<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Google artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/google/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Apr 2026 00:23:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>Google artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Google: Tiga Mahasiswa Universitas Samudra Berhasil Masuk Program</title>
		<link>https://wartawarganews.com/google-tiga-mahasiswa-universitas-samudra-berhasil-masuk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 00:23:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[ambassador]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Samudra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/google-tiga-mahasiswa-universitas-samudra-berhasil-masuk/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tiga mahasiswa Universitas Samudra berhasil lolos dalam program Google Student Ambassador 2026, menandakan prestasi signifikan di bidang teknologi.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/google-tiga-mahasiswa-universitas-samudra-berhasil-masuk/">Google: Tiga Mahasiswa Universitas Samudra Berhasil Masuk Program</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana prestasi mahasiswa Indonesia dalam program Google Student Ambassador 2026? Tiga mahasiswa dari Universitas Samudra, yaitu Dewi Sapira, Nirmala Kila Kartika, dan Mistahul Janah, berhasil lolos dalam program tersebut, yang diikuti oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia. Program ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam bidang teknologi dan pendidikan.</p>
<p>Program Google Student Ambassador 2026 diikuti oleh sekitar 2.000 peserta yang dinyatakan lolos tahap awal dari ribuan pendaftar. Ini menunjukkan tingkat persaingan yang sangat ketat dan prestasi yang membanggakan bagi Universitas Samudra. Program ini berlangsung dari April hingga Juli 2026, memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dan jaringan mereka di dunia teknologi.</p>
<p>Nirmala Kila Kartika, salah satu mahasiswa yang terpilih, menyatakan, &#8220;AI bisa menjadi partner belajar membantu menyusun jadwal, menganalisis jurnal, hingga memahami materi. Namun penggunaannya harus bijak dan tidak disalahgunakan.&#8221; Pernyataan ini menunjukkan pentingnya pemahaman yang baik tentang teknologi di kalangan mahasiswa.</p>
<p>Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap Meta dan Google terkait dugaan pelanggaran perlindungan pengguna. Pemeriksaan ini dilakukan pada 6-7 April 2026 dan mencakup 29 pertanyaan yang diajukan kepada kedua perusahaan tersebut. Kementerian menegaskan tidak akan mentolerir pelanggaran terhadap ketentuan yang telah ditetapkan, terutama terkait pembatasan akun bagi anak di bawah usia 16 tahun.</p>
<p>Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya penegakan regulasi terhadap penyelenggara sistem elektronik di Indonesia. Meta dan Google diduga enggan mematuhi regulasi yang telah ditetapkan, yang mulai berlaku pada 28 Maret 2026. Alexander Sabar, seorang pejabat di Kementerian Komdigi, menyatakan, &#8220;Langkah ini merupakan bagian dari pengawasan aktif sekaligus penegakan hukum administratif untuk memastikan setiap platform digital mematuhi regulasi nasional.&#8221;</p>
<p>Dengan prestasi ini, Universitas Samudra tidak hanya membawa nama baik kampus di tingkat nasional, tetapi juga berpotensi menjangkau skala internasional melalui kontribusi nyata di bidang teknologi dan pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kemampuan dan potensi yang besar dalam menghadapi tantangan global.</p>
<p>Sementara itu, Meta juga menyatakan bahwa pemerintah yang mempertimbangkan larangan harus berhati-hati agar tidak mendorong remaja ke situs yang kurang aman dan tidak diatur. Ini menunjukkan adanya ketegangan antara regulasi pemerintah dan operasional perusahaan teknologi besar.</p>
<p>Ke depan, akan menarik untuk melihat bagaimana kedua perusahaan ini menanggapi pemeriksaan yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, serta bagaimana hal ini akan mempengaruhi operasional mereka di Indonesia. Detail tetap belum terkonfirmasi.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/google-tiga-mahasiswa-universitas-samudra-berhasil-masuk/">Google: Tiga Mahasiswa Universitas Samudra Berhasil Masuk Program</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Email Gmail: Sejarah dan Keamanan Terkini</title>
		<link>https://wartawarganews.com/email-gmail-sejarah-dan-keamanan-terkini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 09:39:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[email]]></category>
