<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ekuitas artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/ekuitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Apr 2026 02:21:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>ekuitas artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pembagian dividen bmri</title>
		<link>https://wartawarganews.com/pembagian-dividen-bmri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 02:21:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[dividen]]></category>
		<category><![CDATA[ekuitas]]></category>
		<category><![CDATA[laba bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Net Profit Margin]]></category>
		<category><![CDATA[payout ratio]]></category>
		<category><![CDATA[pembagian dividen bmri]]></category>
		<category><![CDATA[RUPST]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/pembagian-dividen-bmri/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bank Mandiri membagikan dividen tertinggi dalam sejarahnya sebesar Rp44,47 triliun. Pembagian ini mencerminkan kinerja laba bersih yang kuat.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/pembagian-dividen-bmri/">Pembagian dividen bmri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bank Mandiri mencatatkan pembagian dividen tertinggi dalam sejarahnya sebesar <strong>Rp44,47 triliun</strong>. Pembagian ini terjadi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 April 2026 di Jakarta. Dividen tersebut setara dengan 79% dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp56,3 triliun.</p>
<p>Pembagian dividen ini merupakan nilai tertinggi sepanjang sejarah Bank Mandiri. Sebelumnya, dividen interim yang telah dibagikan pada 14 Januari 2026 adalah Rp9,32 triliun. Sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayar adalah Rp35,15 triliun.</p>
<p><strong>Detail pembagian dividen:</strong></p>
<ul>
<li>Dividen interim setara dengan Rp100 per saham.</li>
<li>Estimasi total dividen BMRI berpotensi mencapai Rp475,21 per saham.</li>
<li>Dividen final diperkirakan sebesar Rp375,21 per saham.</li>
</ul>
<p>Net Profit Margin (NPM) Bank Mandiri tercatat sebesar 34,2%. Return on Equity (ROE) berada di level 17,19%. Total ekuitas Bank Mandiri mencapai Rp327,4 triliun.</p>
<p>Henry Panjaitan menyatakan bahwa laba bersih konsolidasi setelah pajak sebesar Rp56,293 triliun akan dialokasikan untuk dividen tunai sebesar 79%. Pembagian ini menunjukkan komitmen Bank Mandiri untuk memberikan return kepada pemegang saham.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/pembagian-dividen-bmri/">Pembagian dividen bmri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wijaya karya: PT  Menghadapi Penurunan Pendapatan yang Signifikan</title>
		<link>https://wartawarganews.com/wijaya-karya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 11:30:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Aset]]></category>
		<category><![CDATA[ekuitas]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[pendapatan]]></category>
		<category><![CDATA[restrukturisasi]]></category>
		<category><![CDATA[rugi neto]]></category>
		<category><![CDATA[Wijaya Karya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/wijaya-karya/</guid>

					<description><![CDATA[<p>PT Wijaya Karya mencatat penurunan pendapatan yang signifikan, dengan rugi neto yang meningkat tajam. Hal ini berdampak besar pada kinerja perusahaan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/wijaya-karya/">Wijaya karya: PT  Menghadapi Penurunan Pendapatan yang Signifikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. sebelumnya diharapkan dapat mempertahankan kinerja keuangannya setelah mencatat laba pada tahun 2021. Namun, pada tahun ini, perusahaan mengalami penurunan pendapatan yang signifikan, mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp13,32 triliun, yang turun 30,74% dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Pendapatan dari segmen infrastruktur dan gedung, yang merupakan salah satu andalan perusahaan, terpangkas 40,12% menjadi Rp5,64 triliun. Selain itu, pendapatan dari segmen industri juga mengalami penurunan sebesar 29,52% menjadi Rp3,73 triliun. Penurunan ini menunjukkan dampak yang luas pada berbagai sektor yang dikelola oleh WIKA.</p>
<p>Segmen energi dan industrial plant juga tidak luput dari penurunan, dengan pendapatan turun 5,73% menjadi Rp3,14 triliun. Yang lebih mencolok, pendapatan dari segmen hotel mengalami penurunan drastis sebesar 66% menjadi Rp298,60 miliar. Namun, ada sedikit kabar baik dengan pertumbuhan pendapatan dari segmen realty dan properti yang meningkat 68,71% menjadi Rp276,55 miliar.</p>
