<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rukyatul Hilal artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/rukyatul-hilal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Mar 2026 10:11:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>Rukyatul Hilal artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apakah besok masih puasa?</title>
		<link>https://wartawarganews.com/apakah-besok-masih-puasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 10:11:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasaruddin Umar]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Rukyatul Hilal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/apakah-besok-masih-puasa/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kementerian Agama RI mengumumkan bahwa puasa akan disempurnakan menjadi 30 hari. 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/apakah-besok-masih-puasa/">Apakah besok masih puasa?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Sebelum pengumuman terbaru, masyarakat Indonesia mengharapkan bahwa puasa akan berakhir pada 20 Maret 2026. Namun, Kementerian Agama RI mengumumkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026.</p>
<p>Keputusan ini diambil setelah hasil rukyatul hilal menunjukkan bahwa hilal tidak terlihat. Dari 117 titik pemantauan, posisi hilal masih di bawah kriteria MABIMS, dengan derajat tinggi hilal hanya 3 derajat dan derajat elongasi 6.4.</p>
<p>Dengan demikian, puasa disempurnakan menjadi 30 hari, yang berarti masyarakat masih menjalankan ibadah puasa pada 20 Maret 2026. Sebagian umat Muslim merayakan Lebaran lebih awal pada tanggal tersebut berdasarkan metode hisab yang digunakan oleh organisasi Muhammadiyah.</p>
<p>Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan keputusan ini setelah Sidang Isbat, menyatakan, &#8220;Berdasarkan hisab dan tidak adanya hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.&#8221; Ini menunjukkan adanya perbedaan dalam penentuan Hari Raya Idul Fitri yang terjadi karena metode yang digunakan oleh masing-masing pihak.</p>
<p>Ustaz Khalid Basalamah juga memberikan pandangannya, &#8220;Kalau saya, wallahualam, kembali kepada pemerintah. Yang penting puasanya 30 hari maksimal, tidak boleh 31 hari.&#8221; Hal ini menunjukkan pentingnya kepatuhan terhadap keputusan resmi dalam menjalankan ibadah puasa.</p>
<p>Dengan adanya keputusan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami dan menerima perbedaan dalam penentuan hari raya. Meskipun ada yang merayakan lebih awal, keputusan resmi dari pemerintah tetap menjadi acuan bagi banyak umat Muslim di Indonesia.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/apakah-besok-masih-puasa/">Apakah besok masih puasa?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hasil Sidang Isbat Idulfitri 1 Syawal 1447 H</title>
		<link>https://wartawarganews.com/hasil-sidang-isbat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 00:16:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[1 Syawal 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Idulfitri]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Rukyatul Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[sidang isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/hasil-sidang-isbat/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1447 H akan dilaksanakan pada 19 Maret 2026 di Jakarta. Proses ini melibatkan berbagai pihak terkait.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/hasil-sidang-isbat/">Hasil Sidang Isbat Idulfitri 1 Syawal 1447 H</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>The wider picture</h2>
<p>Sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1447 H akan digelar pada 19 Maret 2026 di Auditorium H.M Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Sidang ini akan dimulai pukul 16:00 WIB dan melibatkan pakar astronomi, organisasi kemasyarakatan Islam, serta lembaga ilmiah seperti BMKG dan BRIN.</p>
<p>Proses sidang isbat meliputi beberapa tahap, termasuk seminar posisi hilal, verifikasi laporan rukyatul hilal, dan pengumuman resmi penetapan tanggal Lebaran. Menurut informasi yang diperoleh, BMKG memprediksi bahwa posisi hilal pada tanggal tersebut tidak memenuhi kriteria visibilitas, yang dapat mempengaruhi keputusan akhir mengenai awal bulan Syawal.</p>
<p>Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026, sementara Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan bahwa penetapan resmi akan dilakukan pada 21 Maret 2026. Hal ini menunjukkan adanya potensi perbedaan penetapan Lebaran, yang kembali terbuka, seperti yang beberapa kali terjadi pada tahun-tahun sebelumnya di Indonesia.</p>
<p>Sidang isbat ini juga akan disiarkan langsung melalui televisi nasional dan platform digital, sehingga masyarakat dapat mengikuti proses penetapan awal Syawal secara transparan. Abu Rokhmad, salah satu narasumber, menyatakan, &#8220;Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik.&#8221;</p>
<p>Terdapat 33 titik pemantauan hilal di seluruh provinsi Indonesia yang akan berperan penting dalam proses verifikasi. Acara ini akan dibuka dengan pemaparan posisi hilal awal Syawal 1447 H secara astronomis, memberikan gambaran awal kepada peserta sidang mengenai kemungkinan penetapan tanggal Lebaran.</p>
<p>Pengumuman resmi mengenai hasil sidang isbat ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi umat Islam di Indonesia mengenai pelaksanaan Idulfitri. Jika hasil rukyat menunjukkan hilal belum memenuhi kriteria visibilitas, maka kemungkinan besar Idulfitri 2026 jatuh pada 21 Maret 2026. Details remain unconfirmed.</p>
<p>Dengan adanya sidang isbat ini, diharapkan dapat tercipta kesepakatan yang jelas mengenai awal bulan Syawal, sehingga umat Islam dapat merayakan Idulfitri dengan penuh kebahagiaan dan kesatuan. Proses yang transparan dan melibatkan berbagai pihak ini menjadi langkah penting dalam penetapan tanggal yang akurat dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/hasil-sidang-isbat/">Hasil Sidang Isbat Idulfitri 1 Syawal 1447 H</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
