wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Tsunami Gempa Bumi Mengguncang Bitung, Sulawesi Utara

tsunami gempa bumi — ID news

What observers say

Pada tanggal 2 April 2026, pukul 05:48 WIB, wilayah Sulawesi Utara diguncang oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6. Pusat gempa terletak 129 kilometer arah tenggara dari Bitung dengan kedalaman 33 kilometer. Gempa ini memicu gelombang tsunami yang tercatat di beberapa lokasi, termasuk Halmahera Barat dengan tinggi gelombang mencapai 0,3 meter dan di Bitung setinggi 0,2 meter.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tsunami ini berdampak pada sembilan wilayah sebelum peringatan tsunami dicabut. Tiga provinsi yang paling terdampak adalah Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Hingga saat ini, BMKG juga mencatat adanya 180 gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama.

Dalam laporan awal, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat terkena reruntuhan bangunan. Nuriadin Gumeleng, seorang pejabat setempat, menyatakan bahwa korban yang meninggal telah dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. “Satu korban meninggal tertimpa reruntuhan sudah dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami yang menyatakan bahwa tsunami disebabkan oleh gempa magnitudo 7,6 yang terjadi di lokasi tersebut. Peringatan tersebut dinyatakan telah berakhir setelah situasi dianggap aman. “Peringatan Dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa Mag:7.6, lokasi: 129 km Tenggara BITUNG-SULUT, waktu:02-Apr-26 05:48:16 WIB, dinyatakan telah berakhir,” kata BMKG.

Gempa bumi dan tsunami memiliki keterkaitan erat, di mana hampir 90 persen tsunami dipicu oleh gempa bumi tektonik yang terjadi di bawah laut. Hal ini menunjukkan pentingnya pemantauan dan peringatan dini untuk mengurangi risiko bencana di wilayah rawan gempa seperti Sulawesi Utara.

Teuku Faisal Fathani, seorang ahli geologi, menambahkan, “Inilah tercatat di pencatatan kita.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa data dan informasi yang akurat sangat penting dalam penanganan bencana. Keselamatan manusia menjadi prioritas utama dalam situasi seperti ini, seperti yang diungkapkan oleh Pratikno, seorang pejabat pemerintah, “Keselamatan manusia adalah yang paling utama.”

Saat ini, pihak berwenang terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap dampak gempa dan tsunami ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah setempat. Dengan adanya gempa susulan yang masih terjadi, penting bagi warga untuk tetap berada di tempat yang aman dan menghindari bangunan yang berpotensi runtuh.