<p>Akibat dari penurunan pendapatan ini, WIKA mencatat rugi neto sebesar Rp10,13 triliun, meningkat 303,18% dibandingkan tahun lalu. Rugi bersih tercatat sebesar Rp9,71 triliun, melebar 328,31% (YoY). Total aset perusahaan juga mengalami penurunan sebesar 21% menjadi Rp50,15 triliun, sementara ekuitas terpangkas 85,8% menjadi Rp1,68 triliun.</p>
<p>Dalam upaya untuk mengatasi situasi ini, Ngatemin, perwakilan perusahaan, menyatakan, &#8220;Perseroan akan terus berupaya melakukan restrukturisasi komprehensif untuk menurunkan beban keuangan atas penugasan yang dikerjakan dan divestasi atas aset yang belum dapat memberikan laba bagi perseroan.&#8221; Ini menunjukkan bahwa perusahaan sedang mencari cara untuk memperbaiki kinerjanya di tengah tantangan yang ada.</p>
<p>Dengan total liabilitas yang tercatat turun 6,07% menjadi Rp48,46 triliun, WIKA berusaha untuk menstabilkan posisinya di pasar. Beban pokok pendapatan sepanjang tahun ini mencapai Rp12,19 triliun, turun 31,18% (YoY), yang menunjukkan adanya upaya pengendalian biaya meskipun pendapatan menurun.</p>
<p>Perubahan ini menciptakan tantangan besar bagi PT Wijaya Karya, yang sebelumnya diharapkan dapat terus tumbuh dan berkontribusi pada sektor infrastruktur di Indonesia. Dengan langkah-langkah restrukturisasi yang sedang dilakukan, masa depan perusahaan akan sangat bergantung pada kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/wijaya-karya/">Wijaya karya: PT  Menghadapi Penurunan Pendapatan yang Signifikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alamtri Resources Indonesia Revisi Rencana Pembelian Kembali Saham</title>
		<link>https://wartawarganews.com/alamtri-resources-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 09:18:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ADRO]]></category>
		<category><![CDATA[alamtri resources indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Efek Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekuitas]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[pembelian kembali saham]]></category>
		<category><![CDATA[RUPST]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/alamtri-resources-indonesia/</guid>

					<description><![CDATA[<p>PT Alamtri Resources Indonesia Tbk mengumumkan revisi rencana pembelian kembali saham dengan anggaran yang meningkat menjadi Rp 5 triliun.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/alamtri-resources-indonesia/">Alamtri Resources Indonesia Revisi Rencana Pembelian Kembali Saham</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Pada 2 April 2026, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengumumkan revisi rencana pembelian kembali saham dengan menaikkan anggaran menjadi maksimal Rp 5 triliun, dari sebelumnya Rp 4 triliun. Pengumuman ini disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.</p>
<p>Rencana ini akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 17 April 2026. Jika disetujui, periode pembelian kembali saham akan dimulai pada 18 April 2026 dan berlangsung selama 12 bulan.</p>
<p>Jumlah nilai nominal seluruh saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari jumlah modal yang ditempatkan. Meskipun ada rencana pembelian kembali, total aset perseroan diperkirakan akan menyusut dari 6,82 miliar dollar AS menjadi 6,52 miliar dollar AS.</p>
<p>Ekuitas perseroan juga diperkirakan akan terkoreksi dari 5,00 miliar dolar AS menjadi 4,71 miliar dolar AS. Namun, laba per saham dasar justru mengalami kenaikan dari 0,01526 dolar AS menjadi 0,01668 dolar AS.</p>
<p>Manajemen perusahaan menyatakan, &#8220;Dengan posisi dan kinerja keuangan Perseroan saat ini, Perseroan berkeyakinan bahwa Pembelian Kembali Saham Perseroan tidak memberikan dampak buruk terhadap kegiatan usaha dan pertumbuhan Perseroan di masa mendatang.&#8221; Ini menunjukkan keyakinan manajemen terhadap stabilitas dan pertumbuhan perusahaan meskipun ada penyesuaian dalam aset dan ekuitas.</p>
<p>Penting untuk dicatat bahwa ini bukan pertama kalinya ADRO melakukan aksi buyback saham. Sebelumnya, perusahaan telah melakukan pembelian kembali tanpa RUPS pada tahun 2025 hingga awal 2026. Hal ini menunjukkan bahwa ADRO memiliki strategi yang berkelanjutan dalam mengelola sahamnya dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.</p>
<p>Dengan langkah ini, ADRO berusaha untuk meningkatkan kepercayaan investor dan menjaga stabilitas harga saham di pasar. Rencana pembelian kembali ini diharapkan dapat memberikan sinyal positif kepada pasar bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik ke depan.</p>
<p>Seiring dengan perkembangan ini, para pemegang saham dan investor akan memantau hasil RUPST pada 17 April 2026, yang akan menjadi titik penting dalam keputusan pembelian kembali saham ini. Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/alamtri-resources-indonesia/">Alamtri Resources Indonesia Revisi Rencana Pembelian Kembali Saham</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
