<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pemerasan artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/pemerasan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Apr 2026 11:13:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>pemerasan artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Immanuel Ebenezer Terlibat Kasus Korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan</title>
		<link>https://wartawarganews.com/immanuel-ebenezer/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 11:13:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[gratifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Immanuel Ebenezer]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Ketenagakerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[pemerasan]]></category>
		<category><![CDATA[sertifikasi K3]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/immanuel-ebenezer/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Immanuel Ebenezer, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, didakwa atas dugaan pemerasan dan gratifikasi. Kasus ini melibatkan pengurusan sertifikasi K3.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/immanuel-ebenezer/">Immanuel Ebenezer Terlibat Kasus Korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>The wider picture</h2>
<p>Immanuel Ebenezer, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, menghadapi dakwaan serius terkait kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi yang melibatkan pengurusan sertifikasi K3. Kasus ini mencuat ke publik setelah terungkap bahwa Ebenezer menerima uang tunai sebesar Rp3,36 miliar dan satu unit sepeda motor Ducati Scrambler sebagai bagian dari praktik korupsi di kementerian tersebut.</p>
<p>Praktik pungutan liar di Kementerian Ketenagakerjaan telah berlangsung sebelum tahun 2021, di mana perusahaan-perusahaan diharuskan membayar uang pelicin untuk mendapatkan sertifikat K3. Saksi dalam kasus ini mengungkapkan bahwa setoran uang tersebut bersifat wajib, dan jika tidak diberikan, sertifikat tidak akan dikeluarkan. Hal ini menambah kompleksitas masalah yang dihadapi oleh kementerian dan menunjukkan adanya sistematisasi korupsi yang telah berlangsung lama.</p>
<p>Jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan bahwa total pungutan terkait pengurusan sertifikasi K3 mencapai Rp6,52 miliar. Dalam periode 2020 hingga 2025, total setoran untuk sertifikasi K3 mencapai Rp6,45 miliar. Biaya nonteknis per sertifikat K3 juga bervariasi, dengan angka yang dilaporkan antara Rp300.000 hingga Rp500.000, menunjukkan adanya ketidakberesan dalam proses sertifikasi tersebut.</p>
<p>Immanuel Ebenezer didakwa bersama sepuluh terdakwa lainnya, menandakan bahwa kasus ini tidak hanya melibatkan satu individu tetapi merupakan bagian dari jaringan yang lebih besar. Dalam sidang yang dijadwalkan pada 6 April 2026, para terdakwa diharapkan akan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai praktik korupsi yang terjadi di kementerian.</p>
<p>Dalam sebuah pernyataan, Ebenezer mengakui adanya praktik korupsi di kementerian dan menyebutkan, &#8220;Uang setan itu, kami tahu di kementerian banyak uang setan. Banyak praktik korupsi, semuanya bandit.&#8221; Pernyataan ini menunjukkan kesadaran akan masalah yang lebih luas dan sistemik dalam pengelolaan kementerian.</p>
<p>Seorang saksi bernama Rusmini juga memberikan keterangan yang menguatkan dakwaan tersebut, dengan mengatakan, &#8220;Kalau tidak diberikan, sertifikat tidak dikeluarkan Pak, tidak bisa kami ambil.&#8221; Hal ini menegaskan bahwa praktik pemerasan telah menjadi bagian dari proses yang harus dilalui oleh perusahaan untuk mendapatkan sertifikasi yang sah.</p>
<p>Kasus ini menarik perhatian publik dan media, terutama karena keterlibatan seorang mantan pejabat tinggi di kementerian. Guntur Romli, salah satu tokoh yang terlibat, menyatakan, &#8220;Kami ingin mengucapan terima kasih kepada Bung Noel atas peringatannya,&#8221; menunjukkan adanya dukungan dari rekan-rekan dalam menghadapi situasi ini.</p>
