wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Gianyar: Persebaya raih gelar Piala Presiden 2026 usai kalahkan Persib lewat adu penalti

Hasil Persib Vs Persebaya 1-1 (5-6 ap): Bajul Ijo Juara Piala Presiden 2026

Persebaya Surabaya berhasil meraih trofi Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti dengan skor 6-5. Pertandingan final yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Kamis (6/8/2026) malam, berakhir imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu.

Ini merupakan gelar Piala Presiden pertama bagi Bajul Ijo, julukan Persebaya, dan menjadi modal positif menjelang kompetisi musim 2026/2027.

Jalannya Pertandingan dan Gol Pembuka

Persib Bandung memulai pertandingan dengan menekan sejak babak pertama. Namun, Persebaya Surabaya berhasil membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui aksi Ramadhan Sananta. Gol tersebut tercipta setelah Sananta memanfaatkan umpan dari Rachmat Irianto yang datang dari sisi kiri pertahanan Persib Bandung.

Keunggulan Persebaya tidak bertahan lama. Hanya berselang lima menit, Persib Bandung berhasil menyamakan kedudukan. Pada menit ke-25, Patricio Matricardi mengonversi umpan pendek hasil sundulan Uilliam Barros menjadi gol. Skor 1-1 bertahan hingga akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, kedua tim melakukan pergantian pemain bertipe menyerang untuk menambah daya gedor. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, melakukan rotasi, termasuk memasukkan Reza Arya menggantikan Ernando Ari di bawah mistar gawang pada awal babak kedua.

Persib sempat mengambil inisiatif permainan dan lebih banyak menguasai bola, mencoba membongkar pertahanan Persebaya. Pada menit ke-50, Riyan Ardiansyah melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan serangan Persib. Persebaya juga memiliki peluang pada menit ke-62 ketika sundulan Yuran Fernandes menyambut umpan bola mati masih bisa dihalau pemain bertahan Persib.

Untuk menjaga intensitas, Bernardo Tavares kembali melakukan penyegaran pada menit ke-64, dengan memasukkan Toni Firmansyah, Ricky Pratama, dan Yann Mabella. Pada menit ke-80, Gledson Paixao masuk menggantikan Ramadhan Sananta untuk memperkuat lini tengah.

Meskipun kedua tim saling bergantian membangun serangan, disiplin lini pertahanan membuat skor 1-1 tidak berubah hingga peluit panjang babak kedua dibunyikan, memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Drama Extra Time dan Adu Penalti

Di babak tambahan waktu pertama, Persebaya langsung tampil menekan. Miguel Pereira hampir membawa Bajul Ijo unggul kembali pada menit pertama babak extra time, namun sundulannya masih melenceng tipis. Pertandingan kembali berlangsung ketat, dengan kedua tim berusaha mencari celah, tetapi skor 1-1 tetap bertahan hingga akhir babak tambahan waktu pertama.

Memasuki babak tambahan waktu kedua, ritme pertandingan tidak banyak berubah. Persebaya mendapatkan peluang melalui tendangan bebas Jefferson Silva pada menit ke-106, namun bola masih melebar tipis. Petaka menimpa Persib pada menit ke-112 ketika Mariano Peralta menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Francisco Rivera. Rivera kemudian digantikan oleh Diogo Ramalho.

Meskipun bermain dengan 10 orang, Persib lebih banyak bertahan untuk membawa pertandingan ke adu penalti. Tambahan waktu tiga menit di babak kedua extra time tidak mengubah keadaan, sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

h
h Credit: bola.kompas.com

Pada babak adu penalti, kiper Persebaya Surabaya, Reza Arya, menjadi pahlawan dengan berhasil menepis dua tendangan penalti Persib Bandung. Penjaga gawang berusia 26 tahun itu menggagalkan eksekusi pertama Persib dari Uilliam Barros. Sementara itu, eksekutor perdana Persebaya, Miguel Pereira, berhasil mengecoh kiper Persib, Fitrah Maulana.

Pada penendang kedua, Patricio Matricardi dari Persib dan Risto Mitrevski dari Persebaya sama-sama berhasil mencetak gol. Penendang ketiga, Ramon Tanque untuk Persib dan Yann Mabella untuk Persebaya, juga sukses. Begitu pula dengan eksekutor keempat, Kakang Rudianto dan Diogo Ramalho.

Drama terjadi pada penendang kelima. Setelah Julio Cesar dari Persib berhasil, sepakan Yuran Fernandes dari Persebaya berhasil dimentahkan oleh Fitrah Maulana, membuat kedudukan kembali imbang.

Pada babak sudden death, penendang keenam Persib, Dedi Kusnandar, dan eksekutor Persebaya, Walber Mota, berhasil menyarangkan bola. Kemenangan Persebaya Surabaya akhirnya dipastikan pada tembakan ketujuh, setelah Reza Arya mampu menepis tembakan Hamra Hehanusa dari Persib, disusul dengan keberhasilan Gledson mengeksekusi penalti untuk Persebaya. Gledson berhasil mengecoh Fitrah Maulana, memastikan Persebaya keluar sebagai juara Piala Presiden 2026.

Credit: persebaya.id

Peran Kunci Reza Arya dan Pujian Pelatih

Reza Arya Pratama menjadi sosok kunci dalam kemenangan Persebaya. Ia menepis dua penalti Persib Bandung dalam adu penalti. Reza menyebut gelar ini sebagai trofi keduanya bersama pelatih Bernardo Tavares, dan menjadi modal penting untuk menjaga konsistensi Persebaya di Indonesia Super League.

Pelatih Bernardo Tavares memuji perjuangan timnya, terutama mengingat waktu pemulihan yang singkat. Ia menyatakan kebanggaannya atas kemenangan ini, yang mengakhiri penantian Persebaya selama 22 tahun tanpa gelar juara besar. Tavares juga mengungkapkan bahwa ia pernah mengalami pengalaman pahit serupa di liga lain, yaitu kehilangan trofi lewat adu penalti di final, sehingga kemenangan kali ini sangat membahagiakan baginya.

Tavares menekankan pentingnya semangat juang tim yang tetap terjaga hingga akhir pertandingan, dan berharap hal ini dapat dipertahankan. Ia juga mengajak para suporter, Bonek dan Bonita, untuk memadati stadion pada laga uji coba internasional Persebaya Surabaya melawan Penang FC pada tanggal 15 Agustus 2026 di Gelora Bung Tomo, Surabaya, sebagai bentuk apresiasi kepada para pemain.

Source: bola.kompas.com