<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CAF artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/caf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Mar 2026 08:02:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>CAF artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Senegal FC: Kontroversi dan Kemenangan di Paris</title>
		<link>https://wartawarganews.com/senegal-fc-kontroversi-dan-kemenangan-di-paris/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 08:02:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[AFCON]]></category>
		<category><![CDATA[CAF]]></category>
		<category><![CDATA[Ismaila Sarr]]></category>
		<category><![CDATA[Morocco]]></category>
		<category><![CDATA[Nicolas Jackson]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Pape Thiaw]]></category>
		<category><![CDATA[Senegal FC]]></category>
		<category><![CDATA[Stade de France]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/senegal-fc-kontroversi-dan-kemenangan-di-paris/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Senegal FC baru-baru ini mengalami kontroversi setelah kehilangan gelar AFCON, namun berhasil meraih kemenangan dalam pertandingan persahabatan melawan Peru.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/senegal-fc-kontroversi-dan-kemenangan-di-paris/">Senegal FC: Kontroversi dan Kemenangan di Paris</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Senegal FC baru-baru ini terlibat dalam kontroversi setelah mereka dicopot dari gelar Piala Afrika (AFCON) oleh Confederation of African Football (Caf) setelah final yang diperdebatkan melawan Maroko. Dalam pertandingan tersebut, Senegal mengalami protes terkait penalti yang diputuskan oleh wasit, yang memicu ketegangan di lapangan.</p>
<p>Setelah pertandingan, Caf memberikan kemenangan 3-0 kepada Maroko setelah Senegal dinyatakan menyerah. Keputusan ini memicu reaksi keras dari pihak Senegal, yang kemudian mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (Cas) untuk menantang keputusan tersebut.</p>
<p>Di tengah kontroversi ini, Senegal FC tetap melanjutkan agenda mereka dengan menggelar pertandingan persahabatan melawan Peru di Stade de France, Paris. Sebelum pertandingan dimulai, Senegal memamerkan trofi AFCON mereka, meskipun saat ini mereka tidak lagi memegang gelar tersebut.</p>
<p>Dalam pertandingan melawan Peru, Senegal berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-0. Nicolas Jackson mencetak gol pertama, diikuti oleh gol kedua yang dicetak oleh Ismaila Sarr. Pertandingan ini menunjukkan ketahanan dan semangat tim meskipun dalam situasi yang sulit.</p>
<p>Pelatih Senegal, Pape Thiaw, yang sebelumnya terlibat dalam kontroversi di final AFCON, memimpin timnya dengan baik dalam pertandingan ini. Keberhasilan ini menjadi dorongan positif bagi para pemain dan pendukung Senegal.</p>
<p>Setelah pertandingan, Thiaw menyatakan, &#8220;Senegal menunjukkan trofi sebelum pertandingan persahabatan mereka melawan Peru di Paris.&#8221; Pernyataan ini mencerminkan harapan tim untuk kembali ke jalur kemenangan meskipun harus menghadapi tantangan di luar lapangan.</p>
<p>Selanjutnya, Senegal FC dijadwalkan untuk melanjutkan pertandingan persahabatan lainnya melawan Gambia di Stade Leopold Sedar Senghor. Pertandingan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi tim untuk memperkuat posisi mereka menjelang kompetisi mendatang.</p>
<p>CAF’s decision earlier this month came two months after the acrimonious conclusion to the tournament, menandakan bahwa situasi ini masih menjadi perhatian bagi banyak pihak di dunia sepak bola.</p>
<p>Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Senegal, para pengamat berharap bahwa keputusan dari Cas akan segera diumumkan, memberikan kejelasan mengenai status gelar AFCON yang diperebutkan.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/senegal-fc-kontroversi-dan-kemenangan-di-paris/">Senegal FC: Kontroversi dan Kemenangan di Paris</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Senegal vs Peru: Pertandingan Persahabatan di Stade de France</title>
		<link>https://wartawarganews.com/senegal-vs-peru-pertandingan-persahabatan-di-stade-de/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 08:02:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[AFCON]]></category>
		<category><![CDATA[CAF]]></category>
		<category><![CDATA[Edouard Mendy]]></category>
		<category><![CDATA[Kalidou Koulibaly]]></category>
		<category><![CDATA[Peru]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Senegal]]></category>
		<category><![CDATA[Stade de France]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/senegal-vs-peru-pertandingan-persahabatan-di-stade-de/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Senegal akan menghadapi Peru dalam pertandingan persahabatan di Stade de France. Ini merupakan bagian dari persiapan Senegal menjelang Piala Dunia 2026.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/senegal-vs-peru-pertandingan-persahabatan-di-stade-de/">Senegal vs Peru: Pertandingan Persahabatan di Stade de France</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Sebelum pertandingan persahabatan ini, Senegal telah merayakan keberhasilan mereka di kancah kontinental dengan kemenangan di Piala Afrika. Tim ini sebelumnya mencatatkan kemenangan 1-0 atas Maroko di lapangan pada bulan Januari. Namun, hasil tersebut dibatalkan oleh Confederation of African Football (CAF), yang menyatakan Maroko sebagai pemenang. Hal ini menciptakan ketidakpastian bagi Senegal menjelang Piala Dunia 2026.</p>
