Babak Pertama Berakhir Tanpa Gol
Pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta dalam laga perdana Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu malam berakhir dengan skor imbang 0-0 di babak pertama. Kedua tim menunjukkan permainan yang disiplin, dengan Persebaya beberapa kali menciptakan ancaman ke pertahanan lawan.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim berupaya mengambil inisiatif permainan. Persebaya, yang dijuluki Bajol Ijo, berusaha mencari celah di lini belakang Persija yang rapat. Namun, hingga menit ketujuh, belum ada peluang bersih yang tercipta dari kedua belah pihak.
Pada menit kedelapan, Persija hampir saja membuka keunggulan. Beruntung, Yuran Fernandes dari Persebaya sigap menghalau bola, mencegah ancaman ke gawang timnya. Satu menit kemudian, Ernando Ari, penjaga gawang Persebaya, melakukan penyelamatan penting dengan menepis sepakan jarak dekat pemain Persija, menjaga skor tetap imbang.
Memasuki pertengahan babak pertama, Persebaya mulai berani menekan. Pada menit ke-23, Ricky Pratama melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti yang sayangnya masih melenceng tipis dari gawang Persija.
Pada menit ke-35, gelandang asal Portugal, Miguel Pereira, menunjukkan aksi individu dengan melewati beberapa pemain Persija sebelum melepaskan tembakan. Namun, upaya tersebut berhasil diamankan oleh kiper lawan. Lima menit berselang, Francisco Rivera mencoba peruntungan melalui tendangan bebas, tetapi eksekusinya juga berhasil dihalau penjaga gawang Persija.
Di masa injury time, tepatnya menit 45+3, Miguel Pereira kembali mengancam dengan sepakan jarak jauh dari luar kotak penalti, namun bola masih melambung di atas mistar gawang. Hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama, skor tetap 0-0.

Dominasi Persebaya dan Debut Shin Tae Yong
Persebaya tampil dengan skuad terbaiknya di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares, yang ingin menunjukkan bahwa timnya sudah memiliki chemistry meskipun persiapan singkat. Di sisi lain, Persija, yang kini dilatih oleh Shin Tae Yong, menurunkan pemain-pemain muda seperti Agi Firmansyah, Victor Dethan, Figo Dennis, dan Fajar Faturrahman.
Situasi ini membuat Persebaya mendominasi tekanan, terutama karena bermain di kandang sendiri, yang meningkatkan motivasi Malik Risaldi dan rekan-rekannya. Meskipun demikian, pertahanan Macan Kemayoran, julukan Persija, yang dikawal oleh Denis Kolinger dan Radovan Pankov, cukup solid dan menyulitkan pemain Persebaya.
Setelah turun minum, dominasi Bajol Ijo berlanjut, namun seperti babak pertama, tidak banyak peluang berbahaya yang tercipta. Namun, pada menit ke-64, dalam situasi yang tidak berbahaya, gawang Persija kebobolan akibat gol bunuh diri Pankov yang disebabkan oleh miskomunikasi dengan Aqil Savik.
Sebagai respons atas gol tersebut, Shin Tae Yong memasukkan Pratama Arhan, menandai debut pemain tersebut yang sebelumnya berkiprah di Jepang, Korea Selatan, dan Thailand. Meskipun Persija sempat mencetak gol, gol tersebut dianulir. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta, dan debut Shin Tae Yong bersama Macan Kemayoran ternoda oleh hasil pertandingan ini.

Fokus Bernardo Tavares pada Pembentukan Tim
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memanfaatkan Piala Presiden 2026 sebagai ajang untuk membangun fondasi tim sebelum dimulainya Super League 2026-2027. Tavares menekankan pentingnya membangun chemistry antar pemain dan mengevaluasi kekurangan tim secara menyeluruh.
Menurut Tavares, partisipasi di kompetisi ini memberikan kesempatan bagi Persebaya untuk menjalani pertandingan yang kompetitif. Target utamanya adalah membangun dan mengembangkan tim, sehingga pertandingan seperti ini sangat penting bagi mereka. Meskipun kemenangan diupayakan, Tavares tidak menganggapnya sebagai prioritas utama saat ini, mengingat tim masih dalam proses pembentukan.
Tavares menyadari bahwa pertandingan melawan Persija bukanlah laga yang mudah, mengingat kualitas tim lawan yang kini ditangani oleh pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong, dan memiliki sejumlah pemain berpengalaman. Kondisi ini menjadikan Persija sebagai tim yang patut diperhitungkan dalam persaingan Piala Presiden 2026.
Strategi rotasi dan perubahan pemain akan diterapkan oleh Tavares, terutama karena beberapa pemain baru belum pernah bermain di Indonesia. Ia ingin melihat kemampuan seluruh pemain dan memberikan waktu bagi mereka untuk membangun chemistry dengan rekan-rekannya, yang merupakan bagian penting dari proses yang sedang dijalani tim.
Susunan pemain Persebaya dalam formasi 4-3-3 meliputi Ernando Ari; Arief Catur, Risto Mitrevski, Yuran Fernandes, Jefferson Silva; Diogo Ramalho, Gledson Paixao, Francisco Rivera; Dicky Kurniawan, Alex Martins, dan Ramadhan Sananta pada pertandingan tersebut.
Source: persebaya.id










