<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hilal artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/hilal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Mar 2026 10:11:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>hilal artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apakah besok masih puasa?</title>
		<link>https://wartawarganews.com/apakah-besok-masih-puasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 10:11:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasaruddin Umar]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Rukyatul Hilal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/apakah-besok-masih-puasa/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kementerian Agama RI mengumumkan bahwa puasa akan disempurnakan menjadi 30 hari. 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/apakah-besok-masih-puasa/">Apakah besok masih puasa?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Sebelum pengumuman terbaru, masyarakat Indonesia mengharapkan bahwa puasa akan berakhir pada 20 Maret 2026. Namun, Kementerian Agama RI mengumumkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026.</p>
<p>Keputusan ini diambil setelah hasil rukyatul hilal menunjukkan bahwa hilal tidak terlihat. Dari 117 titik pemantauan, posisi hilal masih di bawah kriteria MABIMS, dengan derajat tinggi hilal hanya 3 derajat dan derajat elongasi 6.4.</p>
<p>Dengan demikian, puasa disempurnakan menjadi 30 hari, yang berarti masyarakat masih menjalankan ibadah puasa pada 20 Maret 2026. Sebagian umat Muslim merayakan Lebaran lebih awal pada tanggal tersebut berdasarkan metode hisab yang digunakan oleh organisasi Muhammadiyah.</p>
<p>Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan keputusan ini setelah Sidang Isbat, menyatakan, &#8220;Berdasarkan hisab dan tidak adanya hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.&#8221; Ini menunjukkan adanya perbedaan dalam penentuan Hari Raya Idul Fitri yang terjadi karena metode yang digunakan oleh masing-masing pihak.</p>
<p>Ustaz Khalid Basalamah juga memberikan pandangannya, &#8220;Kalau saya, wallahualam, kembali kepada pemerintah. Yang penting puasanya 30 hari maksimal, tidak boleh 31 hari.&#8221; Hal ini menunjukkan pentingnya kepatuhan terhadap keputusan resmi dalam menjalankan ibadah puasa.</p>
<p>Dengan adanya keputusan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami dan menerima perbedaan dalam penentuan hari raya. Meskipun ada yang merayakan lebih awal, keputusan resmi dari pemerintah tetap menjadi acuan bagi banyak umat Muslim di Indonesia.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/apakah-besok-masih-puasa/">Apakah besok masih puasa?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masjid Muhammadiyah Terdekat: Salat Idul Fitri 1447 H di Jakarta</title>
		<link>https://wartawarganews.com/masjid-muhammadiyah-terdekat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 20:02:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[1 Syawal 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[hilal]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jemaah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[PDM Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Salat Idul Fitri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/masjid-muhammadiyah-terdekat/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salat Idul Fitri 1447 H akan dilaksanakan oleh Muhammadiyah di Jakarta pada 20 Maret 2026. Jemaah diimbau untuk datang lebih awal.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/masjid-muhammadiyah-terdekat/">Masjid Muhammadiyah Terdekat: Salat Idul Fitri 1447 H di Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Salat Idul Fitri 1447 H akan diselenggarakan oleh Muhammadiyah di Jakarta pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Jadwal pelaksanaan Salat Id umumnya berlangsung dari pukul 06.30 hingga 07.00 WIB.</p>
<p>Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal untuk penetapan awal bulan Hijriah. Hal ini penting karena perbedaan metode penetapan awal bulan Hijriah dapat menyebabkan perbedaan hari raya.</p>
<p>Di Kudus, PDM Kudus menyiapkan 36 titik lokasi Salat Idul Fitri, dengan pelaksanaan shalat dijadwalkan serentak pada pukul 06.00 WIB. Jemaah diimbau untuk datang lebih awal ke lokasi shalat agar dapat mengikuti ibadah dengan khusyuk.</p>
