkan dapat mempertahankan kinerja keuangannya setelah mencatat laba pada tahun 2021. Namun, pada tahun ini, perusahaan mengalami penurunan pendapatan yang signifikan, mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp13,32 triliun, yang turun 30,74% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pendapatan dari segmen infrastruktur dan gedung, yang merupakan salah satu andalan perusahaan, terpangkas 40,12% menjadi Rp5,64 triliun. Selain itu, pendapatan dari segmen industri juga mengalami penurunan sebesar 29,52% menjadi Rp3,73 triliun. Penurunan ini menunjukkan dampak yang luas pada berbagai sektor yang dikelola oleh WIKA.
Segmen energi dan industrial plant juga tidak luput dari penurunan, dengan pendapatan turun 5,73% menjadi Rp3,14 triliun. Yang lebih mencolok, pendapatan dari segmen hotel mengalami penurunan drastis sebesar 66% menjadi Rp298,60 miliar. Namun, ada sedikit kabar baik dengan pertumbuhan pendapatan dari segmen realty dan properti yang meningkat 68,71% menjadi Rp276,55 miliar.
Akibat dari penurunan pendapatan ini, WIKA mencatat rugi neto sebesar Rp10,13 triliun, meningkat 303,18% dibandingkan tahun lalu. Rugi bersih tercatat sebesar Rp9,71 triliun, melebar 328,31% (YoY). Total aset perusahaan juga mengalami penurunan sebesar 21% menjadi Rp50,15 triliun, sementara ekuitas terpangkas 85,8% menjadi Rp1,68 triliun.
Dalam upaya untuk mengatasi situasi ini, Ngatemin, perwakilan perusahaan, menyatakan, “Perseroan akan terus berupaya melakukan restrukturisasi komprehensif untuk menurunkan beban keuangan atas penugasan yang dikerjakan dan divestasi atas aset yang belum dapat memberikan laba bagi perseroan.” Ini menunjukkan bahwa perusahaan sedang mencari cara untuk memperbaiki kinerjanya di tengah tantangan yang ada.
Dengan total liabilitas yang tercatat turun 6,07% menjadi Rp48,46 triliun, WIKA berusaha untuk menstabilkan posisinya di pasar. Beban pokok pendapatan sepanjang tahun ini mencapai Rp12,19 triliun, turun 31,18% (YoY), yang menunjukkan adanya upaya pengendalian biaya meskipun pendapatan menurun.
Perubahan ini menciptakan tantangan besar bagi PT Wijaya Karya, yang sebelumnya diharapkan dapat terus tumbuh dan berkontribusi pada sektor infrastruktur di Indonesia. Dengan langkah-langkah restrukturisasi yang sedang dilakukan, masa depan perusahaan akan sangat bergantung pada kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah.
Details remain unconfirmed.













