<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dolar AS artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/dolar-as/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Apr 2026 23:39:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>dolar AS artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Uang Kertas Rupiah Perlu Ditukarkan Sebelum Tidak Berlaku</title>
		<link>https://wartawarganews.com/uang-kertas-rupiah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 23:39:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[dolar AS]]></category>
		<category><![CDATA[nilai tukar]]></category>
		<category><![CDATA[pencabutan uang]]></category>
		<category><![CDATA[penukaran uang]]></category>
		<category><![CDATA[uang kertas rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[uang logam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/uang-kertas-rupiah/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masyarakat perlu menukarkan pecahan uang kertas rupiah tertentu sebelum tidak berlaku dalam waktu dekat. Beberapa pecahan akan dicabut oleh Bank Indonesia.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/uang-kertas-rupiah/">Uang Kertas Rupiah Perlu Ditukarkan Sebelum Tidak Berlaku</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Masyarakat perlu menukarkan pecahan <strong>uang kertas rupiah</strong> tertentu sebelum tidak berlaku lagi dalam waktu dekat. Beberapa jenis uang, baik kertas maupun logam, akan dicabut oleh <strong>Bank Indonesia</strong>. Hal ini menjadi penting untuk diketahui agar masyarakat tidak kehilangan nilai dari uang yang mereka miliki.</p>
<p>Indonesia telah menerbitkan banyak jenis uang sejak kemerdekaan tahun 1945. Pecahan <strong>uang kertas Rp 100</strong> tahun emisi 1984 dapat ditukar hingga 24 September 2028. Selain itu, <strong>uang logam Rp 2</strong> tahun emisi 1970 dan <strong>uang logam Rp 10</strong> tahun emisi 1971 juga dapat ditukar hingga 14 November 2029.</p>
<p>Pecahan lain yang dapat ditukarkan meliputi <strong>uang kertas Rp 10.000</strong>, <strong>Rp 5.000</strong>, <strong>Rp 1.000</strong>, dan <strong>Rp 500</strong>, semuanya dengan batas waktu penukaran yang sama yaitu hingga September 2028. Masyarakat harus segera melakukan penukaran agar tidak kehilangan nilai dari uang tersebut.</p>
<p>Nila tukar rupiah saat ini diperkirakan berada di kisaran <strong>17.220–17.260 per dolar AS</strong>. Pada tanggal 24 April 2026, rupiah ditutup menguat sebesar 57 poin ke level Rp <strong>17.229</strong> per dolar AS. Namun, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama pelemahan rupiah.</p>
<p>Ibrahim Assu’aibi, seorang analis ekonomi, menyatakan bahwa untuk perdagangan Senin, 27 April 2026, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp <strong>17.220 &#8211; Rp 17.260</strong>. Hal ini menunjukkan adanya ketidakpastian di pasar valuta asing yang dapat mempengaruhi keputusan masyarakat dalam melakukan penukaran.</p>
<p>Pencabutan beberapa pecahan uang ini adalah langkah strategis dari Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas sistem moneter dan mencegah penggunaan uang yang sudah tidak berlaku lagi. Masyarakat diharapkan untuk memanfaatkan kesempatan ini dan menukarkan uang mereka dalam kurun waktu yang telah ditetapkan.</p>
<p>Meskipun demikian, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kebijakan baru atau perubahan lain yang mungkin akan diterapkan oleh Bank Indonesia setelah pencabutan ini. Masyarakat sebaiknya tetap mengikuti perkembangan terkait kebijakan moneter dan nilai tukar agar tidak tertinggal informasi penting.</p>
<p>Kepastian mengenai batas waktu penukaran dan jenis-jenis uang yang akan dicabut menjadi perhatian utama bagi masyarakat saat ini. Penting untuk segera mengambil tindakan agar tidak kehilangan nilai dari pecahan-pecahan tersebut.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/uang-kertas-rupiah/">Uang Kertas Rupiah Perlu Ditukarkan Sebelum Tidak Berlaku</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BRICS: Perkembangan Cadangan Emas dan Ekonomi Global</title>