<p>Muhammadiyah menyelenggarakan Salat Idul Fitri di berbagai lokasi untuk memudahkan jemaah, terutama di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat. Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan semua jemaah dapat beribadah dengan nyaman.</p>
<p>Dengan adanya banyak lokasi, diharapkan jemaah dapat memilih masjid Muhammadiyah terdekat untuk melaksanakan Salat Idul Fitri. Hal ini juga mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam memfasilitasi kebutuhan ibadah umat.</p>
<p>Perlu dicatat bahwa meskipun jadwal dan lokasi telah ditentukan, detail lebih lanjut mengenai pelaksanaan di masing-masing masjid masih perlu dikonfirmasi. Jemaah disarankan untuk tetap memantau informasi terbaru dari sumber resmi Muhammadiyah.</p>
<p>Salat Idul Fitri merupakan momen penting bagi umat Islam, dan Muhammadiyah berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Dengan persiapan yang matang, diharapkan ibadah dapat berlangsung dengan lancar dan khusyuk.</p>
<p>Jemaah diharapkan mempersiapkan diri dengan baik, termasuk mengetahui lokasi masjid Muhammadiyah terdekat dan waktu pelaksanaan Salat Id. Ini akan membantu dalam menghindari kerumunan dan memastikan pengalaman ibadah yang lebih baik.</p>
<p>Dengan demikian, umat Islam di Jakarta dapat merayakan 1 Syawal 1447 Hijriah dengan penuh kebahagiaan dan kesyukuran, sambil tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/masjid-muhammadiyah-terdekat/">Masjid Muhammadiyah Terdekat: Salat Idul Fitri 1447 H di Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Malaysia Lebaran Kapan: Idul Fitri Jatuh pada 21 Maret 2026</title>
		<link>https://wartawarganews.com/malaysia-lebaran-kapan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 20:01:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[cuti bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Hisab]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja]]></category>
		<category><![CDATA[Rukyat]]></category>
		<category><![CDATA[Tan Sri Syed Danial Syed Ahmad]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/malaysia-lebaran-kapan/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Idul Fitri 1447 H akan dirayakan di Malaysia pada 21 Maret 2026. Cuti bersama ditetapkan pada 20 Maret.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/malaysia-lebaran-kapan/">Malaysia Lebaran Kapan: Idul Fitri Jatuh pada 21 Maret 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Idul Fitri 1447 H dirayakan pada Sabtu, 21 Maret 2026 di Malaysia. Penetapan tanggal ini diumumkan oleh <strong>Tan Sri Syed Danial Syed Ahmad</strong>, Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja Malaysia, yang menyatakan, &#8220;Dengan ini saya mengumumkan bahwa tanggal Hari Raya Idul Fitri bagi seluruh Negeri di Malaysia adalah Sabtu, 21 Maret 2026.&#8221; </p>
<p>Pemerintah Malaysia juga menetapkan Jumat, 20 Maret 2026 sebagai hari cuti bersama untuk merayakan hari besar ini. Penetapan tanggal Idul Fitri dilakukan setelah pemantauan hilal, yang merupakan metode tradisional untuk menentukan awal bulan Hijriah.</p>
<p>Negara-negara lain yang merayakan Idul Fitri pada 21 Maret termasuk <strong>Singapura</strong>, <strong>Brunei</strong>, dan <strong>Filipina</strong>. Namun, beberapa negara merayakan Idul Fitri lebih awal pada 19 Maret 2026, sementara mayoritas negara merayakan pada 20 Maret 2026.</p>
<p>Perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriah terjadi karena metode rukyat dan hisab serta faktor geografis. Metode ini mempengaruhi keputusan tiap negara dalam menentukan hari raya.</p>
<p>Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu (21/3), dan penetapan ini berdasarkan persetujuan <strong>Majlis Raja-Raja</strong>. Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam menentukan hari besar umat Islam.</p>
<p>Reaksi masyarakat terhadap pengumuman ini umumnya positif, dengan banyak yang mulai mempersiapkan perayaan dan perjalanan untuk berkumpul dengan keluarga. Momen ini menjadi waktu yang dinanti-nanti untuk berkumpul dan merayakan bersama orang-orang terkasih.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/malaysia-lebaran-kapan/">Malaysia Lebaran Kapan: Idul Fitri Jatuh pada 21 Maret 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kapan Lebaran 2026: Idul Fitri Jatuh pada 21 Maret</title>
