<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas Gadjah Mada artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/universitas-gadjah-mada/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Mar 2026 09:40:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>Universitas Gadjah Mada artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Agus Mustofa: Tokoh Penting dalam Astronomi dan Kalender Hijri</title>
		<link>https://wartawarganews.com/agus-mustofa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 09:40:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Mustofa]]></category>
		<category><![CDATA[astrofotografi]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[Hijri]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[PBNU]]></category>
		<category><![CDATA[PP Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Gadjah Mada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/agus-mustofa/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agus Mustofa, seorang insinyur nuklir dan penggiat astrofotografi, telah meninggal dunia. Ia dikenal karena kontribusinya dalam penentuan kalender Hijri.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/agus-mustofa/">Agus Mustofa: Tokoh Penting dalam Astronomi dan Kalender Hijri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Agus Mustofa adalah sosok penting dalam diskusi mengenai penentuan kalender Hijri di Indonesia. Ia dikenal sebagai insinyur nuklir dan penggiat astrofotografi yang berupaya mengintegrasikan sains dan spiritualitas melalui karyanya.</p>
<p>Baru-baru ini, Agus Mustofa meninggal dunia pada usia 62 tahun akibat Multiple Myeloma, sejenis kanker darah. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas ilmiah dan religius di Indonesia.</p>
<p>Agus dikenal karena kemampuannya dalam merekonsiliasi perhitungan matematis (hisab) dan pengamatan visual (rukyat) dalam menentukan kalender Hijri. Ia lulus dari program Teknik Nuklir di Universitas Gadjah Mada pada tahun 1982.</p>
<p>Pada tahun 2014, Agus memperkenalkan astrofotografi sebagai solusi ilmiah untuk perdebatan mengenai kalender Hijri. Ia mengundang Thierry Legault, seorang ahli astrofotografi terkenal dari Prancis, untuk mendukung argumennya.</p>
<p>Agus juga mengadvokasi penggunaan teleskop canggih di lembaga pendidikan untuk menstandarkan pengamatan langit. Ia mempopulerkan pengamatan bulan sabit sebelum Maghrib, yang menjadi salah satu metode penting dalam penentuan awal bulan Hijri.</p>
<p>Dalam karyanya, Agus sering menekankan pentingnya teknologi dalam pengamatan astronomi. &#8220;Jika mata kita terbatas, mengapa kita tidak menggunakan ‘mata digital’ yang lebih tajam sebagai kacamata pembantu?&#8221; ujarnya.</p>
<p>Agus Mustofa juga aktif menulis dan dikenal melalui seri &#8220;Diskusi Tasawuf Modern&#8221;. Metodologinya telah diadopsi oleh berbagai organisasi keagamaan di Indonesia, termasuk MUI, PBNU, dan PP Muhammadiyah.</p>
<p>Keberadaan Agus dalam dunia astronomi dan penentuan kalender Hijri akan terus dikenang, dan banyak yang berharap bahwa warisannya akan menginspirasi generasi mendatang untuk menggabungkan sains dan spiritualitas.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/agus-mustofa/">Agus Mustofa: Tokoh Penting dalam Astronomi dan Kalender Hijri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>From: Kehilangan dari Profesor Sebastian Margino</title>
		<link>https://wartawarganews.com/from-kehilangan-dari-profesor-sebastian-margino/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 05:51:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[akademisi]]></category>
		<category><![CDATA[berita duka]]></category>
		<category><![CDATA[bioteknologi]]></category>
		<category><![CDATA[mikrobiologi]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[publikasi akademik]]></category>
		<category><![CDATA[Sebastian Margino]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Gadjah Mada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/from-kehilangan-dari-profesor-sebastian-margino/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Profesor Sebastian Margino, seorang tokoh penting di UGM, telah meninggal dunia pada usia 72 tahun. Kehilangan ini membawa dampak besar bagi dunia akademik.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/from-kehilangan-dari-profesor-sebastian-margino/">From: Kehilangan dari Profesor Sebastian Margino</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Sebelum kepergian Profesor Sebastian Margino, ia dikenal sebagai sosok teladan di Universitas Gadjah Mada (UGM), dengan dedikasi yang tinggi terhadap dunia akademik. Sejak mulai mengajar pada tahun 1979, beliau telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang Mikrobiologi Pertanian dan Bioteknologi.</p>
<p>Pada tanggal 5 Maret 2026, berita duka datang dari UGM ketika Profesor Margino meninggal dunia pada usia 72 tahun dan 11 bulan. Kepergiannya menjadi momen yang mengejutkan bagi banyak orang, terutama bagi mahasiswa dan rekan-rekannya yang telah mengenalnya selama bertahun-tahun.</p>
<p>Selama karirnya, Profesor Margino telah menyampaikan pidato pengukuhan pada 18 Mei 2002, menandai pencapaian penting dalam perjalanan akademiknya. Beliau menyelesaikan pendidikan sarjananya di UGM dan melanjutkan studi magister serta doktoral di Universitas Tokyo, Jepang.</p>
<p>Kepergian Profesor Margino tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarganya, tetapi juga bagi seluruh komunitas akademik di UGM. Universitas Gadjah Mada menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga beliau. &#8220;Kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Profesor Sebastian Margino,&#8221; ungkap Profesor M. Baiquni.</p>
<p>Profesor Margino dikenal karena dedikasinya terhadap penelitian dan publikasi, terutama dalam bidang Bioteknologi Pertanian. &#8220;Beliau juga dikenal karena dedikasinya terhadap ilmu pengetahuan, yang tercermin dalam banyak publikasi di buku dan jurnal, terutama di bidang yang menjadi spesialisasinya,&#8221; tambah Profesor Baiquni.</p>
<p>Dengan kepergiannya, banyak yang merasa kehilangan sosok yang tidak hanya seorang pengajar, tetapi juga seorang mentor dan inspirasi bagi generasi muda. Pengaruhnya dalam dunia akademik akan terus dikenang dan dihargai.</p>
<p>Profesor Sebastian Margino adalah contoh nyata dari komitmen terhadap pendidikan dan penelitian. Kehilangan ini menjadi pengingat akan pentingnya dedikasi dalam dunia akademik dan dampak yang dapat ditinggalkan oleh seorang individu.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/from-kehilangan-dari-profesor-sebastian-margino/">From: Kehilangan dari Profesor Sebastian Margino</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