		<link>https://wartawarganews.com/brics-perkembangan-cadangan-emas-dan-ekonomi-global/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 00:26:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[BRICS]]></category>
		<category><![CDATA[cadangan devisa]]></category>
		<category><![CDATA[dolar AS]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/brics-perkembangan-cadangan-emas-dan-ekonomi-global/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Negara-negara BRICS terus memperkuat cadangan emas mereka. Ini berpotensi mengubah dinamika ekonomi global.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/brics-perkembangan-cadangan-emas-dan-ekonomi-global/">BRICS: Perkembangan Cadangan Emas dan Ekonomi Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Negara-negara BRICS semakin agresif menambah cadangan emas dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok ini terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Mereka berkolaborasi dalam bidang ekonomi, politik, dan geopolitik.</p>
<p>BRICS mencakup 10 negara yang berkontribusi sekitar 40% terhadap ekonomi dunia. Dengan hampir 50% populasi global, pengaruh mereka semakin besar. Porsi dolar AS dalam cadangan devisa global menurun dari sekitar 71% pada 1999 menjadi hanya sekitar 57% saat ini.</p>
<p>Pada saat yang sama, BRICS+ memiliki cadangan emas hingga lebih dari 6000 ton. Emas dipandang sebagai aset strategis. Ini memberikan kedaulatan penuh bagi negara atas cadangannya.</p>
<p>Utang pemerintah Amerika Serikat telah melampaui US$39 triliun. Pembekuan sekitar US$300 miliar cadangan devisa Rusia oleh negara-negara Barat pada 2022 menjadi titik balik penting. Hal ini mendorong negara-negara BRICS untuk mencari alternatif.</p>
<p>Perkembangan ini menunjukkan pergeseran kekuatan ekonomi global. Dolar AS mendominasi cadangan devisa selama beberapa dekade. Namun, tren ini mulai berubah seiring dengan penguatan BRICS.</p>
<p>Keputusan negara-negara BRICS untuk meningkatkan cadangan emas mereka bukan tanpa alasan. Mereka ingin mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan meningkatkan stabilitas ekonomi masing-masing.</p>
<p>Yet, tantangan tetap ada. Negara-negara Barat masih memiliki pengaruh besar di pasar global. Namun, perubahan ini dapat memicu perubahan jangka panjang dalam sistem keuangan internasional.</p>
<p>Details remain unconfirmed mengenai langkah-langkah masa depan BRICS. Namun, satu hal yang jelas: dinamika kekuatan ekonomi dunia sedang berubah.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/brics-perkembangan-cadangan-emas-dan-ekonomi-global/">BRICS: Perkembangan Cadangan Emas dan Ekonomi Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rupiah Indonesia Melemah ke Rp17.112 terhadap Dolar AS</title>
		<link>https://wartawarganews.com/rupiah-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 19:47:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[dolar AS]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[fluktuasi mata uang]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Misbakhun]]></category>
		<category><![CDATA[nilai tukar]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/rupiah-indonesia/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nilai tukar rupiah Indonesia mencapai Rp17.112 terhadap dolar AS, mencatatkan level terendah sepanjang masa. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan investor.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/rupiah-indonesia/">Rupiah Indonesia Melemah ke Rp17.112 terhadap Dolar AS</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dolar AS mencapai Rp17.112 pada penutupan perdagangan Jumat, 10 April 2026. Ini merupakan level terendah sepanjang masa bagi rupiah, yang melemah 0,17% dari penutupan perdagangan sebelumnya yang sebesar Rp17.082. Pelemahan ini menimbulkan dampak signifikan bagi pasar keuangan dan investasi di Indonesia.</p>
