<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kementerian Pertanian artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/kementerian-pertanian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Apr 2026 11:20:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>Kementerian Pertanian artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Amran Sulaiman Mempercepat Program Biodiesel B50 di Indonesia</title>
		<link>https://wartawarganews.com/amran-sulaiman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 11:20:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[biodiesel]]></category>
		<category><![CDATA[impor solar]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[krisis pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[program B50]]></category>
		<category><![CDATA[stok beras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/amran-sulaiman/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Amran Sulaiman mengumumkan langkah-langkah konkret untuk program biodiesel B50 dan memastikan ketersediaan stok beras di Indonesia.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/amran-sulaiman/">Amran Sulaiman Mempercepat Program Biodiesel B50 di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Bagaimana langkah pemerintah Indonesia dalam mengatasi krisis pangan dan ketergantungan impor solar? Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah mempercepat implementasi program biodiesel B50 untuk menekan impor solar sebanyak 5,3 juta ton pada tahun ini.</p>
<p>Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa instruksi untuk optimalisasi penggunaan bahan bakar nabati berasal dari Presiden Prabowo Subianto. &#8220;Bapak Presiden Prabowo telah menginstruksikan untuk optimalisasi penggunaan bahan bakar nabati dari sawit, tebu, ubi kayu, dan jagung,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kementerian Pertanian juga menyiapkan langkah konkret untuk merealisasikan program B50. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar yang selama ini menjadi beban bagi perekonomian negara.</p>
<p>Di sisi lain, kondisi stok beras nasional juga menjadi perhatian. Pada tanggal 7 April 2026, Amran Sulaiman mengumumkan bahwa stok cadangan beras pemerintah mencapai 4,6 juta ton, meningkat dari 4,5 juta ton sebelumnya. &#8220;Cadangan beras hari ini, per tadi pagi tanggal 7 April 2026 mencapai 4,6 juta ton. Jadi kemarin 4,5, sekarang 4,6 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Amran menegaskan bahwa ketersediaan stok beras cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 10 hingga 11 bulan ke depan. &#8220;Kondisi stok beras nasional Indonesia dipastikan aman untuk 10 sampai 11 bulan ke depan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Langkah-langkah ini diambil di tengah krisis pangan global yang semakin nyata, dengan laporan FAO yang menyebutkan sekitar 724 juta penduduk dunia mengalami kelaparan. Pangan kini semakin dipandang sebagai aset strategis yang berperan penting dalam stabilitas ekonomi dan geopolitik dunia.</p>
<p>Dengan adanya program biodiesel B50 dan pengelolaan stok beras yang baik, pemerintah berharap dapat mengurangi dampak krisis pangan dan meningkatkan ketahanan pangan nasional. Namun, detail lebih lanjut mengenai implementasi program ini dan dampaknya terhadap masyarakat masih perlu dikonfirmasi.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/amran-sulaiman/">Amran Sulaiman Mempercepat Program Biodiesel B50 di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gogo: Target Penanaman Padi  di Kabupaten Sukabumi</title>
		<link>https://wartawarganews.com/gogo-target-penanaman-padi-di-kabupaten-sukabumi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 10:11:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Pusat Statistik]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[padi]]></category>
		<category><![CDATA[padi gogo]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[produksi beras]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/gogo-target-penanaman-padi-di-kabupaten-sukabumi/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabupaten Sukabumi menargetkan penanaman padi gogo seluas 17.558 hektare pada tahun 2026. Kementerian Pertanian berupaya meningkatkan produksi beras nasional.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/gogo-target-penanaman-padi-di-kabupaten-sukabumi/">Gogo: Target Penanaman Padi  di Kabupaten Sukabumi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Apakah Kabupaten Sukabumi siap memenuhi target penanaman padi gogo pada tahun 2026? Ya, Kabupaten Sukabumi telah ditetapkan untuk menanam padi gogo seluas 17.558 hektare, yang merupakan bagian dari target nasional sebesar 320 ribu hektare.</p>
<p>Menurut data dari Kementerian Pertanian, potensi pengembangan padi gogo di Kabupaten Sukabumi mencapai 37.000 hektare. Pada tahun 2025, realisasi tanam padi gogo di daerah ini tercatat seluas 23.231,6 hektare, menunjukkan adanya minat dan kemampuan petani untuk berkontribusi dalam produksi padi gogo.</p>
<p>Penanaman padi gogo di Kabupaten Sukabumi direncanakan berlangsung mulai September hingga Desember 2025, dengan umur tanaman berkisar antara 3 hingga 4 bulan. Luas panen padi gogo akan tercatat antara bulan Januari hingga April 2026.</p>
