<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>return on equity artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/return-on-equity/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Apr 2026 13:25:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>return on equity artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bank mandiri dividen</title>
		<link>https://wartawarganews.com/bank-mandiri-dividen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 13:25:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[bank mandiri dividen]]></category>
		<category><![CDATA[dividen tunai]]></category>
		<category><![CDATA[laba bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Net Profit Margin]]></category>
		<category><![CDATA[Rapat Umum Pemegang Saham]]></category>
		<category><![CDATA[return on equity]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/bank-mandiri-dividen/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bank Mandiri mengumumkan pembagian dividen tunai yang signifikan. Dividen ini mencerminkan kinerja laba bersih perusahaan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/bank-mandiri-dividen/">Bank mandiri dividen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bank Mandiri mengumumkan pembagian <strong>dividen tunai sebesar Rp44,47 triliun</strong>, setara 79% dari laba bersih tahun 2025. Laba bersih tersebut tercatat sebesar Rp56,3 triliun. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang berlangsung di Jakarta.</p>
<p><strong>Fakta kunci:</strong></p>
<ul>
<li>Dividen interim yang telah dibagikan pada 14 Januari 2026 sebesar Rp9,32 triliun.</li>
<li>Sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayar adalah Rp35,15 triliun.</li>
<li>Net Profit Margin (NPM) Bank Mandiri mencapai 34,2%.</li>
<li>Return on Equity (ROE) Bank Mandiri berada di angka 17,19%.</li>
<li>Total ekuitas Bank Mandiri mencapai Rp327,4 triliun.</li>
</ul>
<p>Henry Panjaitan menyatakan bahwa keputusan ini mempertimbangkan struktur permodalan perseroan yang kuat. &#8220;Mempertimbangkan struktur permodalan perseroan yang cukup kuat dan untuk dapat memberikan return kepada pemegang saham, maka laba bersih konsolidasi perseroan setelah pajak sebesar Rp56.293.949.550.806 akan dialokasikan dalam bentuk dividen tunai sebesar 79%.&#8221;</p>
<p>Pembagian dividen final diperkirakan sebesar Rp375,21 per saham. Potensi dividend yield Bank Mandiri diperkirakan sekitar 8,47%. Dividen interim yang telah dibagikan adalah Rp100 per saham.</p>
<p>Pembayaran dividen akan dilakukan kepada pemegang saham yang tercatat pada tanggal pencatatan. Salah satu agenda penting dalam Rapat Umum Pemegang Saham adalah persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2025, termasuk keputusan pembagian dividen.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/bank-mandiri-dividen/">Bank mandiri dividen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bbca: Saham  Turun Signifikan di Tengah Kinerja Laba yang Sesuai Ekspektasi</title>
		<link>https://wartawarganews.com/bbca-saham-turun-signifikan-di-tengah-kinerja-laba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 21:39:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[BBCA]]></category>
		<category><![CDATA[CASA ratio]]></category>
		<category><![CDATA[investor asing]]></category>
		<category><![CDATA[laba bersih]]></category>
		<category><![CDATA[non-performing loan]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan kredit]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi saham]]></category>
		<category><![CDATA[return on equity]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/bbca-saham-turun-signifikan-di-tengah-kinerja-laba/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saham BBCA mengalami penurunan signifikan meskipun laba bersihnya tumbuh 4% YoY. Investor asing melakukan net sell saham BBCA.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/bbca-saham-turun-signifikan-di-tengah-kinerja-laba/">Bbca: Saham  Turun Signifikan di Tengah Kinerja Laba yang Sesuai Ekspektasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saham BBCA mengalami penurunan signifikan di tengah kinerja laba yang sesuai ekspektasi analis. PT Bank Central Asia Tbk merupakan bank swasta terbesar di Indonesia. Laba bersih BBCA pada kuartal I 2026 tercatat Rp14,7 triliun, tumbuh 4% YoY. Pertumbuhan kredit juga tercatat 5,6% YoY. Namun, ini tidak cukup untuk mencegah penurunan harga saham.</p>
<p>Pada penutupan sesi I perdagangan, saham BBCA anjlok 5,45% ke Rp6.075. Saham ini bahkan sempat menyentuh Rp6.050, level terendah dalam tiga tahun terakhir. Investor asing melakukan net sell saham BBCA mencapai Rp2,10 triliun, dengan nilai total net sell sebesar Rp1,29 triliun.</p>
<p>Rasio loan to deposit (LDR) BBCA turun ke 75%, sementara rasio non-performing loan (NPL) berada di level 1,8%. Di sisi lain, CASA ratio meningkat menjadi 84%. Return on equity (ROE) tetap solid di level 22%. Rekomendasi analis untuk saham ini adalah Buy dengan target harga Rp9.200 per saham.</p>
<p>Kinerja BBCA pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang sesuai ekspektasi dengan operasional yang tetap stabil. Namun, reaksi pasar terlihat negatif setelah laporan tersebut dirilis. Analis mencatat bahwa meskipun laba bersih tumbuh, kekhawatiran tentang pertumbuhan kredit dan net sell oleh investor asing memengaruhi sentimen pasar.</p>
<p>Masih belum ada pernyataan resmi mengenai langkah-langkah yang akan diambil oleh manajemen BBCA untuk mengatasi situasi ini. Namun, para pengamat memperkirakan bahwa jika tren negatif berlanjut, investor mungkin akan lebih berhati-hati dalam berinvestasi pada saham ini.</p>
<p>Investor harus memperhatikan perkembangan lebih lanjut mengenai kinerja BBCA dan rekomendasi dari analis ke depan. Sementara itu, volatilitas saham ini mungkin akan terus berlanjut hingga ada kejelasan lebih lanjut dari pihak manajemen atau perubahan positif dalam kinerja keuangan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/bbca-saham-turun-signifikan-di-tengah-kinerja-laba/">Bbca: Saham  Turun Signifikan di Tengah Kinerja Laba yang Sesuai Ekspektasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
