<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>utang artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/utang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Apr 2026 06:59:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>utang artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gagal Bayar: Tren Kredit Macet Meningkat di Sektor Pinjol</title>
		<link>https://wartawarganews.com/gagal-bayar-tren-kredit-macet-meningkat-di-sektor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 06:59:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[debitur]]></category>
		<category><![CDATA[finansial]]></category>
		<category><![CDATA[gagal bayar]]></category>
		<category><![CDATA[investor]]></category>
		<category><![CDATA[kredit macet]]></category>
		<category><![CDATA[OJK]]></category>
		<category><![CDATA[penagihan]]></category>
		<category><![CDATA[pinjol]]></category>
		<category><![CDATA[TWP90]]></category>
		<category><![CDATA[utang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/gagal-bayar-tren-kredit-macet-meningkat-di-sektor/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tren gagal bayar di sektor pinjol meningkat, dengan kredit macet mencapai 4,54 persen. Hal ini dipicu oleh melemahnya kemampuan bayar debitur.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/gagal-bayar-tren-kredit-macet-meningkat-di-sektor/">Gagal Bayar: Tren Kredit Macet Meningkat di Sektor Pinjol</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah tren gagal bayar di sektor pinjaman online (pinjol) semakin mengkhawatirkan? Ya, data terbaru menunjukkan bahwa utang pinjol yang gagal bayar selama 90 hari tidak dianggap lunas dan justru bertambah, membuat debitur yang mengalami hal ini dikategorikan sebagai kredit macet.</p>
<p>Menurut informasi dari OJK, setelah 90 hari, penagihan utang pinjol masih bisa dilakukan melalui pihak ketiga seperti debt collector. Debitur yang kredit pinjolnya macet selama 90 hari juga akan masuk daftar hitam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.</p>
<p>Tingkat kredit bermasalah pinjol, yang dikenal dengan TWP90, telah meningkat menjadi 4,54 persen per Februari 2026. Kenaikan ini dipicu oleh melemahnya kemampuan bayar peminjam, yang menunjukkan bahwa banyak debitur mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban finansial mereka.</p>
<p>Total outstanding pembiayaan pinjol mencapai Rp100,69 triliun, tumbuh 25,75 persen secara tahunan. Namun, sejak November 2025, tren kredit macet mulai menunjukkan kenaikan signifikan, dengan 18 penyelenggara pinjol mencatat tingkat TWP90 di atas 5 persen.</p>
<p>Menurut OJK, &#8220;Macet apabila terdapat keterlambatan pembayaran pokok dan/atau manfaat ekonomi pendanaan yang telah melampaui jatuh tempo 90 (sembilan puluh) hari kalender.&#8221; Hal ini menunjukkan bahwa banyak debitur tidak dapat memenuhi kewajiban mereka tepat waktu.</p>
<p>Dalam situasi ini, mitra investor juga menyuarakan kekhawatiran mereka. Salah satu mitra menyatakan, &#8220;Kami berharap ada kejelasan dan tanggung jawab dari pihak pengelola. Jika tidak, kami akan menempuh jalur hukum agar hak-hak kami sebagai investor dapat dilindungi.&#8221;</p>
<p>Dengan meningkatnya angka kredit macet, penting bagi semua pihak yang terlibat untuk mencari solusi yang dapat membantu debitur dan mencegah kerugian lebih lanjut bagi investor.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/gagal-bayar-tren-kredit-macet-meningkat-di-sektor/">Gagal Bayar: Tren Kredit Macet Meningkat di Sektor Pinjol</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Morecambe FC Menghadapi Petisi Likuidasi karena Utang</title>
		<link>https://wartawarganews.com/morecambe-fc-menghadapi-petisi-likuidasi-karena-utang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 18:44:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[Gurpreet Singh Rehal]]></category>
		<category><![CDATA[KPM Groundworks Limited]]></category>
		<category><![CDATA[likuidasi]]></category>
		<category><![CDATA[manajer Jim Bentley]]></category>