<p>Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengungkapkan bahwa Bank Indonesia (BI) masih menggunakan cara konvensional dalam menjaga nilai tukar rupiah. Menurutnya, pendekatan yang diterapkan saat ini tidak cukup efektif untuk menghadapi kompleksitas permasalahan yang semakin meningkat. &#8220;Saya menemukan cara BI menangani nilai tukar masih sangat konvensional dan terlalu hati-hati,&#8221; kata Misbakhun.</p>
<p>Fluktuasi nilai tukar rupiah ini dapat mempengaruhi keuntungan atau kerugian investasi di saham luar negeri. Dividen yang dibayarkan dalam dolar AS dapat terpengaruh oleh nilai tukar, sehingga investor perlu mempertimbangkan dampak ini dalam strategi investasi mereka. Misbakhun menambahkan, &#8220;Permasalahannya makin lama makin kompleks, dia [cara BI] tidak berubah.&#8221;</p>
<p>Dalam konteks ini, investor asing yang berinvestasi di saham Amerika juga harus memperhatikan potongan pajak yang berlaku. Pajak dividen untuk investor asing di Amerika Serikat mencapai 30%, sementara investor Indonesia dikenakan potongan pajak sebesar 10%. Hal ini menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah yang melemah dapat berpengaruh langsung pada hasil investasi mereka.</p>
<p>Sejarah menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, kurs rupiah pernah berada di sekitar Rp13.600 pada tahun 2018 dan melemah hingga lebih dari Rp16.500 pada tahun 2020 saat pandemi. Kini, dengan kondisi pasar yang diperkirakan tetap volatil dalam jangka pendek, investor diharapkan untuk tidak panik setiap kali rupiah melemah dan tetap fokus pada tujuan investasi jangka panjang.</p>
<p>Dengan kondisi yang ada, kebijakan moneter Bank Indonesia perlu membuka perspektif yang lebih kuat agar dapat menghadapi tantangan yang ada. &#8220;Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar bisa menguntungkan atau merugikan, baik dari sisi portofolio maupun dividen,&#8221; ungkap seorang analis pasar. Hal ini menunjukkan pentingnya pemantauan yang cermat terhadap pergerakan nilai tukar.</p>
<p>Ke depan, detail mengenai langkah-langkah yang akan diambil oleh Bank Indonesia dan dampaknya terhadap nilai tukar rupiah masih belum jelas. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian di pasar, dan investor diharapkan untuk tetap waspada terhadap perkembangan yang akan datang.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/rupiah-indonesia/">Rupiah Indonesia Melemah ke Rp17.112 terhadap Dolar AS</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rupiah Hari Ini: Kurs Terkini dan Penurunan Nilai Tukar</title>
		<link>https://wartawarganews.com/rupiah-hari-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 11:13:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[berita ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[dolar AS]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[finansial]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kurs]]></category>
		<category><![CDATA[nilai tukar]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/rupiah-hari-ini/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kurs rupiah hari ini tercatat Rp 17.105 per dolar AS, mengalami penurunan dari hari sebelumnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/rupiah-hari-ini/">Rupiah Hari Ini: Kurs Terkini dan Penurunan Nilai Tukar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Kurs rupiah di pasar spot hari ini adalah Rp 17.105 per dolar AS, menunjukkan pelemahan sebesar Rp 70 atau 0,41% dari posisi sebelumnya. Pada pergerakan harian, rupiah sempat menyentuh angka Rp 17.119 per dolar AS.</p>
<p>Selain itu, kurs rupiah Jisdor juga melemah Rp 55 menjadi Rp 17.092 per dolar AS. Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi menyentuh Rp 17.064 per dolar AS, dengan penurunan 29 poin atau 0,17 persen saat transaksi dibuka di pasar spot.</p>