		<link>https://wartawarganews.com/kapan-lebaran-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 19:58:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[cuti bersama]]></category>
		<category><![CDATA[hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran 2026]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Nasaruddin Umar]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/kapan-lebaran-2026/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H akan jatuh pada 21 Maret 2026. Penetapan ini berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/kapan-lebaran-2026/">Kapan Lebaran 2026: Idul Fitri Jatuh pada 21 Maret</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Pemerintah Indonesia telah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada <strong>Sabtu, 21 Maret 2026</strong>. Penetapan ini diambil setelah sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama pada malam <strong>19 Maret 2026</strong>.</p>
<p>Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengumumkan keputusan tersebut dalam konferensi pers. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan, &#8220;Berdasarkan hasil pantauan hilal di seluruh titik di Indonesia, tidak ditemukan satupun yang menyatakan melihat hilal.&#8221; Dengan tidak terlihatnya hilal, bulan Ramadan digenapkan menjadi <strong>30 hari</strong> sesuai dengan ketentuan dalam kalender Hijriah.</p>
<p>Perbedaan penetapan Idul Fitri ini juga terjadi, di mana Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada <strong>Jumat, 20 Maret 2026</strong>. Hal ini menunjukkan dinamika dalam praktik keagamaan di Indonesia, di mana perbedaan metode hisab dan rukyat telah lama menjadi bagian dari tradisi.</p>
<p>Penetapan tanggal Lebaran ini memengaruhi berbagai aspek, termasuk jadwal mudik, cuti bersama, dan aktivitas transportasi. Rangkaian libur Idul Fitri akan dimulai sejak <strong>20 Maret 2026</strong> sebagai cuti bersama, yang memungkinkan masyarakat untuk merayakan hari besar ini dengan keluarga.</p>
<p>Pemerintah menggunakan metode kombinasi hisab dan rukyat untuk menentukan awal bulan Syawal. Sidang isbat yang dilakukan pada <strong>19 Maret 2026</strong> menunjukkan bahwa posisi hilal diperkirakan belum memenuhi kriteria MABIMS, yang menjadi acuan dalam penetapan awal bulan dalam kalender Hijriah.</p>
<p>Penetapan Lebaran pada <strong>21 Maret 2026</strong> diharapkan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah dan aktivitas sosial. Namun, perbedaan penetapan oleh organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah tetap menjadi perhatian, mencerminkan keragaman dalam praktik keagamaan di Indonesia.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/kapan-lebaran-2026/">Kapan Lebaran 2026: Idul Fitri Jatuh pada 21 Maret</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebaran Pemerintah: Penetapan Tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah</title>
		<link>https://wartawarganews.com/lebaran-pemerintah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 00:25:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[2026]]></category>
		<category><![CDATA[hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/lebaran-pemerintah/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanggal Lebaran pemerintah diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026, sementara Muhammadiyah menetapkan pada 20 Maret 2026.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/lebaran-pemerintah/">Lebaran Pemerintah: Penetapan Tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Lebaran pemerintah, yang diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026, menjadi perhatian masyarakat Indonesia, terutama menjelang akhir bulan Ramadhan. Penetapan tanggal ini berpotensi memengaruhi perayaan Idul Fitri di seluruh negeri.</p>
<p>Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, menggunakan metode hisab dan rukyat untuk menentukan awal bulan Hijriah. Sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah dijadwalkan pada 19 Maret 2026. Namun, Muhammadiyah telah menetapkan Lebaran pada 20 Maret 2026.</p>