		<category><![CDATA[Morecambe FC]]></category>
		<category><![CDATA[National League]]></category>
		<category><![CDATA[Panjab Warriors]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Bola Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[utang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/morecambe-fc-menghadapi-petisi-likuidasi-karena-utang/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Morecambe FC kini menghadapi petisi likuidasi akibat utang yang ditinggalkan oleh kepemilikan sebelumnya. Perubahan ini membawa dampak signifikan bagi klub.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/morecambe-fc-menghadapi-petisi-likuidasi-karena-utang/">Morecambe FC Menghadapi Petisi Likuidasi karena Utang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Key moments</h2>
<p>Morecambe FC, klub sepak bola yang berbasis di Morecambe, Inggris, telah mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sebelum pengambilalihan oleh Panjab Warriors pada 17 Agustus 2025, klub ini berada di bawah kepemilikan Bond Group. Pada saat itu, harapan untuk kebangkitan klub cukup tinggi, terutama setelah bertahan selama 18 tahun di English Football League. Namun, situasi ini mulai memburuk ketika klub terpaksa menyelesaikan musim lalu di posisi terbawah League Two.</p>
<p>Perubahan yang menentukan datang pada 16 Maret 2026, ketika KPM Groundworks Limited mengajukan petisi likuidasi terhadap Morecambe FC. Petisi ini terkait dengan utang warisan yang ditinggalkan oleh kepemilikan sebelumnya. Dalam pernyataan resmi, Morecambe FC mengonfirmasi bahwa mereka baru menyadari adanya petisi tersebut satu minggu setelah diajukan. Hal ini menunjukkan bahwa masalah keuangan yang dihadapi klub lebih serius dari yang diperkirakan.</p>
<p>Akibat dari petisi ini, Morecambe FC kini berada di posisi 23 di National League, dengan hanya tiga kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir di bawah manajer Jim Bentley. Klub ini juga menghadapi kemungkinan terdegradasi untuk musim kedua berturut-turut, dengan enam poin di bawah batas aman. Sementara itu, di bawah manajer sebelumnya, Ashvir Singh Johal, klub hanya berhasil meraih lima kemenangan dari total 28 pertandingan liga.</p>
<p>Lebih jauh lagi, situasi ini diperparah dengan fakta bahwa klub telah disuspensi oleh National League karena tagihan yang belum dibayar di bawah kepemilikan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa masalah utang bukan hanya masalah internal, tetapi juga mempengaruhi reputasi dan kelangsungan klub di liga. Dalam upaya untuk menyelesaikan masalah ini, Morecambe FC telah berkomunikasi dengan para pemasok untuk mencari solusi terhadap petisi likuidasi yang diajukan.</p>
<p>Gurpreet Singh Rehal, salah satu pemilik Panjab Warriors, juga menghadapi masalah serius, di mana asetnya dibekukan oleh HM Treasury karena dugaan keterlibatan dalam kegiatan teroris. Hal ini menambah lapisan kompleksitas pada situasi yang sudah sulit bagi Morecambe FC. Dalam pernyataan mereka, klub menegaskan bahwa individu yang sebelumnya menjabat sebagai konsultan pemasaran dan komunikasi tidak lagi terafiliasi dengan Morecambe FC atau Panjab Warriors.</p>
<p>Klub berkomitmen untuk tetap memberikan informasi terkini kepada para pendukung mengenai perkembangan situasi ini. Mereka menyadari pentingnya transparansi dalam menghadapi tantangan yang ada. Namun, detail mengenai jumlah utang yang tepat masih belum terkonfirmasi, dan hasil dari petisi likuidasi ini tetap tidak pasti.</p>
<p>Dengan tujuh pertandingan tersisa di musim ini, tekanan semakin meningkat bagi Morecambe FC untuk membalikkan keadaan. Para pendukung dan pengamat sepak bola kini menantikan langkah-langkah yang akan diambil oleh klub untuk mengatasi krisis ini dan menjaga kelangsungan mereka di dunia sepak bola Inggris.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/morecambe-fc-menghadapi-petisi-likuidasi-karena-utang/">Morecambe FC Menghadapi Petisi Likuidasi karena Utang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
