Himpunan Mahasiswa Islam Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (HMI FK UB) sebelumnya dikenal dengan struktur organisasi yang lebih tradisional dan fokus terbatas pada isu-isu internal kampus. Namun, saat ini, HMI FK UB memasuki fase baru yang disebut sebagai ‘revolusi organisasi’.
Perubahan ini ditandai dengan kepemimpinan baru yang dipegang oleh Muhammad Raynan Rizky Akbar sebagai Ketua Umum, Muhammad Fazil Arshaq sebagai Bendahara Umum, dan Sullaik Alghotfani sebagai Sekretaris Umum. Konsolidasi internal menjadi langkah pertama yang dilakukan HMI FK UB untuk memperkuat organisasi.
HMI FK UB kini aktif merespons isu-isu strategis di tingkat kampus dan nasional, serta memperluas peran ke luar kampus dengan terlibat dalam forum diskusi publik. Ini menunjukkan perubahan signifikan dalam struktur dan arah gerakan mereka.
Sementara itu, di luar lingkungan kampus, Mbah Sri, seorang penjual jajanan tradisional berusia 73 tahun, juga mengalami tantangan dalam kehidupannya. Mbah Sri menjajakan jajanan seperti cenil, lupis, klepon, dan sate rempelo di Universitas Brawijaya, namun tidak memiliki jaminan kesehatan dan mengandalkan tabungan dari hasil jualannya.
Mbah Sri menyisihkan antara Rp15 ribu hingga Rp25 ribu dari hasil jualannya untuk ditabung. Ia juga memberikan tester kepada pembeli untuk memastikan rasa dagangannya. “Nduk, ini mbah masih nyiapin pesenannya orang,” ungkapnya, menunjukkan dedikasinya dalam berjualan.
Di sisi lain, Mbah Sri juga menyatakan, “Kalau dagangannya nggak habis ya tak bagikan,” yang menunjukkan kepeduliannya terhadap orang lain meskipun dalam kondisi yang sulit.
Perubahan yang terjadi di HMI FK UB dan kehidupan Mbah Sri mencerminkan dinamika sosial yang lebih luas, di mana organisasi mahasiswa berusaha untuk lebih terlibat dalam isu-isu masyarakat, sementara individu seperti Mbah Sri berjuang untuk bertahan hidup di tengah tantangan ekonomi.
Dengan langkah-langkah baru yang diambil oleh HMI FK UB, diharapkan organisasi ini dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi anggotanya tetapi juga bagi masyarakat luas. Peran aktif dalam diskusi publik dan respons terhadap isu-isu strategis menjadi kunci dalam revolusi organisasi ini.













