<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>WHO artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/who/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 May 2026 14:45:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>WHO artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hantavirus: Wabah di kapal pesiar MV Hondius</title>
		<link>https://wartawarganews.com/hantavirus-wabah-di-kapal-pesiar-mv-hondius/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 14:45:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[evakuasi medis]]></category>
		<category><![CDATA[hantavirus]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi hantavirus]]></category>
		<category><![CDATA[kapal pesiar]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit pernapasan]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/hantavirus-wabah-di-kapal-pesiar-mv-hondius/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menyebabkan tiga kematian. WHO mendukung penanganan kesehatan masyarakat ini.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/hantavirus-wabah-di-kapal-pesiar-mv-hondius/">Hantavirus: Wabah di kapal pesiar MV Hondius</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wabah <strong>hantavirus</strong> di kapal pesiar MV Hondius telah menyebabkan tiga kematian dan memicu operasi darurat oleh pemerintah Belanda. Kapal ini berlayar di Samudra Atlantik dan saat ini berada di lepas pantai Cape Verde.</p>
<p>Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), satu kasus hantavirus telah dikonfirmasi melalui pengujian laboratorium. Lima kasus tambahan masih diduga terinfeksi. Satu pasien kini dalam perawatan intensif di rumah sakit Johannesburg, Afrika Selatan.</p>
<p>Sekitar 150 penumpang berada di kapal saat wabah terjadi. Dua anggota kru yang sakit memerlukan perawatan medis mendesak. WHO mengetahui situasi ini dan sedang memberikan dukungan.</p>
<p><strong>Fakta kunci tentang wabah:</strong></p>
<ul>
<li>Tiga orang meninggal dunia akibat infeksi hantavirus di kapal pesiar.</li>
<li>Satu kasus hantavirus telah dikonfirmasi melalui pengujian laboratorium.</li>
<li>Lima kasus tambahan masih diduga.</li>
<li>Satu pasien berada dalam perawatan intensif di rumah sakit di Johannesburg, Afrika Selatan.</li>
<li>Kapal pesiar MV Hondius berlayar dari Argentina menuju Cape Verde.</li>
</ul>
<p>Hantavirus biasanya ditularkan kepada manusia dari rodentia. Infeksi dapat menyebar melalui kontak dengan urin atau feses rodentia yang terinfeksi. WHO menyatakan bahwa meskipun infeksi hantavirus jarang menular antar manusia, penyakit ini dapat menyebabkan penyakit pernapasan yang parah.</p>
<p>Pemerintah Belanda meluncurkan operasi darurat untuk mengevakuasi dua orang sakit dari kapal. Meski demikian, wabah ini dianggap memiliki risiko rendah bagi publik. Namun, belum jelas apakah hantavirus menyebabkan ketiga kematian tersebut.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/hantavirus-wabah-di-kapal-pesiar-mv-hondius/">Hantavirus: Wabah di kapal pesiar MV Hondius</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cicada: Varian COVID-19  Muncul di 25 Negara Bagian AS</title>
		<link>https://wartawarganews.com/cicada-varian-covid-19-muncul-di-25-negara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 09:36:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[BA.3.2]]></category>
		<category><![CDATA[CDC]]></category>
		<category><![CDATA[Cicada]]></category>
		<category><![CDATA[COVID-19]]></category>
		<category><![CDATA[Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[gejala]]></category>
		<category><![CDATA[penyebaran]]></category>
		<category><![CDATA[varian]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/cicada-varian-covid-19-muncul-di-25-negara/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Varian COVID-19 Cicada (BA.3.2) telah terdeteksi di 25 negara bagian di AS dan menunjukkan peningkatan penyebaran sejak September 2025.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/cicada-varian-covid-19-muncul-di-25-negara/">Cicada: Varian COVID-19  Muncul di 25 Negara Bagian AS</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Apakah varian COVID-19 Cicada (BA.3.2) lebih berbahaya dibandingkan varian sebelumnya? Saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah.</p>
<p>Varian Cicada telah terdeteksi di setidaknya 25 negara bagian di Amerika Serikat dan menunjukkan peningkatan penyebaran sejak September 2025. Pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada November 2024, varian ini memiliki 70 hingga 75 mutasi pada strukturnya.</p>
<p>Menurut laporan CDC, hingga 11 Februari 2026, sampel air limbah di 132 lokasi menunjukkan keberadaan varian ini. Di beberapa negara Eropa Timur, varian Cicada telah menyumbang hingga 30% dari total kasus COVID-19.</p>
<p>Gejala umum varian Cicada mirip dengan flu musiman, yang dapat membingungkan masyarakat. T. Ryan Gregory menyatakan bahwa &#8220;varian ini menghabiskan beberapa tahun pertamanya &#8216;di bawah tanah&#8217; sebelum muncul kembali sebagai varian utama.&#8221; Ini menunjukkan bahwa varian ini mungkin telah beradaptasi sebelum muncul di permukaan.</p>
<p>WHO juga menegaskan bahwa vaksin COVID saat ini diperkirakan tetap memberikan perlindungan terhadap penyakit parah yang disebabkan oleh varian ini.</p>
<p>Walaupun varian Cicada menunjukkan penyebaran yang signifikan, penting untuk dicatat bahwa detail mengenai dampaknya masih belum sepenuhnya terkonfirmasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya karakteristik dan potensi risiko yang ditimbulkan oleh varian ini.</p>
<p>Dengan adanya varian baru ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/cicada-varian-covid-19-muncul-di-25-negara/">Cicada: Varian COVID-19  Muncul di 25 Negara Bagian AS</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