<p>Menurut Thomas Djamaluddin, seorang astronom, &#8220;1 Syawal 1447 = 21 Maret 2026,&#8221; yang menunjukkan perbedaan penetapan antara pemerintah dan Muhammadiyah. Sementara itu, ketinggian hilal pada 19 Maret 2026 diperkirakan antara 0,91 derajat hingga 3,13 derajat, yang belum memenuhi syarat visibilitas menurut kriteria MABIMS.</p>
<p>Jika hilal tidak teramati, bulan Ramadhan akan digenapkan menjadi 30 hari. Dalam konteks ini, perhitungan hari menuju Lebaran juga berbeda; menurut Muhammadiyah, terdapat 11 hari lagi dari 9 Maret 2026, sedangkan pemerintah menghitung 12 hari lagi.</p>
<p>Abu Rokhmad mengungkapkan, &#8220;Sidang ini dilakukan secara terbuka dan dapat diakses publik,&#8221; menandakan transparansi dalam proses penetapan tanggal Lebaran. Momen penetapan 1 Syawal selalu menjadi perhatian karena menandai berakhirnya ibadah puasa Ramadhan.</p>
<p>Dengan adanya perbedaan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami dan menghormati keputusan masing-masing organisasi. Namun, kepastian tanggal Lebaran masih menunggu hasil sidang isbat. Details remain unconfirmed.</p>
<p>Perbedaan penetapan ini juga mencerminkan keragaman dalam praktik keagamaan di Indonesia, di mana berbagai organisasi seperti NU dan Muhammadiyah memiliki pendekatan masing-masing dalam menentukan waktu ibadah.</p>
<p>Seiring dengan mendekatnya tanggal tersebut, diharapkan masyarakat dapat bersiap merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan, terlepas dari perbedaan yang ada.</p>
<p>Dengan demikian, perayaan Lebaran di Indonesia akan tetap menjadi momen yang penuh makna, meskipun ada perbedaan dalam penetapan tanggalnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/lebaran-pemerintah/">Lebaran Pemerintah: Penetapan Tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kapan Sidang Isbat Penetapan Lebaran 2026?</title>
		<link>https://wartawarganews.com/kapan-sidang-isbat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 14:45:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran 2026]]></category>
		<category><![CDATA[sidang isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/kapan-sidang-isbat/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sidang isbat untuk penetapan Lebaran 2026 akan dilaksanakan pada 19 Maret 2026. Pengumuman hasil sidang akan dilakukan pada pukul 19.25 WIB.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/kapan-sidang-isbat/">Kapan Sidang Isbat Penetapan Lebaran 2026?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Sidang isbat untuk penetapan Lebaran 2026 akan dilaksanakan pada 19 Maret 2026. Acara ini akan dimulai pada pukul 16.30 WIB dengan seminar posisi hilal, dan akan dilanjutkan dengan sidang isbat yang dilaksanakan secara tertutup untuk umum pada pukul 18.00 WIB. Pengumuman hasil sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada pukul 19.25 WIB.</p>
<p>Pemerintah memperkirakan bahwa Idul Fitri 2026 akan jatuh pada 21 Maret 2026, sementara Muhammadiyah menetapkan tanggal tersebut pada 20 Maret 2026. Perbedaan ini mencerminkan adanya variasi dalam metode penentuan awal bulan Hijriah yang sering terjadi setiap tahun.</p>
<p>Sidang isbat ini melibatkan pakar astronomi dari berbagai instansi untuk menentukan ketinggian dan posisi hilal. Hasil perhitungan astronomi menunjukkan bahwa ketinggian hilal pada 19 Maret 2026 berkisar antara 0 derajat 57 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik, dengan elongasi bulan berkisar antara 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik.</p>
<p>Abu Rokhman, seorang tokoh masyarakat, mengingatkan umat Islam untuk tetap tenang dan menunggu keputusan pemerintah dalam sidang isbat yang akan berlangsung. &#8220;Perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah dihormati sebagai dinamika keilmuan, dengan tetap menjaga persatuan dan saling menghormati,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Thomas Djamaluddin, seorang astronom, menambahkan bahwa menurut kriteria Turki, 1 Syawal 1447 akan jatuh pada 20 Maret 2026. Hal ini menunjukkan bahwa perhitungan astronomi dapat menghasilkan tanggal yang berbeda tergantung pada metode yang digunakan.</p>
