<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>likuiditas artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/likuiditas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Apr 2026 09:03:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>likuiditas artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kredit Bermasalah: Potensi Kenaikan di Sektor Perbankan</title>
		<link>https://wartawarganews.com/kredit-bermasalah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 09:03:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Dian Ediana Rae]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[energi]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[kredit bermasalah]]></category>
		<category><![CDATA[likuiditas]]></category>
		<category><![CDATA[NPL]]></category>
		<category><![CDATA[perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[risiko kredit]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/kredit-bermasalah/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kenaikan kredit bermasalah dapat terjadi di sektor perbankan akibat berbagai faktor ekonomi. Dian Ediana Rae mengungkapkan potensi risiko ini.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/kredit-bermasalah/">Kredit Bermasalah: Potensi Kenaikan di Sektor Perbankan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>&#8220;Hal ini tentu berpotensi dapat meningkatkan potensi kenaikan kredit bermasalah, Non-Performing Loan, serta kebutuhan pencadangan atau CKPN (cadangan kerugian penurunan nilai),&#8221; ujar <strong>Dian Ediana Rae</strong>, menyoroti risiko yang dihadapi sektor perbankan saat ini.</p>
<p>Risiko kredit bermasalah dapat meningkat akibat konflik yang berlangsung lama di Timur Tengah. Situasi ini diperburuk oleh kenaikan harga energi dan tekanan inflasi yang dapat menurunkan profitabilitas perusahaan serta kemampuan membayar debitur.</p>
<p>Kenaikan kredit bermasalah diperkirakan akan terjadi terutama pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta konsumsi, yang sangat sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi.</p>
<p>Menurut data terbaru, rasio permodalan atau CAR per Februari 2026 adalah <strong>25,83 persen</strong>, menunjukkan bahwa perbankan masih memiliki buffer yang cukup untuk menghadapi risiko ini.</p>
<p>Namun, rasio Non-Performing Loan (NPL) juga tercatat pada angka <strong>2,17 persen</strong>, yang menandakan adanya peningkatan dalam kredit bermasalah.</p>
<p>Rasio AL/DPK per Februari 2026 adalah <strong>121,29 persen</strong>, sementara rasio AL/NCD mencapai <strong>27,4 persen</strong>, menunjukkan likuiditas yang cukup baik di sektor perbankan.</p>
<p>Liquidity Coverage Ratio (LCR) juga berada pada angka <strong>195,64 persen</strong>, yang berarti perbankan memiliki likuiditas jangka pendek yang memadai untuk menghadapi tantangan ke depan.</p>
<p>Dian Ediana Rae menambahkan, &#8220;Ini masih jauh di atas threshold dan masih mencukupi untuk memiliki likuiditas jangka pendek perbankan ke depan.&#8221;</p>
<p>Dengan kondisi ini, penting bagi sektor perbankan untuk terus memantau perkembangan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi risiko kredit bermasalah.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/kredit-bermasalah/">Kredit Bermasalah: Potensi Kenaikan di Sektor Perbankan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prajogo Pangestu Melepas Saham CUAN untuk Likuiditas yang Lebih Sehat</title>
		<link>https://wartawarganews.com/prajogo-pangestu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 18:47:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Barito Group]]></category>
		<category><![CDATA[CUAN]]></category>
		<category><![CDATA[divestasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[likuiditas]]></category>
		<category><![CDATA[pertambangan]]></category>
		<category><![CDATA[Prajogo Pangestu]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/prajogo-pangestu/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prajogo Pangestu baru-baru ini melepas 764 juta lembar saham CUAN untuk meningkatkan likuiditas dan tata kelola perusahaan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi CUAN di pasar.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/prajogo-pangestu/">Prajogo Pangestu Melepas Saham CUAN untuk Likuiditas yang Lebih Sehat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Dengan melepas lebih dari 764 juta lembar saham, Prajogo Pangestu sedang membuka pintu bagi likuiditas yang lebih sehat dan tata kelola perusahaan yang lebih transparan.&#8221; Pernyataan ini mencerminkan langkah strategis yang diambil oleh Prajogo Pangestu, pemilik Barito Group, yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.</p>
<p>Pada periode 30 Maret hingga 2 April 2026, Prajogo melakukan penjualan saham CUAN dalam 18 kali transaksi. Dari penjualan tersebut, ia berhasil meraup dana segar sekitar Rp850,28 miliar. Meskipun melepas sejumlah besar saham, Prajogo masih mempertahankan 83,41% kepemilikan saham di perusahaan tersebut.</p>
<p>Harga pelepasan saham berkisar antara Rp1.045 hingga Rp1.150 per lembar, menunjukkan adanya minat yang tinggi dari para investor. CUAN sendiri memiliki tujuh konsesi tambang batubara di Kalimantan dan juga terlibat dalam pertambangan emas dan perak melalui anak usahanya, PT Intam.</p>
<p>&#8220;Langkah divestasi ini tidak dilakukan dalam satu waktu, melainkan melalui 18 kali transaksi yang terbagi dalam rentang waktu empat hari bursa,&#8221; tambah sumber yang dekat dengan transaksi tersebut. Hal ini menunjukkan pendekatan yang hati-hati dan terencana dalam meningkatkan jumlah saham yang beredar di masyarakat.</p>
<p>Dengan menambah jumlah saham yang beredar, diharapkan likuiditas perdagangan saham CUAN akan semakin meningkat. Ini adalah langkah penting untuk menarik lebih banyak investor dan memperkuat posisi CUAN di pasar modal Indonesia.</p>
<p>Selain itu, masuknya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dalam daftar emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi versi BEI mempertegas bahwa saham-saham yang terafiliasi dengan kelompok usaha besar, termasuk milik Prajogo Pangestu, akan terus menjadi perhatian. &#8220;Masuknya BREN dalam daftar BEI pun mempertegas bahwa saham-saham yang terafiliasi dengan kelompok usaha besar, termasuk milik Prajogo Pangestu, akan terus menjadi perhatian,&#8221; ungkap seorang analis pasar.</p>
<p>Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan likuiditas, tetapi juga memperkuat tata kelola perusahaan di CUAN dan anak perusahaannya. Dengan demikian, perusahaan dapat lebih siap menghadapi tantangan di masa depan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/prajogo-pangestu/">Prajogo Pangestu Melepas Saham CUAN untuk Likuiditas yang Lebih Sehat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