		<category><![CDATA[Gmail]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[hack]]></category>
		<category><![CDATA[Handala Hack Team]]></category>
		<category><![CDATA[Kash Patel]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan email]]></category>
		<category><![CDATA[peristiwa sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/email-gmail-sejarah-dan-keamanan-terkini/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gmail diluncurkan oleh Google pada 31 Maret 2004 dengan kapasitas penyimpanan 1 GB. Baru-baru ini, keamanan akun Gmail menjadi sorotan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/email-gmail-sejarah-dan-keamanan-terkini/">Email Gmail: Sejarah dan Keamanan Terkini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Gmail, layanan email yang diluncurkan oleh <strong>Google</strong> pada 31 Maret 2004, menawarkan kapasitas penyimpanan awal sebesar <strong>1 GB</strong>. Peluncuran ini menandai langkah besar dalam dunia komunikasi digital, memberikan pengguna lebih banyak ruang untuk menyimpan email dibandingkan dengan layanan lain pada saat itu.</p>
<p>Namun, baru-baru ini, keamanan Gmail menjadi perhatian setelah akun <strong>Kash Patel</strong> dikompromikan oleh peretas Iran. Sebuah hadiah sebesar <strong>$10 juta</strong> ditawarkan untuk informasi yang dapat membantu mengidentifikasi kelompok peretas yang dikenal sebagai <strong>Handala Hack Team</strong>. Menurut <strong>Michael Bell</strong>, &#8220;Ini adalah pembalasan, dan mereka memilih target yang paling lemah yang bisa mereka temukan.&#8221;</p>
<p>Insiden ini juga mengakibatkan penghapusan <strong>200.000</strong> perangkat dan eksfiltrasi data sebesar <strong>50 TB</strong> oleh kelompok peretas tersebut. <strong>Ross Filipek</strong> menekankan, &#8220;Akun pribadi tidak bersifat pribadi selama konflik.&#8221;&#8221;></p>
<p>Sementara itu, <strong>Assetsaas.io</strong> baru-baru ini menerapkan Check Point Email Security untuk mengatasi masalah pengiriman email bagi klien mereka. <strong>Mark Boyd</strong> menyatakan, &#8220;Dengan membuat keamanan email dan pengiriman yang tidak terlihat namun terbukti efektif, assetsaas.io telah mampu membedakan dirinya di pasar yang padat.&#8221;</p>
<p>Tanggal 31 Maret juga memiliki makna sejarah yang signifikan, termasuk peristiwa penting lainnya. Pada tahun 1727, <strong>Isaac Newton</strong> meninggal dunia, dan pada tahun 1928, lokasi ekuator ditetapkan di Pontianak, Indonesia. Selain itu, pada tahun 1968, tahun Hijriah <strong>1388</strong> ditetapkan sebagai hari libur nasional untuk Tahun Baru Islam di Indonesia.</p>
<p>Sementara peristiwa-peristiwa ini membentuk sejarah, perkembangan terbaru dalam keamanan email menunjukkan bahwa tantangan baru terus muncul dalam dunia digital. Rincian lebih lanjut tentang insiden keamanan ini masih belum dikonfirmasi.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/email-gmail-sejarah-dan-keamanan-terkini/">Email Gmail: Sejarah dan Keamanan Terkini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Airdrop: Dukungan  di Samsung Galaxy S26: Perubahan yang Signifikan</title>
		<link>https://wartawarganews.com/airdrop-dukungan-di-samsung-galaxy-s26-perubahan-yang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2026 23:31:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[airdrop]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi file]]></category>
		<category><![CDATA[Galaxy S26]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[perangkat nirkabel]]></category>
		<category><![CDATA[Quick Share]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/airdrop-dukungan-di-samsung-galaxy-s26-perubahan-yang/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Samsung akan menghadirkan dukungan AirDrop di Galaxy S26, memudahkan pengguna berbagi file dengan perangkat Apple.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/airdrop-dukungan-di-samsung-galaxy-s26-perubahan-yang/">Airdrop: Dukungan  di Samsung Galaxy S26: Perubahan yang Signifikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Sebelum pengumuman terbaru ini, pengguna perangkat Samsung dan Apple menghadapi tantangan dalam berbagi file secara nirkabel. Meskipun ada berbagai aplikasi pihak ketiga, tidak ada solusi resmi yang memungkinkan integrasi langsung antara kedua ekosistem tersebut.</p>
<p>Pada 23 Maret 2026, Samsung mengumumkan bahwa mereka akan menghadirkan dukungan AirDrop ke dalam seri Galaxy S26 melalui fitur Quick Share. Pembaruan ini memungkinkan pengguna Galaxy untuk berbagi file dengan perangkat Apple secara nirkabel, sebuah langkah yang diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pengguna.</p>