<p>Dengan persidangan yang akan datang, banyak yang menunggu untuk melihat bagaimana kasus ini akan berkembang dan apakah akan ada dampak lebih lanjut terhadap kebijakan di Kementerian Ketenagakerjaan. Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/immanuel-ebenezer/">Immanuel Ebenezer Terlibat Kasus Korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Reserse: Kasus  Polisi: Empat Tersangka Perdagangan Daging Domba Kadaluarsa</title>
		<link>https://wartawarganews.com/reserse-kasus-polisi-empat-tersangka-perdagangan-daging/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 05:50:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[Bareskrim Polri]]></category>
		<category><![CDATA[daging domba]]></category>
		<category><![CDATA[impor kadaluarsa]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[pemerasan]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[reserse]]></category>
		<category><![CDATA[Tangerang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/reserse-kasus-polisi-empat-tersangka-perdagangan-daging/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Empat tersangka ditetapkan dalam kasus perdagangan daging domba karkas impor kadaluarsa di Tangerang.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/reserse-kasus-polisi-empat-tersangka-perdagangan-daging/">Reserse: Kasus  Polisi: Empat Tersangka Perdagangan Daging Domba Kadaluarsa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Kasus perdagangan daging domba karkas impor kadaluarsa di Tangerang mengangkat pertanyaan penting: bagaimana praktik ilegal ini dapat terjadi di tengah pengawasan hukum yang ketat? Empat tersangka telah ditetapkan dalam kasus ini, dan polisi menyita sebanyak <strong>11,9 ton</strong> daging domba impor yang tidak layak konsumsi.</p>
<p>Daging tersebut ditemukan di dua lokasi berbeda di Tangerang dan memiliki ciri-ciri mencolok, seperti warna tidak normal, bau apek dan tengik, serta tingkat keasaman di atas batas normal. Kepala Satuan Reserse Mobil Bareskrim menyatakan, &#8220;Daging tersebut rencananya akan disalurkan kepada sejumlah penyalur untuk kemudian dijual kepada masyarakat.&#8221; Namun, pihak berwenang memastikan bahwa daging tersebut tidak dapat diedarkan.</p>
<p>Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis terkait perlindungan konsumen dan pangan. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya pelanggaran yang dilakukan, terutama dalam konteks kesehatan masyarakat. Selain itu, dugaan praktik ilegal pemerasan juga mencuat, melibatkan Direktur Reserse Narkoba Polda NTT dan enam anak buahnya.</p>
<p>Dugaan pemerasan ini terjadi terhadap tersangka kasus peredaran obat-obatan terlarang, dengan nilai transfer uang pemerasan mencapai <strong>Rp 375 juta</strong>. Bukti transfer uang dilakukan melalui mobile banking BRI, dan saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung. Kepala Bidang Humas Polda NTT mengonfirmasi, &#8220;Sudah dipatsus (penempatan khusus) di Mabes Polri. Proses pemeriksaan masih terus berlangsung.&#8221;</p>
<p>Komisaris Besar Teuku Arsya Khadafi, Komisaris Besar Setyo K Heriyatno, Komisaris Besar Ardiyanto Tedjo Baskoro, dan Komisaris Besar Henry Novika Chandra terlibat dalam kasus ini. Tedjo bahkan terancam pemecatan dari institusi Polri akibat keterlibatannya dalam pemerasan.</p>
<p>Mikhael Feka, seorang pengamat hukum, menyatakan, &#8220;Publik tentu berharap, keputusan sidang kode etik akan memberikan rasa keadilan mengingat orang yang melakukan hal ini adalah seorang penegak hukum dengan level perwira menengah.&#8221;</p>
<p>Kasus ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh aparat penegak hukum dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik. Dengan adanya dugaan praktik ilegal yang melibatkan anggota Polri, masyarakat berharap agar proses hukum yang sedang berjalan dapat memberikan keadilan.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/reserse-kasus-polisi-empat-tersangka-perdagangan-daging/">Reserse: Kasus  Polisi: Empat Tersangka Perdagangan Daging Domba Kadaluarsa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