<p>Rupiah sebelumnya ditutup pada perdagangan hari sebelumnya di angka Rp 17.035 per dolar AS. Dengan demikian, rupiah melemah 70 poin dari penutupan perdagangan hari sebelumnya.</p>
<p>Pelemahan nilai tukar rupiah tak terbendung dan mencatat penutupan perdagangan paling lemah sepanjang masa. Situasi ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh perekonomian Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah dinamika pasar global.</p>
<p>Pergerakan nilai tukar rupiah ini menjadi perhatian bagi para pelaku pasar dan investor, yang terus memantau perkembangan ekonomi domestik dan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi nilai tukar.</p>
<p>Ke depan, pelaku pasar akan terus mengamati langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan Bank Indonesia dalam merespons kondisi ini. Apakah ada intervensi yang akan dilakukan untuk menstabilkan rupiah? Pertanyaan ini masih menggantung di benak banyak orang.</p>
<p>Detail tetap belum terkonfirmasi mengenai langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi pelemahan ini. Namun, perhatian terhadap situasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang arah kebijakan ekonomi Indonesia ke depan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/rupiah-hari-ini/">Rupiah Hari Ini: Kurs Terkini dan Penurunan Nilai Tukar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kurs BCA Terkini: Dolar AS Dijual Rp 17.105,00</title>
		<link>https://wartawarganews.com/kurs-bca-terkini-dolar-as-dijual-rp-17/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 18:55:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Central Asia]]></category>
		<category><![CDATA[dolar AS]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[kurs bca]]></category>
		<category><![CDATA[kurs beli]]></category>
		<category><![CDATA[kurs jual]]></category>
		<category><![CDATA[nilai tukar]]></category>
		<category><![CDATA[perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/kurs-bca-terkini-dolar-as-dijual-rp-17/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kurs BCA untuk Dolar AS saat ini adalah Rp 17.105,00 untuk jual dan Rp 16.915,00 untuk beli.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/kurs-bca-terkini-dolar-as-dijual-rp-17/">Kurs BCA Terkini: Dolar AS Dijual Rp 17.105,00</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Pada tanggal 25 Maret 2026, Bank Central Asia (BCA) mengumumkan kurs terbaru untuk Dolar Amerika Serikat. Kurs jual Dolar AS di BCA tercatat sebesar Rp 17.105,00, sementara kurs beli berada di Rp 16.915,00.</p>
<p>Perbandingan dengan bank lain menunjukkan bahwa kurs jual Dolar AS di Bank Negara Indonesia (BNI) adalah Rp 17.103,00 dan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp 17.139,00. Sementara itu, Bank Mandiri menawarkan kurs jual Dolar AS di Rp 16.980,00.</p>
<p>Di sisi lain, kurs beli Dolar AS di BNI adalah Rp 16.898,00, di BRI Rp 16.838,00, dan di Bank Mandiri Rp 16.950,00. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS saat ini adalah Rp 16.920,00.</p>
<p>Kurs jual Dolar AS di Bank Indonesia (BI) juga menunjukkan angka yang signifikan, yaitu Rp 17.066,91, dengan kurs beli di Rp 16.897,09. Hal ini menunjukkan bahwa kurs jual Dolar AS di pasar domestik saat ini berada di atas Rp 17.000.</p>
<p>Kurs transaksi BI diumumkan sekali setiap hari kerja pada pukul 08.00 WIB, memberikan informasi penting bagi pelaku pasar dan masyarakat umum mengenai nilai tukar.</p>
<p>Reaksi dari masyarakat dan pelaku ekonomi terhadap perubahan ini masih dalam tahap pengamatan, tetapi fluktuasi nilai tukar Dolar AS ini dapat mempengaruhi berbagai sektor, termasuk perdagangan dan investasi.</p>
<p>Dengan kurs yang terus bergerak, penting bagi masyarakat untuk selalu memperbarui informasi mengenai nilai tukar agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam transaksi keuangan.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/kurs-bca-terkini-dolar-as-dijual-rp-17/">Kurs BCA Terkini: Dolar AS Dijual Rp 17.105,00</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
