<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>NASA artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/nasa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Apr 2026 11:18:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>NASA artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>NASA Artemis II: Misi Bersejarah Menuju Bulan</title>
		<link>https://wartawarganews.com/nasa-artemis-ii/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 11:18:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Apollo 13]]></category>
		<category><![CDATA[Artemis II]]></category>
		<category><![CDATA[astronaut]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[Christina Koch]]></category>
		<category><![CDATA[eksplorasi luar angkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Jeremy Hansen]]></category>
		<category><![CDATA[NASA]]></category>
		<category><![CDATA[Reid Wiseman]]></category>
		<category><![CDATA[Victor Glover]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/nasa-artemis-ii/</guid>

					<description><![CDATA[<p>NASA Artemis II mencapai jarak maksimum dari Bumi, menjadikan kru ini sebagai manusia terjauh dalam sejarah eksplorasi.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/nasa-artemis-ii/">NASA Artemis II: Misi Bersejarah Menuju Bulan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>The wider picture</h2>
<p>Misi NASA Artemis II, yang diluncurkan pada 1 April 2026, telah mencatatkan sejarah baru dengan menjadikan kru misi ini sebagai manusia terjauh dari Bumi. Mereka berhasil mencapai jarak maksimum sekitar 406.770 kilometer dari Bumi, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Apollo 13 yang mencapai 400.171 kilometer. Ini menandai pencapaian signifikan dalam eksplorasi luar angkasa, terutama karena Artemis II adalah misi berawak pertama ke Bulan dalam lebih dari 50 tahun sejak misi Apollo.</p>
<p>Selama misi ini, kru yang terdiri dari astronaut Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen mengalami pengalaman unik, termasuk komunikasi yang terputus selama sekitar 40 menit saat mereka berada di belakang Bulan. Jared Isaacman, seorang pengusaha dan astronaut, menyatakan, &#8220;Artemis II telah mencapai jarak maksimumnya dari Bumi. Mereka kini telah menjelajah lebih jauh dibanding manusia mana pun dalam sejarah, dan kini memulai perjalanan pulang.&#8221; Ini menunjukkan betapa pentingnya misi ini dalam konteks eksplorasi luar angkasa.</p>
<p>Orion capsule yang digunakan dalam misi ini dirancang untuk membawa manusia ke luar angkasa dengan aman. Meskipun Artemis II tidak melibatkan pendaratan di Bulan, misi ini merupakan langkah penting menuju tujuan yang lebih ambisius, termasuk misi berawak ke Mars di masa depan. NASA juga telah menyetujui penggunaan iPhone 17 Pro Max oleh kru Artemis II untuk mendokumentasikan perjalanan mereka, menunjukkan integrasi teknologi modern dalam eksplorasi luar angkasa.</p>
<p>Rekor yang dicapai oleh Artemis II tidak hanya menandai kemajuan teknologi, tetapi juga mengingatkan kita pada pencapaian luar biasa dari Apollo 13, yang dianggap sebagai salah satu prestasi paling ikonik dalam sejarah eksplorasi manusia. Misi Apollo 13, meskipun mengalami masalah serius, berhasil kembali ke Bumi dengan selamat, dan kini Artemis II telah melampaui rekor jarak yang ditetapkan oleh misi tersebut.</p>
<p>Dengan pencapaian ini, NASA menunjukkan komitmennya untuk melanjutkan eksplorasi luar angkasa dan mempersiapkan misi-misi yang lebih besar di masa depan. Misi Artemis II adalah bagian dari program Artemis yang lebih luas, yang bertujuan untuk mengembalikan manusia ke Bulan dan menjelajahi Mars. Ini adalah langkah penting dalam mempersiapkan generasi mendatang untuk tantangan eksplorasi luar angkasa yang lebih besar.</p>
<p>Walaupun banyak hal telah dicapai, masih ada ketidakpastian mengenai langkah selanjutnya dalam program Artemis. Detail mengenai misi mendatang dan bagaimana pencapaian ini akan mempengaruhi rencana eksplorasi luar angkasa lebih lanjut tetap belum dikonfirmasi. Namun, dengan keberhasilan Artemis II, harapan untuk eksplorasi luar angkasa yang lebih mendalam semakin mendekati kenyataan.</p>