<p>Dukungan AirDrop ini akan tersedia pada model Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra. Dengan fitur ini, pengguna Galaxy S26 kini dapat menerima dan mengirim foto maupun file dari perangkat iPhone dengan lebih praktis, mengurangi waktu dan usaha yang diperlukan untuk berbagi konten.</p>
<p>Quick Share, yang merupakan sistem berbagi file berbasis koneksi langsung antarperangkat yang sebelumnya dikembangkan oleh Samsung, kini memiliki kompatibilitas yang lebih luas. Pembaruan ini juga memungkinkan Quick Share untuk berfungsi dengan perangkat berbasis Google, memperluas jangkauan penggunaannya.</p>
<p>Fitur Quick Share memanfaatkan kombinasi koneksi Bluetooth berdaya rendah dan Wi-Fi Direct untuk pengiriman data berkecepatan tinggi. Dengan pengaturan visibilitas yang hanya memerlukan waktu 10 menit untuk menerima file, pengguna dapat dengan mudah berbagi konten tanpa kesulitan.</p>
<p>Perubahan ini tidak hanya menguntungkan pengguna Samsung, tetapi juga memperkuat posisi Samsung dalam persaingan teknologi dengan Apple dan Google. Dengan mengintegrasikan dukungan AirDrop, Samsung menunjukkan komitmennya untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik dan lebih terhubung.</p>
<p>Google sebelumnya telah memperkenalkan sistem berbagi berbasis Nearby Share yang kemudian berevolusi menjadi Quick Share hasil kolaborasi dengan Samsung. Ini menunjukkan bahwa industri teknologi terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang semakin meningkat.</p>
<p>Dengan peluncuran fitur ini, pengguna di Korea Selatan dan di seluruh dunia dapat mengharapkan kemudahan dalam berbagi file antar perangkat yang berbeda. Meskipun demikian, detail lebih lanjut mengenai penerapan dan ketersediaan fitur ini di pasar lain masih belum dikonfirmasi.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/airdrop-dukungan-di-samsung-galaxy-s26-perubahan-yang/">Airdrop: Dukungan  di Samsung Galaxy S26: Perubahan yang Signifikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Data china: Google dan Envicool: Kerja Sama Sistem Pendingin Data Center di China</title>
		<link>https://wartawarganews.com/data-china-google-dan-envicool-kerja-sama-sistem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 09:33:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[data center]]></category>
		<category><![CDATA[Envicool]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[pendingin cair]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/data-china-google-dan-envicool-kerja-sama-sistem/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Google sedang menjajaki kerja sama dengan Envicool untuk sistem pendingin cair bagi pusat data AI di China.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/data-china-google-dan-envicool-kerja-sama-sistem/">Data china: Google dan Envicool: Kerja Sama Sistem Pendingin Data Center di China</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Google dikabarkan tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan asal China, termasuk Envicool, terkait pengadaan sistem pendingin cair untuk pusat data (data center) kecerdasan buatan (AI). Diskusi ini muncul setelah tim pengadaan dari Google Taiwan mengunjungi China.</p>
<p>Teknologi pendingin cair—di mana cairan bersirkulasi di sekitar peralatan komputasi—telah menjadi penting untuk data center AI, karena chip berperforma tinggi menghasilkan panas yang jauh lebih besar daripada yang dapat ditangani oleh sistem pendingin udara tradisional. Hal ini menunjukkan kebutuhan mendesak untuk solusi pendinginan yang lebih efisien.</p>
<p>Envicool, yang didirikan pada tahun 2005, kini memiliki nilai sekitar $14 miliar dan melaporkan peningkatan pendapatan sebesar 40% selama sembilan bulan pertama tahun ini. Pertumbuhan ini mencerminkan permintaan yang semakin meningkat untuk sistem pendingin yang efektif di tengah perkembangan pesat teknologi AI.</p>
<p>Pasar pendingin cair masih terfragmentasi, dengan banyak pemasok yang menyuplai berbagai komponen. Perusahaan-perusahaan China seperti Lingyi iTech dan Feilong Auto Components mulai mendapatkan perhatian di pasar pendingin, menandakan pergeseran dalam rantai pasokan global.</p>
<p>Sementara itu, perusahaan-perusahaan Taiwan seperti Foxconn, Auras Technology, dan Delta Electronics tetap menjadi pemasok kunci bagi Google di Asia. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Google dalam perlombaan global untuk memperluas kapasitas pusat data AI.</p>