<p>Pertandingan melawan Peru yang dijadwalkan pada 26 Maret 2026 di Stade de France menjadi momen penting bagi Senegal untuk membangun kembali kepercayaan diri mereka. Kedua tim belum pernah bertemu sebelumnya dalam pertandingan apapun, sehingga ini akan menjadi kesempatan bagi Senegal untuk menguji kekuatan mereka melawan lawan baru.</p>
<p>Senegal tergabung dalam Grup I Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Utara dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Pertandingan persahabatan ini merupakan bagian dari persiapan selama jeda internasional bulan Maret, di mana pelatih Senegal diharapkan dapat menilai performa para pemain sebelum turnamen besar.</p>
<p>Prediksi susunan pemain Senegal menunjukkan Edouard Mendy sebagai kiper, dengan dukungan dari Kalidou Koulibaly di lini belakang. Di sisi lain, Peru juga akan menurunkan skuad terbaik mereka, dengan kiper Pedro Gallese dan beberapa pemain kunci lainnya.</p>
<p>Keberhasilan Senegal di Piala Afrika menjadi motivasi tambahan bagi tim ini. Mereka berharap dapat membawa momentum positif tersebut ke dalam pertandingan melawan Peru. Dengan adanya pertandingan ini, Senegal berusaha untuk memperbaiki citra mereka setelah hasil yang tidak menguntungkan sebelumnya.</p>
<p>Para pengamat sepak bola menilai bahwa pertandingan ini sangat penting bagi kedua tim. Bagi Senegal, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka masih merupakan kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah internasional. Sementara itu, Peru juga ingin membuktikan diri setelah hasil yang bervariasi dalam pertandingan sebelumnya.</p>
<p>Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari para penggemar, Senegal berharap dapat meraih hasil positif dalam pertandingan ini. Namun, detail mengenai susunan pemain dan strategi yang akan diterapkan masih belum dikonfirmasi. Pertandingan ini diharapkan menjadi ajang yang menarik bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/senegal-vs-peru-pertandingan-persahabatan-di-stade-de/">Senegal vs Peru: Pertandingan Persahabatan di Stade de France</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Senegal Kehilangan Gelar Juara Piala Afrika 2025</title>
		<link>https://wartawarganews.com/senegal-kehilangan-gelar-juara-piala-afrika-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 03:48:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[CAF]]></category>
		<category><![CDATA[FRMF]]></category>
		<category><![CDATA[FSF]]></category>
		<category><![CDATA[hooliganisme]]></category>
		<category><![CDATA[Maroko]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Afrika]]></category>
		<category><![CDATA[Sadio Mane]]></category>
		<category><![CDATA[Senegal]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/senegal-kehilangan-gelar-juara-piala-afrika-2025/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Senegal mengalami pencabutan gelar juara Piala Afrika 2025 setelah insiden kontroversial di final melawan Maroko.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/senegal-kehilangan-gelar-juara-piala-afrika-2025/">Senegal Kehilangan Gelar Juara Piala Afrika 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Senegal merayakan gelar juara Piala Afrika kedua dalam sejarahnya sebelum keputusan dicabut. Pada 18 Januari 2026, Senegal dan Maroko bertemu dalam pertandingan final yang sangat dinanti-nantikan. Senegal awalnya berhasil meraih kemenangan 1-0, namun situasi berubah drastis setelah insiden yang melibatkan pemain Senegal.</p>
<p>Insiden tersebut terjadi di babak kedua ketika Maroko diberikan penalti. Pemain Senegal, yang merasa keputusan tersebut tidak adil, melakukan walk-out dari lapangan. Tindakan ini dianggap melanggar Pasal 82 Peraturan Piala Afrika 2025, yang mengakibatkan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) mencabut gelar juara Senegal dan menetapkan Maroko sebagai juara dengan skor akhir 3-0.</p>
<p>Gianni Infantino, presiden FIFA, mengkritik tindakan meninggalkan lapangan tersebut, menyatakan, &#8220;Sangat tidak bisa diterima meninggalkan lapangan dengan tujuan apa pun.&#8221; Sementara itu, Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) menyatakan bahwa pendekatan mereka tidak dimaksudkan untuk menantang kinerja tim, tetapi untuk meminta penerapan peraturan kompetisi yang adil.</p>
<p>Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) kini memiliki waktu 10 hari untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). CAF juga memulai investigasi mandiri terkait insiden tersebut, dan akan menugaskan badan berkompeten untuk menetapkan tindakan yang pantas jika ditemukan adanya pelanggaran.</p>