<p>Dengan demikian, Artemis II tidak hanya menciptakan sejarah baru, tetapi juga membuka jalan bagi eksplorasi luar angkasa yang lebih luas di masa depan. Misi ini menjadi simbol kemajuan teknologi dan keberanian manusia untuk menjelajahi batas-batas baru di luar Bumi.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/nasa-artemis-ii/">NASA Artemis II: Misi Bersejarah Menuju Bulan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>NASA DART: Misi Pertama untuk Mengubah Orbit Asteroid</title>
		<link>https://wartawarganews.com/nasa-dart-misi-pertama-untuk-mengubah-orbit-asteroid/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 20:30:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Blue Origin]]></category>
		<category><![CDATA[DART]]></category>
		<category><![CDATA[defleksi asteroid]]></category>
		<category><![CDATA[Dimorphos]]></category>
		<category><![CDATA[Hera]]></category>
		<category><![CDATA[Jeff Bezos]]></category>
		<category><![CDATA[misi luar angkasa]]></category>
		<category><![CDATA[NASA]]></category>
		<category><![CDATA[NEO Hunter]]></category>
		<category><![CDATA[YORP effect]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/nasa-dart-misi-pertama-untuk-mengubah-orbit-asteroid/</guid>

					<description><![CDATA[<p>NASA DART berhasil mengubah orbit asteroid Dimorphos sebagai bagian dari misi defleksi asteroid.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/nasa-dart-misi-pertama-untuk-mengubah-orbit-asteroid/">NASA DART: Misi Pertama untuk Mengubah Orbit Asteroid</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Pada 26 September 2022, NASA melaksanakan misi DART yang berhasil menabrak asteroid Dimorphos untuk menguji teknik defleksi asteroid. Misi ini bertujuan untuk menguji apakah dampak kinetik dapat mengubah orbit asteroid, dan hasilnya menunjukkan bahwa metode ini dapat berhasil.</p>
<p>Selama misi, NASA mencatat bahwa dampak DART berhasil mengubah orbit Dimorphos. Ini merupakan langkah penting dalam upaya perlindungan planet dari potensi ancaman asteroid di masa depan.</p>
<p>Blue Origin, organisasi yang didirikan oleh Jeff Bezos, juga terlibat dalam pengembangan misi pertahanan planet yang disebut NEO Hunter. Misi ini bertujuan untuk mendeteksi dan mengalihkan asteroid yang berpotensi berbahaya.</p>
<p>NEO Hunter mengusulkan dua metode untuk defleksi asteroid: kanon ion dan dampak kinetik. Misi ini masih dalam tahap pengembangan, dan Blue Origin belum mengumumkan tanggal peluncuran spesifik.</p>
<p>Hera, misi tindak lanjut dari DART, direncanakan akan tiba di sistem Didymos-Dimorphos pada November 2026. Hera akan menghabiskan setidaknya enam bulan untuk mempelajari efek dampak yang terjadi pada Dimorphos.</p>
<p>Pada bulan Februari dan Maret 2026, Hera melakukan manuver luar angkasa yang signifikan dengan mengubah kecepatannya sebesar 367 meter per detik. Selama flyby, Hera berada 5.000 kilometer di atas Mars dan 1.000 kilometer dari permukaan Deimos.</p>
<p>NASA menyatakan, &#8220;DART membuktikan bahwa ide dampak kinetik untuk mengalihkan asteroid dapat berhasil.&#8221; Ini menandai kemajuan besar dalam penelitian dan teknologi pertahanan planet.</p>
<p>Namun, ada risiko yang terkait dengan dampak tersebut, termasuk kemungkinan terjadinya &#8220;billiard kosmik&#8221; di mana puing-puing dari dampak dapat menciptakan peristiwa yang tidak terduga. Selain itu, efek YORP yang mempengaruhi rotasi asteroid kecil juga menjadi perhatian dalam studi ini.</p>
<p>Hera juga memerlukan pembaruan perangkat lunak yang penting untuk navigasinya di sistem asteroid biner, yang menunjukkan kompleksitas misi ini. Proses pengunggahan perangkat lunak ke Hera di luar angkasa diibaratkan seperti melakukan panggilan video dengan teman di Mars dengan kecepatan hanya 0,004% dari koneksi internet rumah biasa.</p>
<p>Detail mengenai dampak DART pada Dimorphos masih dalam studi lebih lanjut. Penelitian ini akan memberikan wawasan lebih dalam mengenai teknik defleksi asteroid dan potensi ancaman yang ada.</p>
<p>Dengan kemajuan ini, NASA dan mitra-mitranya terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi dan mengalihkan asteroid yang berpotensi berbahaya bagi Bumi.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/nasa-dart-misi-pertama-untuk-mengubah-orbit-asteroid/">NASA DART: Misi Pertama untuk Mengubah Orbit Asteroid</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
