<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>literasi artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/literasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 May 2026 22:30:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>literasi artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Guru Honorer di Sikka Harus Berjalan Kaki 6 KM</title>
		<link>https://wartawarganews.com/guru-honorer-di-sikka-harus-berjalan-kaki-6/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 22:30:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[guru honorer]]></category>
		<category><![CDATA[literasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan sumber daya manusia]]></category>
		<category><![CDATA[PGRI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/guru-honorer-di-sikka-harus-berjalan-kaki-6/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yustina Yuniarti, guru honorer di Sikka, harus berjalan kaki 6 km ke sekolah dengan gaji Rp150.000 per bulan. Ini mencerminkan tantangan dalam pendidikan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/guru-honorer-di-sikka-harus-berjalan-kaki-6/">Guru Honorer di Sikka Harus Berjalan Kaki 6 KM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yustina Yuniarti, seorang <strong>guru honorer</strong> di Sikka, harus berjalan kaki <strong>6 km</strong> untuk mengajar di SD Katolik 069 Wukur. Ia menerima gaji sebesar <strong>Rp150.000</strong> per bulan setelah mengajar selama <strong>11 tahun</strong>.</p>
<p>Saat ini, pendidikan di daerah terpencil menghadapi banyak tantangan. Yustina berjuang setiap hari untuk memberikan pendidikan kepada murid-muridnya meski dengan imbalan yang minim.</p>
<p><strong>Tantangan yang Dihadapi:</strong></p>
<ul>
<li>Jarak yang ditempuh Yustina untuk ke sekolah adalah 6 km.</li>
<li>Gaji bulanan Yustina hanya Rp150.000.</li>
<li>Ia telah mengajar selama 11 tahun.</li>
</ul>
<p>Penerbitan buku oleh guru MIN 5 Jakarta juga menjadi langkah positif dalam penguatan literasi. Kepala MIN 5 Jakarta Utara mengapresiasi dedikasi para guru yang menerbitkan karya inspiratif ini. Karya-karya tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi guru-guru lainnya.</p>
<p>Mimie Mariatie Jaya S. Monong, Ibunda Guru Kabupaten Gunung Mas, menyatakan bahwa dedikasi dan kesabaran para guru merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Ia berharap guru-guru dapat menjadikan profesinya sebagai panggilan jiwa.</p>
<p>PGRI juga berperan penting dalam mendukung pengembangan guru honorer seperti Yustina. Mereka mendorong peningkatan kompetensi dan literasi di kalangan pendidik.</p>
<p>Saat ini, tantangan bagi guru honorer seperti Yustina menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap sistem pendidikan di daerah terpencil. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme guru sangat penting untuk masa depan pendidikan Indonesia.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/guru-honorer-di-sikka-harus-berjalan-kaki-6/">Guru Honorer di Sikka Harus Berjalan Kaki 6 KM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Guru Honorer di Sikka Berjalan Kaki 6 KM untuk Mengajar</title>
		<link>https://wartawarganews.com/guru-honorer-di-sikka-berjalan-kaki-6-km/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 12:28:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[guru honorer]]></category>
		<category><![CDATA[literasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan sumber daya manusia]]></category>
		<category><![CDATA[PGRI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/guru-honorer-di-sikka-berjalan-kaki-6-km/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yustina Yuniarti, guru honorer di Sikka, harus menempuh jarak 6 km setiap hari untuk mengajar. Gajinya hanya Rp150.000 per bulan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/guru-honorer-di-sikka-berjalan-kaki-6-km/">Guru Honorer di Sikka Berjalan Kaki 6 KM untuk Mengajar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yustina Yuniarti, seorang <strong>guru honorer</strong> di Sikka, harus berjalan kaki 6 km setiap hari untuk mengajar di SD Katolik 069 Wukur. Gajinya hanya Rp150.000 per bulan.</p>