<p>Dengan adanya sidang isbat ini, masyarakat diharapkan dapat memahami lebih baik mengenai penetapan tanggal Lebaran dan pentingnya perhitungan astronomi dalam menentukan awal bulan Hijriah. Kemenag akan mengumumkan tanggal Lebaran 2026 setelah sidang isbat selesai.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/kapan-sidang-isbat/">Kapan Sidang Isbat Penetapan Lebaran 2026?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hilal: Pengamatan  untuk Penetapan Idulfitri 1447 H</title>
		<link>https://wartawarganews.com/hilal-pengamatan-untuk-penetapan-idulfitri-1447-h/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 03:51:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Idulfitri]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[konjungsi]]></category>
		<category><![CDATA[LF PBNU]]></category>
		<category><![CDATA[Observatorium Bosscha]]></category>
		<category><![CDATA[pengamatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/hilal-pengamatan-untuk-penetapan-idulfitri-1447-h/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pengamatan hilal menjelang Idulfitri 1447 H di Indonesia menunjukkan hasil yang bervariasi. Ketinggian hilal berbeda di setiap daerah.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/hilal-pengamatan-untuk-penetapan-idulfitri-1447-h/">Hilal: Pengamatan  untuk Penetapan Idulfitri 1447 H</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&#8220;Hasil pengamatan dari seluruh titik pantau tersebut menjadi dasar penetapan Idulfitri bagi pemerintah,&#8221;</strong ujar Abu Rokhmad, menegaskan pentingnya pengamatan hilal dalam menentukan awal bulan Syawal. Pada 19 Maret 2026, pengamatan hilal dilakukan di berbagai lokasi di Indonesia untuk menentukan tanggal Idulfitri 1447 H.</p>
<p>Data yang dirilis oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menunjukkan bahwa hilal sudah berada di atas ufuk, namun belum memenuhi kriteria imkanur rukyah. Ketinggian hilal bervariasi di berbagai daerah, dengan ketinggian tertinggi tercatat di Kota Sabang, Provinsi Aceh, yaitu 2 derajat 53 menit. Sementara itu, ketinggian terendah terjadi di Merauke, Provinsi Papua Selatan, dengan tinggi hilal mar’ie 0 derajat 49 menit.</p>
<p>Ijtimak atau konjungsi bulan terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026, pukul 08:25:58 WIB. Pada saat matahari terbenam di hari yang sama, ketinggian hilal di Indonesia berkisar antara 0.91 derajat di Merauke hingga 3.13 derajat di Sabang. Elongasi geosentris juga menunjukkan variasi, dengan nilai terendah 4.54 derajat di Waris dan tertinggi 6.1 derajat di Banda Aceh.</p>
<p>Umur bulan pada saat matahari terbenam juga bervariasi, berkisar antara 7.41 jam di Waris hingga 10.44 jam di Banda Aceh. Lama hilal di atas ufuk saat matahari terbenam berkisar antara 5.6 menit di Merauke sampai dengan 15.66 menit di Sabang. Data ini menunjukkan bahwa meskipun hilal terlihat, kondisi atmosfer dan metode pengamatan sangat mempengaruhi hasil yang didapat.</p>
<h2>What observers say</h2>
<p>Yatny Yulianty menambahkan, <strong>&#8220;Keberhasilan pengamatan sangat dipengaruhi kondisi atmosfer, transparansi langit, serta pengalaman dan metode pengamatan.&#8221;</strong> Hal ini menunjukkan bahwa pengamatan hilal bukan hanya sekadar melihat bulan, tetapi juga melibatkan banyak faktor yang harus diperhatikan untuk mendapatkan hasil yang akurat.</p>
<p>Details remain unconfirmed. Kepastian awal Syawal 1447 H masih menunggu hasil rukyah yang diumumkan oleh LF PBNU dan hasil sidang isbat yang ditetapkan oleh pemerintah. Dengan demikian, masyarakat diharapkan untuk menunggu pengumuman resmi terkait penetapan Idulfitri.</p>
<p>Pengamatan hilal merupakan tradisi penting dalam menentukan awal bulan dalam kalender Islam. Setiap tahun, berbagai lembaga dan organisasi melakukan pengamatan untuk memastikan bahwa penetapan hari raya dilakukan dengan akurat. Dengan adanya teknologi dan metode pengamatan yang semakin berkembang, diharapkan hasil yang diperoleh dapat lebih tepat dan dapat diandalkan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/hilal-pengamatan-untuk-penetapan-idulfitri-1447-h/">Hilal: Pengamatan  untuk Penetapan Idulfitri 1447 H</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebaran Hari Apa: Tanggal Idul Fitri 2026</title>