<p>Di sisi lain, sebanyak 18 pendukung Senegal sedang menjalani persidangan di Maroko akibat aksi hooliganisme yang terjadi selama pertandingan. Vonis untuk pendukung tersebut dijadwalkan akan diputuskan pada 30 Maret 2026. Hal ini menambah kompleksitas situasi yang dihadapi Senegal setelah insiden di final.</p>
<p>Sadio Mane, salah satu bintang sepak bola Senegal, mengungkapkan pendapatnya tentang insiden tersebut, mengatakan, &#8220;Saya pikir (boikot) itu benar-benar buruk. Sepak bola tidak seharusnya berhenti selama 10 menit.&#8221; Pernyataan ini mencerminkan kekecewaan banyak pihak terhadap cara penyelesaian yang terjadi di lapangan.</p>
<h2>The numbers</h2>
<p>Maroko kini mengantongi dua gelar Piala Afrika setelah keputusan tersebut, sementara Senegal harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan gelar yang sebelumnya mereka raih. CAF mengambil keputusan ini setelah mempelajari pengajuan banding dari Maroko, yang juga mengajukan banding atas hasil pertandingan final.</p>
<p>Dengan situasi yang terus berkembang, banyak pengamat dan pejabat sepak bola yang menantikan langkah selanjutnya dari FSF dan CAF. Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/senegal-kehilangan-gelar-juara-piala-afrika-2025/">Senegal Kehilangan Gelar Juara Piala Afrika 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Afcon: Maroko Dinobatkan Sebagai Juara  2025 Setelah Senegal Dinyatakan Kalah</title>
		<link>https://wartawarganews.com/afcon-maroko-dinobatkan-sebagai-juara-2025-setelah-senegal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 03:47:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[AFCON]]></category>
		<category><![CDATA[CAF]]></category>
		<category><![CDATA[final]]></category>
		<category><![CDATA[Maroko]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Afrika]]></category>
		<category><![CDATA[Senegal]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/afcon-maroko-dinobatkan-sebagai-juara-2025-setelah-senegal/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maroko resmi dinyatakan sebagai juara AFCON 2025 setelah Senegal kalah 3-0 akibat protes yang dilakukan tim. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/afcon-maroko-dinobatkan-sebagai-juara-2025-setelah-senegal/">Afcon: Maroko Dinobatkan Sebagai Juara  2025 Setelah Senegal Dinyatakan Kalah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada 18 Januari 2026, Stadion Prince Moulay Abdellah di Rabat menjadi saksi perubahan dramatis dalam sejarah sepak bola Afrika ketika Maroko dinyatakan sebagai juara AFCON 2025 setelah Senegal dinyatakan kalah 3-0. Keputusan ini diambil oleh Dewan Banding CAF setelah Senegal melakukan walk-off sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit yang kontroversial.</p>
<p>Awalnya, Senegal merayakan kemenangan mereka di final setelah gol Pape Gueye di babak tambahan waktu memastikan kemenangan 1-0 atas Maroko. Namun, insiden penalti pada menit ke-98 yang memicu protes dari tim Senegal mengubah segalanya. Dewan Banding CAF menyatakan bahwa perilaku tim Senegal melanggar regulasi turnamen, yang menyebabkan mereka kehilangan gelar juara yang sebelumnya mereka raih.</p>
<p>Keputusan ini diambil setelah banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) diterima. &#8220;Dewan Banding memutuskan bahwa berdasarkan Pasal 84 Regulasi Piala Afrika, Timnas Senegal dinyatakan kalah dalam laga final AFCON 2025, dengan hasil pertandingan dicatat 3-0 untuk kemenangan Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF),&#8221; ujar pernyataan resmi dari CAF.</p>
<p>Keputusan ini membatalkan hasil awal yang mengesahkan kemenangan Senegal dan menandai momen bersejarah bagi Maroko, yang akan dinobatkan sebagai juara AFCON untuk pertama kalinya sejak tahun 1976. Ini adalah pencapaian yang sangat berarti bagi tim dan penggemar mereka, mengingat perjalanan panjang yang telah dilalui untuk meraih gelar ini.</p>
<h2>The numbers</h2>
<p>Hasil pertandingan final yang awalnya tercatat 1-0 untuk Senegal kini berubah menjadi 3-0 setelah keputusan banding. Ini menjadi perubahan yang signifikan dalam waktu 58 hari setelah pertandingan final. Maroko, yang terakhir kali menjadi juara pada tahun 1976, kini kembali ke puncak sepak bola Afrika dengan cara yang dramatis.</p>
<p>Reaksi terhadap keputusan ini beragam. Banyak pengamat sepak bola dan penggemar mengungkapkan keheranan dan ketidakpuasan terhadap keputusan yang diambil oleh CAF. Namun, bagi Maroko, ini adalah momen yang dirayakan dengan penuh sukacita. &#8220;Protes dari Federation Royale Marokain de Football (FRMF) ditegakkan,&#8221; tambah CAF dalam pernyataannya, menegaskan bahwa keputusan ini adalah hasil dari proses yang adil.</p>
<p>Dengan keputusan ini, Senegal harus merenungkan tindakan mereka di lapangan dan dampaknya terhadap hasil akhir. Meskipun mereka awalnya merayakan kemenangan, kini mereka harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan gelar juara yang telah mereka raih. Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/afcon-maroko-dinobatkan-sebagai-juara-2025-setelah-senegal/">Afcon: Maroko Dinobatkan Sebagai Juara  2025 Setelah Senegal Dinyatakan Kalah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