<p>Yustina telah mengajar selama 11 tahun dan menunjukkan dedikasi luar biasa meski dengan imbalan yang minim. Dia merupakan salah satu dari banyak guru honorer yang berjuang demi pendidikan di daerah terpencil.</p>
<p><strong>Fakta penting:</strong></p>
<ul>
<li>Yustina Yuniarti telah mengajar selama 11 tahun.</li>
<li>Dia menempuh jarak 6 km setiap hari untuk sampai ke sekolah.</li>
<li>Gaji bulanan Yustina hanya Rp150.000.</li>
</ul>
<p>Penerbitan buku oleh guru MIN 5 Jakarta menjadi langkah positif dalam penguatan literasi dan kompetensi profesional. Kepala MIN 5 Jakarta Utara mengapresiasi dedikasi para guru yang menerbitkan karya inspiratif.</p>
<p>Mimie Mariatie Jaya S. Monong baru-baru ini dilantik sebagai Ibunda Guru Kabupaten Gunung Mas. Dia berharap dapat menjadi pengayom dan inspirator bagi para guru dalam pengembangan sumber daya manusia.</p>
<p>Mimie juga menyatakan, &#8220;Dedikasi, kesabaran, serta ketulusan yang Bapak dan Ibu tunjukkan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.&#8221;</p>
<p>Keberadaan guru honorer seperti Yustina menjadi perhatian PGRI dan Kementerian Agama. Mereka berusaha meningkatkan kondisi pendidikan dan kesejahteraan guru di seluruh Indonesia.</p>
<p>Pendidikan adalah kunci untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, tantangan masih ada, terutama bagi guru honorer yang berjuang dengan gaji rendah.</p>
<p>Saat ini, upaya untuk meningkatkan literasi dan kualitas pendidikan terus dilakukan melalui berbagai inisiatif dan penerbitan buku inspiratif oleh para pendidik.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/guru-honorer-di-sikka-berjalan-kaki-6-km/">Guru Honorer di Sikka Berjalan Kaki 6 KM untuk Mengajar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tes kemampuan akademik: Pelaksanaan  di Kota Palu</title>
		<link>https://wartawarganews.com/tes-kemampuan-akademik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 07:12:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Palu]]></category>
		<category><![CDATA[literasi]]></category>
		<category><![CDATA[madrasah]]></category>
		<category><![CDATA[monitoring]]></category>
		<category><![CDATA[numerasi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[tes kemampuan akademik]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/tes-kemampuan-akademik/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari pertama Tes Kemampuan Akademik di Kota Palu dihadiri oleh 2.134 siswa. Monitoring dilakukan oleh Kakankemenag setempat untuk memastikan kelancaran ujian.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/tes-kemampuan-akademik/">Tes kemampuan akademik: Pelaksanaan  di Kota Palu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tanggal 6 April 2026, pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, dihadiri oleh <strong>2.134 siswa</strong> dari berbagai madrasah. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kemampuan akademik siswa di daerah tersebut.</p>
<p>Monitoring pelaksanaan TKA dilakukan oleh Kakankemenag Kota Palu, <strong>Ahmad Hasni</strong>, beserta jajaran Kemenag Sulteng. Menurut Ahmad Hasni, hasil TKA ini memiliki urgensi tinggi, tidak hanya sebagai tolok ukur evaluasi kurikulum, tetapi juga sebagai acuan penting bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah maupun madrasah unggulan.</p>
<p>Di Jawa Timur, pelaksanaan TKA secara umum berjalan dengan sangat baik, meskipun terdapat sedikit kendala jaringan di beberapa tempat. Di Kabupaten Kediri, lebih dari <strong>15.000 murid</strong> mengikuti ujian tanpa kendala berarti, menunjukkan kesiapan dan antusiasme yang tinggi dari siswa dan sekolah.</p>
<p>Pelaksanaan TKA di Madiun dijadwalkan berlangsung pada tanggal <strong>8 dan 9 April 2026</strong>, dengan <strong>3.044 siswa SMP</strong> se-Kota Madiun yang akan mengikuti ujian tersebut. Pada hari pertama, siswa akan mengerjakan Matematika dan Survei Karakter, sedangkan pada hari kedua mereka akan mengerjakan Bahasa Indonesia dan Survei Lingkungan Belajar.</p>
<p>Tujuan utama dari TKA adalah untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa. <strong>Lismawati</strong>, seorang pejabat terkait, menyatakan bahwa hasilnya nanti akan menjadi rapor pendidikan bagi sekolah, Kota Madiun, provinsi, hingga tingkat nasional.</p>