		<link>https://wartawarganews.com/lebaran-hari-apa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 11:16:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[sidang isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/lebaran-hari-apa/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanggal Lebaran 2026 masih menjadi perdebatan antara pemerintah dan Muhammadiyah. Sidang isbat akan menentukan kepastiannya.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/lebaran-hari-apa/">Lebaran Hari Apa: Tanggal Idul Fitri 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Tanggal Lebaran 2026 masih menjadi perdebatan antara pemerintah dan Muhammadiyah. Menurut Kementerian Agama, Lebaran diprediksi jatuh pada <strong>Sabtu, 21 Maret 2026</strong>, sementara Muhammadiyah menetapkan tanggal tersebut pada <strong>Jumat, 20 Maret 2026</strong>.</p>
<p>Sidang isbat untuk penetapan Lebaran 2026 dijadwalkan pada <strong>19 Maret 2026</strong>. Hasil dari sidang ini akan menjadi rujukan resmi untuk menentukan tanggal Idul Fitri. Namun, posisi hilal pada tanggal tersebut diperkirakan belum memenuhi kriteria MABIMS, yang menetapkan tinggi hilal minimal <strong>3 derajat</strong> dan elongasi <strong>6,4 derajat</strong>.</p>
<p>Perhitungan astronomi oleh BRIN menunjukkan bahwa Idul Fitri kemungkinan jatuh pada <strong>21 Maret 2026</strong>. Namun, posisi hilal saat Matahari terbenam pada <strong>20 Maret 2026</strong> diperkirakan masih rendah, yang dapat memengaruhi keputusan sidang isbat.</p>
<p>Sidang isbat melibatkan pakar astronomi dan organisasi kemasyarakatan Islam, serta berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta. Menurut Thomas Djamaluddin, &#8220;Maka 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026, akan menunggu keputusan sidang isbat.&#8221;</p>
<p>Perbedaan tanggal antara Muhammadiyah dan pemerintah menambah ketidakpastian mengenai penetapan Lebaran. Arsad Hidayat menyatakan, &#8220;Sidang isbat merupakan ruang musyawarah yang mempertemukan data hisab dan laporan rukyat dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia.&#8221;</p>
<p>Details remain unconfirmed. Kepastian tanggal Lebaran 2026 masih menunggu hasil sidang isbat, yang diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi umat Islam di Indonesia.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/lebaran-hari-apa/">Lebaran Hari Apa: Tanggal Idul Fitri 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahun Hijriah 2026: Idul Fitri 1447 H dan Perbedaan Penetapan</title>
		<link>https://wartawarganews.com/tahun-hijriah-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 15:28:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[tahun hijriah 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/tahun-hijriah-2026/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun hijriah 2026 akan menyaksikan perbedaan penetapan Idul Fitri antara Muhammadiyah dan pemerintah, dengan tanggal yang berbeda.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/tahun-hijriah-2026/">Tahun Hijriah 2026: Idul Fitri 1447 H dan Perbedaan Penetapan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>The wider picture</h2>
<p>Tahun hijriah 2026 akan menjadi tahun yang menarik bagi umat Islam di Indonesia, terutama terkait dengan penetapan Idul Fitri 1447 H. Pertanyaan yang muncul adalah: kapan tepatnya Idul Fitri akan dirayakan? Jawabannya bervariasi tergantung pada organisasi yang mengeluarkan penetapan tersebut.</p>
<p>Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Sementara itu, pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) memperkirakan bahwa Idul Fitri akan dirayakan pada Sabtu, 21 Maret 2026. Perbedaan ini mencerminkan pendekatan yang berbeda dalam menentukan awal bulan baru dalam kalender Hijriah.</p>
<p>Untuk menentukan awal bulan baru, ijtimak hilal akan dilakukan pada Kamis, 19 Maret 2026. Kriteria yang digunakan dalam penentuan ini adalah MABIMS, yang menyaratkan hilal harus memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Namun, posisi hilal di Indonesia pada tanggal tersebut diperkirakan tidak dapat diamati, yang dapat mempengaruhi keputusan akhir.</p>
<p>Sidang isbat, yang merupakan forum resmi untuk menentukan 1 Syawal 1447 H, dijadwalkan berlangsung pada 19 Maret 2026. Ahmad Izzudin, seorang pejabat terkait, menyatakan, &#8220;Ketetapan resmi 1 Syawal 1447 H akan menunggu hasil sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama.&#8221; Hal ini menunjukkan bahwa keputusan akhir akan bergantung pada hasil sidang tersebut.</p>
