Apakah PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co. Tbk terlibat dalam penjualan produk susu yang seharusnya tidak diperjualbelikan? Ya, Ultrajaya telah menghentikan distribusi produk susu kepada pemasok yang menjual susu berlabel ‘Tidak Untuk Diperjualbelikan’.
Corporate Secretary Ultrajaya, Helina Widayani, mengonfirmasi bahwa produk tersebut telah ditarik sepenuhnya dari peredaran komersial. Penarikan ini dilakukan setelah susu program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditemukan dijual di minimarket seharga Rp4.000 per kemasan 125 mililiter.
Dalam pernyataannya, Helina menegaskan, “Pihak pemasok yang menjual susu sekolah ke outlet tersebut sudah kami stop pengirimannya dan tidak akan diberikan pasokan susu sekolah di masa mendatang.” Hal ini menunjukkan tindakan tegas Ultrajaya terhadap pemasok yang melanggar ketentuan.
Badan Gizi Nasional (BGN) juga menegaskan bahwa mereka tidak memiliki ikatan kontrak eksklusif dengan produsen susu manapun. Dadan Hindayana, perwakilan BGN, menyatakan, “BGN tidak pernah membuat kontrak dan berkomitmen dengan produsen manapun.”
Kasus ini mencuat setelah susu yang seharusnya tidak diperjualbelikan ditemukan di minimarket. Nanik Sudaryati Deyang dari BGN menambahkan, “Itu kan bukan produknya kita. Kita MBG nggak pernah punya, bikin susu.” Ini menegaskan bahwa susu yang dijual tidak berasal dari program resmi BGN.
Ultrajaya memastikan bahwa produk yang ada di minimarket diduga dilakukan oleh salah satu pemasok nakal. Pemasok yang terlibat dalam kasus ini telah diputus kerja sama secara permanen, menandakan langkah serius dari Ultrajaya untuk menjaga integritas produk mereka.
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk didirikan pada 1958 di Bandung, Jawa Barat, dan bergerak di industri makanan dan minuman, khususnya minuman susu dan teh. Perusahaan ini memiliki reputasi yang kuat dalam menyediakan produk berkualitas tinggi kepada konsumen.
Ke depan, Ultrajaya berkomitmen untuk memastikan bahwa produk mereka tidak lagi disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun, detail lebih lanjut mengenai langkah-langkah yang akan diambil masih belum terkonfirmasi.