<p>Ketegangan antara AS dan China tidak menghalangi kemajuan dalam sektor teknologi, dan kerjasama antara Google dan perusahaan-perusahaan China menunjukkan adanya peluang meskipun ada tantangan politik. Ini juga mencerminkan bagaimana perusahaan-perusahaan teknologi berusaha untuk beradaptasi dengan kondisi pasar yang terus berubah.</p>
<p>Reaksi awal terhadap potensi kolaborasi ini menunjukkan optimisme di kalangan para pemangku kepentingan industri, yang melihatnya sebagai langkah positif untuk inovasi dalam teknologi pendinginan. Namun, detail lebih lanjut mengenai kesepakatan ini masih belum dikonfirmasi.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/data-china-google-dan-envicool-kerja-sama-sistem/">Data china: Google dan Envicool: Kerja Sama Sistem Pendingin Data Center di China</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Play: Google  Store Hadapi Putusan Monopoli di Indonesia</title>
		<link>https://wartawarganews.com/play-google-store-hadapi-putusan-monopoli-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 05:56:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[KPPU]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Agung]]></category>
		<category><![CDATA[monopoli]]></category>
		<category><![CDATA[pembayaran]]></category>
		<category><![CDATA[Play Store]]></category>
		<category><![CDATA[User Choice Billing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/play-google-store-hadapi-putusan-monopoli-di-indonesia/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Google Play Store menghadapi putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi terkait praktik monopoli sistem pembayaran.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/play-google-store-hadapi-putusan-monopoli-di-indonesia/">Play: Google  Store Hadapi Putusan Monopoli di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Kasus monopoli yang melibatkan Google Play Store telah bergulir sejak tahun 2022, ketika Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mulai melakukan investigasi terhadap dugaan penyalahgunaan posisi dominan oleh Google. Pada Januari 2025, KPPU menyatakan bahwa Google telah melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.</p>
<p>Setelah keputusan KPPU, Google mengajukan banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tahun 2025, namun upaya tersebut ditolak. Pada tanggal 17 Maret 2026, Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh Google, menandai akhir dari seluruh upaya hukum yang dilakukan perusahaan tersebut terkait sistem Billing pada layanan distribusi aplikasi digital.</p>
<p>Dalam putusannya, Mahkamah Agung mewajibkan Google untuk membayar denda sebesar Rp 202,5 miliar dan menghentikan praktik yang mewajibkan pengembang aplikasi menggunakan Google Play Billing sebagai satu-satunya metode pembayaran. Hal ini memberikan kesempatan bagi pengembang aplikasi di Indonesia untuk menggunakan metode pembayaran alternatif melalui skema User Choice Billing.</p>
<p>Google Play Store saat ini menguasai sekitar 93 persen pangsa pasar distribusi aplikasi di Indonesia, dan dikenakan tarif layanan sebesar 15 persen hingga 30 persen dari harga pembelian kepada pengembang aplikasi atas penggunaan Google Play Billing. Dengan keputusan ini, aplikasi yang tidak mematuhi kebijakan Google Play Billing akan dihapus dari platform.</p>
<p>Reaksi dari berbagai pihak menunjukkan bahwa keputusan ini dianggap sebagai langkah positif untuk menciptakan persaingan yang lebih sehat di pasar aplikasi digital. Pengembang aplikasi berharap dapat memanfaatkan kebijakan baru ini untuk meningkatkan inovasi dan pilihan bagi konsumen.</p>
<p>Keputusan Mahkamah Agung ini juga menjadi perhatian bagi regulator di negara lain yang sedang mempertimbangkan kebijakan serupa terhadap platform digital besar. Observasi lebih lanjut diharapkan dapat memberikan wawasan tentang dampak dari keputusan ini terhadap industri teknologi dan ekonomi digital di Indonesia.</p>
<p>Dengan adanya perubahan ini, diharapkan akan ada peningkatan dalam keberagaman metode pembayaran yang tersedia bagi konsumen dan pengembang aplikasi. Namun, tantangan tetap ada dalam pelaksanaan kebijakan baru ini dan bagaimana Google akan menyesuaikan diri dengan regulasi yang ada.</p>
<p>Ke depan, pihak berwenang dan pengamat industri akan terus memantau implementasi dari keputusan ini dan dampaknya terhadap ekosistem aplikasi di Indonesia.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/play-google-store-hadapi-putusan-monopoli-di-indonesia/">Play: Google  Store Hadapi Putusan Monopoli di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