<p>Thomas Djamaluddin, seorang astronom, menambahkan bahwa meskipun hilal sudah berada di atas ufuk, ia belum memenuhi kriteria MABIMS. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada harapan untuk melihat hilal, kenyataannya mungkin tidak sesuai harapan. Masyarakat tetap diimbau untuk melaksanakan Sholat Tarawih sembari menunggu hasil sidang isbat.</p>
<p>Perbedaan penetapan Idul Fitri antara Muhammadiyah dan pemerintah diperkirakan akan terus terjadi hingga tahun 1450 (2029 Masehi). Hal ini menunjukkan bahwa perdebatan mengenai metode penentuan awal bulan Hijriah masih relevan dan menjadi bagian dari dinamika kehidupan beragama di Indonesia.</p>
<p>Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momen untuk introspeksi dan menghargai pilihan orang lain. Dengan perbedaan yang ada, umat Islam di Indonesia diharapkan dapat tetap bersatu dalam semangat kebersamaan, meskipun dengan cara yang berbeda dalam merayakan hari besar ini. Detail tetap belum terkonfirmasi, dan masyarakat diharapkan untuk mengikuti perkembangan terbaru terkait penetapan tanggal Idul Fitri.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/tahun-hijriah-2026/">Tahun Hijriah 2026: Idul Fitri 1447 H dan Perbedaan Penetapan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sidang Isbat Lebaran 2026: Perbedaan Penetapan Tanggal</title>
		<link>https://wartawarganews.com/sidang-isbat-lebaran-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 02:09:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[sidang isbat]]></category>
		<category><![CDATA[tanggal lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/sidang-isbat-lebaran-2026/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sidang isbat lebaran 2026 akan diadakan pada 19 Maret 2026 untuk menentukan awal bulan Syawal. Perbedaan penetapan tanggal Lebaran kembali terjadi.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/sidang-isbat-lebaran-2026/">Sidang Isbat Lebaran 2026: Perbedaan Penetapan Tanggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Sebelum sidang isbat lebaran 2026, terdapat ekspektasi yang berbeda mengenai tanggal perayaan Idul Fitri. Muhammadiyah memperkirakan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 akan jatuh pada 20 Maret 2026. Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama memprediksi awal 1 Syawal 1447 Hijriah akan jatuh pada 21–22 Maret 2026.</p>
<p>Sidang isbat yang akan berlangsung pada 19 Maret 2026 di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, menjadi momen krusial untuk menentukan tanggal pasti. Dalam sidang ini, berbagai pihak seperti BMKG, BRIN, dan pakar astronomi akan terlibat untuk memberikan masukan berdasarkan metode hisab dan rukyat hilal.</p>
<p>Perhitungan yang dilakukan oleh Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, sedangkan pemerintah menggabungkan dua metode utama, yaitu hisab dan rukyat hilal. Ijtimak menjelang Syawal 1447 H diperkirakan terjadi pada 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB, yang akan menjadi dasar dalam musyawarah sidang isbat.</p>
<p>Arsad Hidayat dari Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat sebagai rujukan bersama. &#8220;Kita imbau masyarakat menunggu hasil Sidang Isbat pada 19 Maret 2026,&#8221; ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati jika terdapat perbedaan dalam penetapan tanggal.</p>
<p>Perbedaan dalam menentukan awal bulan Hijriah merupakan bagian dari dinamika ijtihad dalam memahami dalil agama. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu keputusan resmi dari pemerintah setelah sidang isbat selesai. Pada saat yang sama, perhitungan tanggal Lebaran oleh pemerintah dan Muhammadiyah menunjukkan bahwa terdapat selisih waktu yang signifikan, yaitu 1-2 hari.</p>
<p>Dengan demikian, sidang isbat lebaran 2026 tidak hanya menjadi penentu tanggal, tetapi juga mencerminkan keragaman dalam praktik keilmuan Islam di Indonesia. Sejarah panjang perbedaan ini menunjukkan bahwa penetapan awal bulan Hijriah selalu melibatkan diskusi dan musyawarah di antara berbagai pihak.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/sidang-isbat-lebaran-2026/">Sidang Isbat Lebaran 2026: Perbedaan Penetapan Tanggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
