Toprak Razgatlioglu, pembalap MotoGP asal Turki, menyelesaikan balapan di Grand Prix Brasil 2026 di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, pada 23 Maret 2026, dengan finis di posisi ke-17. Balapan tersebut dipersingkat menjadi 23 lap karena suhu ekstrem dan degradasi ban yang cepat.
Selama balapan, Razgatlioglu mengalami masalah dengan traction pada Yamaha YZR-M1 V4 miliknya, yang mengakibatkan kehilangan waktu signifikan akibat wheelspin saat membuka throttle. Ia tercatat lebih dari 30 detik di belakang pemenang balapan, Marco Bezzecchi.
Razgatlioglu, yang merupakan pembalap Turki pertama di MotoGP, berhasil mencapai Q2 untuk pertama kalinya selama akhir pekan tersebut. Namun, ia mengakui kesulitan dalam akselerasi dibandingkan dengan Fabio Quartararo, yang menunjukkan performa lebih baik di lintasan.
Rekan setim Razgatlioglu, Jack Miller, juga mengalami masalah, dengan pensiun dari balapan lebih awal. “Cengkeraman ban belakang aneh. Pabrikan lain memiliki lebih banyak cengkeraman daripada Yamaha,” ungkap Razgatlioglu setelah balapan.
Ia menambahkan, “Ketika saya berada di belakang Fabio, saya sangat baik di hampir setiap tikungan,” tetapi mengakui, “Kami mencoba memperbaiki situasi, tetapi begitu saya membuka gas, saya kehilangan banyak waktu.”
Razgatlioglu juga menyebutkan, “Saya melebar di tikungan 1 dan kehilangan kontak. Setelah itu, saya benar-benar sendirian di lintasan.” Meskipun hasil yang kurang memuaskan, ia bertekad untuk meningkatkan performanya di Grand Prix berikutnya di Austin pada 29 Maret 2026.
Dengan tiga gelar juara dunia Superbike yang telah diraihnya sebelumnya, harapan tetap tinggi untuk Razgatlioglu dalam menghadapi tantangan di MotoGP.