<p>Monitoring pelaksanaan TKA dilakukan untuk memastikan pemetaan kualitas dan potensi akademik siswa berjalan secara objektif dan transparan. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.</p>
<p>Walaupun ada beberapa kendala non-teknis yang dihadapi, <strong>Kemal Pandu Pratekna</strong> menyatakan bahwa pihak sekolah dengan cepat dapat menyelesaikan masalah tersebut, sehingga pelaksanaan TKA berjalan lancar.</p>
<p>Dengan pelaksanaan TKA ini, diharapkan akan ada peningkatan dalam kualitas pendidikan di daerah, serta memberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka secara lebih luas.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/tes-kemampuan-akademik/">Tes kemampuan akademik: Pelaksanaan  di Kota Palu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tka: Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik () di Kabupaten Tangerang</title>
		<link>https://wartawarganews.com/tka-pelaksanaan-tes-kemampuan-akademik-di-kabupaten/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 09:09:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mendikdasmen]]></category>
		<category><![CDATA[numerasi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[SMP]]></category>
		<category><![CDATA[TKA]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/tka-pelaksanaan-tes-kemampuan-akademik-di-kabupaten/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP di Kabupaten Tangerang berlangsung dengan partisipasi yang tinggi dan kredibilitas yang terjaga.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/tka-pelaksanaan-tes-kemampuan-akademik-di-kabupaten/">Tka: Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik () di Kabupaten Tangerang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Key moments</h2>
<p>Pada tanggal 6 April 2026, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP di Kabupaten Tangerang berlangsung dengan lancar dan kredibel. Sekitar 98 persen dari target peserta mengikuti ujian ini, dengan tingkat partisipasi di SMP Negeri 2 Curug mencapai 100 persen.</p>
<p>Mendikdasmen, Abdul Mu&#8217;ti, meninjau hari pertama pelaksanaan TKA di SMP Negeri 2 Curug. &#8220;Kesiapan kelas dan penataan teknis sudah sesuai dengan ketentuan,&#8221; ujarnya. Ia juga mengingatkan kepada siswa untuk &#8220;kerjakan dengan jujur dan gembira, karena ini adalah bagian dari proses, bukan akhir.&#8221; Ujian ini berfungsi sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan akademik siswa dalam bidang literasi dan numerasi.</p>
<p>Di MTs Al-Khairaat Ambon, pelaksanaan TKA diikuti oleh 15 peserta didik. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kemampuan akademik siswa di daerah tersebut. Sementara itu, di MTs Al-Fatah Ambon, TKA dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6-7 April 2026 dengan tiga sesi pelaksanaan.</p>
<p>Abdul Mu&#8217;ti menegaskan bahwa TKA bukan merupakan penentu kelulusan murid, melainkan hasil TKA akan melengkapi penilaian prestasi siswa. Hal ini menunjukkan bahwa TKA dirancang sebagai sistem &#8216;five in one&#8217; yang mampu menghasilkan lima jenis data pendidikan, yang diharapkan dapat membantu dalam pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran di masa depan.</p>
<p>Kepala SMP Negeri 2 Curug, Purwaningsih, juga memberikan komentar positif mengenai pelaksanaan TKA. &#8220;Alhamdulillah pada sesi pertama berjalan lancar,&#8221; katanya. Ia menambahkan bahwa pihaknya hanya mengimbau siswa untuk membiasakan diri dengan soal-soal TKA agar dapat mempersiapkan diri dengan baik.</p>
<p>Dengan pelaksanaan TKA yang berjalan sesuai rencana, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Tangerang. Kesiapan pelaksanaan TKA di sekolah-sekolah telah berjalan sesuai ketentuan, dan para peserta didik menunjukkan antusiasme yang tinggi.</p>
<p>Pengawasan yang dilakukan oleh Mendikdasmen dan pihak terkait menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Masyarakat dan pengamat pendidikan berharap bahwa hasil dari TKA ini dapat digunakan untuk perbaikan sistem pendidikan dan memberikan manfaat bagi siswa di seluruh Indonesia.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/tka-pelaksanaan-tes-kemampuan-akademik-di-kabupaten/">Tka: Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik () di Kabupaten Tangerang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
