wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Roberto Mancini kembali ditunjuk sebagai pelatih timnas Italia

Mancini Kembali Ditunjuk Jadi Pelatih Italia, Ranieri Gantikan Posisi Maldini

Mancini Kembali Memimpin Gli Azzurri

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) secara resmi menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih Timnas Italia. Penunjukan ini menandai periode kedua bagi pelatih berusia 61 tahun tersebut dalam memimpin Gli Azzurri. Keputusan ini diambil sehari setelah Andrea Pirlo batal menjadi kandidat dan Paolo Maldini mengundurkan diri dari posisi direktur teknik FIGC.

Kursi pelatih Italia sebelumnya kosong setelah Gennaro Gattuso mengakhiri kerja sama pada April 2026. Pengakhiran kerja sama tersebut menyusul kegagalan Italia untuk lolos ke putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Presiden FIGC, Giovanni Malago, menyatakan keyakinannya terhadap Mancini. “Saya percaya bahwa orang terbaik untuk menjadi pelatih kepala adalah Roberto Mancini,” kata Giovanni Malago.

Pergantian di Posisi Direktur Teknik dan Kontroversi Pirlo

Sementara itu, Claudio Ranieri dipercaya untuk mengisi posisi direktur teknik, menggantikan Paolo Maldini. Sebelumnya, Maldini dan penasihatnya, Leonardo, memilih mundur setelah FIGC memutuskan untuk tidak menunjuk Pirlo sebagai pelatih. Pembatalan pengangkatan Pirlo dianggap sebagai serangan terhadap otonomi mereka.

Andrea Pirlo sempat menjadi kandidat utama untuk posisi pelatih. Namun, proses tersebut tidak berlanjut setelah muncul kontroversi terkait hubungannya dengan perusahaan taruhan asal Rusia. Laporan menyebutkan bahwa Pirlo memiliki kontrak sebagai duta global dengan perusahaan taruhan Rusia, yang menjadi masalah sensitif di luar lapangan. Meskipun Pirlo telah mengklarifikasi bahwa tidak ada unsur politik di baliknya, Malago membatalkan pertemuan untuk membahas formalitas pengangkatannya.

Rekam Jejak Roberto Mancini

Roberto Mancini bukanlah sosok asing bagi Timnas Italia. Ia pernah menangani Gli Azzurri pada periode 2018 hingga 2023. Selama masa kepelatihannya, ia berhasil mempersembahkan gelar Euro 2020 setelah mengalahkan Inggris di partai final. Di bawah arahannya, Italia juga sempat mencatat rekor 37 pertandingan tanpa kekalahan.

Namun, perjalanan tersebut diakhiri dengan kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022 setelah kalah dari Makedonia Utara pada babak play-off. Mancini kemudian mengundurkan diri pada Agustus 2023. Setelah meninggalkan Italia, ia sempat melatih Timnas Arab Saudi sebelum menerima tawaran dari klub Qatar, Al Sadd. Bersama Al Sadd, Mancini berhasil membawa tim meraih gelar Liga Bintang Qatar. Ia mengakhiri masa tugasnya di klub tersebut pada Juni 2026.

Sebelum melatih tim nasional, Mancini memiliki pengalaman panjang di level klub. Ia pernah membawa Manchester City meraih gelar Liga Inggris pada 2012. Selain itu, ia juga memenangkan Coppa Italia bersama Lazio dan Inter Milan. Bersama Inter, ia juga mempersembahkan tiga gelar Serie A.

Generasi yang mengangkat Piala Dunia di bawah pimpinan Marcello Lippi ini menyangka mampu mengulang kejayaan dari bangku cadangan, tetapi mereka menyadari bahwa kejeniusan dalam bermain tidak serta-merta berarti kejeniusan dalam melatih. Pukulan terakhir yang mematahkan generasi ini datang pekan ini dari arah yang tidak diduga siapa pun, dengan penyingkiran Andrea Pirlo pada saat-saat terakhir.

Dari Gattuso yang menyia-nyiakan mimpi Piala Dunia ketiga secara beruntun, hingga Cannavaro yang tersesat di rimba Asia, dan melewati nama-nama besar yang mencari peluang di divisi kedua atau keempat, tampaknya kutukan “generasi Lippi” tidak mengecualikan siapa pun. Lalu bagaimana generasi emas yang menjatuhkan Prancis dan Zidane berubah menjadi generasi yang gagal bahkan untuk menyelamatkan dirinya sendiri?

Andrea Pirlo, sang maestro yang tenang dan pemilik tendangan ikonik di semifinal Piala Dunia, tinggal selangkah lagi mewujudkan mimpi kembali memimpin Gli Azzurri, sebelum ia disingkirkan pada saat-saat terakhir dengan tuduhan “hubungan dengan Rusia”, sebuah penyingkiran yang memalukan dan tak lain merupakan babak baru dalam rangkaian panjang kejatuhan.

Presiden FIGC Giovanni Malago kemudian memastikan pilihan federasi jatuh kepada Mancini, yang diumumkan pada 28 Juli 2026.

Source: bola.kompas.com