<p>Untuk memastikan akurasi data produksi, poligonisasi lahan padi gogo akan dilaksanakan mulai 11 hingga 13 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memasukkan produksi padi gogo ke dalam sampling KSA BPS, yang akan membantu dalam perhitungan produksi nasional.</p>
<p>Aep Majmudin, seorang pejabat dari Kementerian Pertanian, menyatakan, &#8220;Kami ingin memastikan petani padi gogo mendapatkan perhatian yang sama dalam perhitungan produksi nasional. Ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap ketersediaan beras bagi masyarakat.&#8221; Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan perhatian terhadap sektor pertanian, khususnya padi gogo.</p>
<p>Dengan target penanaman padi gogo yang signifikan, Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat memberikan kontribusi sebesar 43,37% terhadap target Provinsi Jawa Barat, yang mencapai 40.478 hektare. Ini menunjukkan potensi besar daerah ini dalam mendukung ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Namun, tantangan tetap ada, dan detail lebih lanjut mengenai pelaksanaan penanaman dan hasil panen masih perlu dipantau. Petani dan pemerintah daerah akan bekerja sama untuk memastikan bahwa target ini dapat tercapai dengan baik.</p>
<p>Secara keseluruhan, upaya peningkatan produksi padi gogo di Kabupaten Sukabumi merupakan langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/gogo-target-penanaman-padi-di-kabupaten-sukabumi/">Gogo: Target Penanaman Padi  di Kabupaten Sukabumi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gogo: Produksi Padi  di Sukabumi: Target dan Realisasi 2026</title>
		<link>https://wartawarganews.com/gogo-produksi-padi-di-sukabumi-target-dan-realisasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 20:09:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[drone]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[padi gogo]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[poligonisasi]]></category>
		<category><![CDATA[produksi beras]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/gogo-produksi-padi-di-sukabumi-target-dan-realisasi/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Produksi padi gogo di Sukabumi ditargetkan mencapai 17.558 hektare pada 2026. Kementerian Pertanian berupaya meningkatkan hasil pertanian ini.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/gogo-produksi-padi-di-sukabumi-target-dan-realisasi/">Gogo: Produksi Padi  di Sukabumi: Target dan Realisasi 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seberapa besar potensi dan target produksi padi gogo di Sukabumi pada tahun 2026? Kabupaten Sukabumi menargetkan penanaman padi gogo seluas 17.558 hektare pada tahun tersebut, sejalan dengan target nasional yang mencapai 320 ribu hektare. Hal ini menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Menurut data dari Kementerian Pertanian, realisasi tanam padi gogo di Sukabumi pada tahun 2025 telah mencapai 23.231,6 hektare. Ini menunjukkan bahwa petani di daerah tersebut telah aktif dalam mengembangkan lahan pertanian mereka. Dengan potensi pengembangan padi gogo yang mencapai 37.000 hektare, Sukabumi memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi beras.</p>
<p>Poligonisasi lahan padi gogo di Sukabumi dilaksanakan mulai 11 hingga 13 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan data luas lahan yang lebih akurat untuk KSA BPS. Nandang Sudrajat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, menjelaskan bahwa poligonisasi padi gogo adalah upaya untuk memasukkan produksi padi gogo ke dalam sampling KSA BPS. Hal ini penting agar produksi padi gogo dapat diperhitungkan dalam statistik nasional.</p>
<p>Produksi padi gogo Kabupaten Sukabumi diperkirakan dapat mencapai 46 ribu ton pada tahun 2026. Leli Nuryati dari Kementerian Pertanian berharap kegiatan poligonisasi ini dapat diintegrasikan dengan frame KSA yang digunakan BPS dalam menghitung produksi padi. Dengan demikian, data yang dihasilkan akan lebih akurat dan dapat digunakan untuk perencanaan yang lebih baik.</p>
<p>Dalam konteks yang lebih luas, Kementerian Pertanian berupaya meningkatkan produksi beras nasional melalui pengembangan padi gogo. Aep Majmudin, seorang pejabat di Kementerian Pertanian, menyatakan, &#8220;Kami ingin memastikan petani padi gogo mendapatkan perhatian yang sama dalam perhitungan produksi nasional. Ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap ketersediaan beras bagi masyarakat.&#8221; Ini menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendukung petani dalam meningkatkan hasil pertanian mereka.</p>
<p>Ujang Sofyan Syarif, petani lokal, juga menyampaikan harapannya agar program ini dapat memotivasi petani untuk terus menanam setiap tahun, bahkan dua kali setahun, dengan dukungan pemerintah. Ini mencerminkan semangat petani untuk beradaptasi dan meningkatkan produktivitas mereka dalam menghadapi tantangan pertanian.</p>
<h2>The wider picture</h2>
<p>Dengan target kontribusi Sukabumi terhadap target Jawa Barat sebesar 43,37%, jelas bahwa daerah ini memainkan peran penting dalam pencapaian target nasional. Namun, tantangan tetap ada, termasuk cuaca dan kondisi lahan yang dapat mempengaruhi hasil panen. Detail tetap belum terkonfirmasi mengenai bagaimana kebijakan baru akan diterapkan untuk mendukung petani dalam mencapai target ini.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/gogo-produksi-padi-di-sukabumi-target-dan-realisasi/">Gogo: Produksi Padi  di Sukabumi: Target dan Realisasi 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
