<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BRIN artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/brin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 May 2026 01:13:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>BRIN artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Beasiswa: Program Beasiswa Indonesia Bangkit 2026</title>
		<link>https://wartawarganews.com/beasiswa-program-beasiswa-indonesia-bangkit-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2026 01:13:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa Indonesia Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/beasiswa-program-beasiswa-indonesia-bangkit-2026/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Program Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 memberikan kesempatan lebih luas bagi lulusan Pendidikan Keagamaan. Pendaftaran dibuka hingga 31 Mei 2026.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/beasiswa-program-beasiswa-indonesia-bangkit-2026/">Beasiswa: Program Beasiswa Indonesia Bangkit 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ruchman Basori menyatakan, <strong>&#8220;Tahun ini ada pelonggaran syarat bagi kategori Alumni Pendidikan Keagamaan.&#8221;</strong> Program Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 menawarkan skema yang lebih fleksibel bagi lulusan Pendidikan Keagamaan, termasuk madrasah. Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 berlangsung hingga <strong>31 Mei 2026</strong>.</p>
<p><strong>Fakta kunci tentang BIB 2026:</strong></p>
<ul>
<li>BIB 2026 menyediakan empat jenis program beasiswa gelar.</li>
<li>Calon penerima beasiswa harus mahasiswa aktif UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi minimal berada pada semester <strong>3</strong>.</li>
<li>Batas usia untuk pendaftaran S1 dan D4 maksimal <strong>23</strong> tahun, D3 maksimal <strong>22</strong> tahun.</li>
<li>Pendaftaran Beasiswa Bank Indonesia berlangsung dari <strong>27 April s.d. 5 Mei 2026</strong>.</li>
<li>Peserta yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti tahap wawancara oleh Bank Indonesia.</li>
</ul>
<p>Nawawi, Ph.D., menambahkan, <strong>&#8220;Ada kerjasama beasiswa S2/S3 Program Degree By Research yang bisa kita tawarkan kepada Badilum.&#8221;</strong> BRIN juga berpartisipasi dalam memberikan kesempatan studi lanjut bagi mahasiswa.</p>
<p>Pendidikan keagamaan menjadi fokus utama dalam program ini. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Ruchman Basori menekankan pentingnya kesiapan mental dan daya juang mahasiswa dalam menghadapi tantangan studi lanjut.</p>
<p>Pengumuman kelulusan BIB dijadwalkan pada <strong>30 Juli 2026</strong>. Mahasiswa diharapkan mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti proses seleksi yang ketat.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/beasiswa-program-beasiswa-indonesia-bangkit-2026/">Beasiswa: Program Beasiswa Indonesia Bangkit 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebaran Hari Apa: 1 Syawal 1447 Hijriah Diprediksi Jatuh pada 21 Maret 2026</title>
		<link>https://wartawarganews.com/lebaran-hari-apa-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 03:46:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[1 Syawal]]></category>
		<category><![CDATA[2026]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[sidang isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/lebaran-hari-apa-2/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanggal Lebaran 2026 masih menunggu kepastian dari sidang isbat. Menurut BRIN dan BMKG, 1 Syawal 1447 H diprediksi jatuh pada 21 Maret 2026.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/lebaran-hari-apa-2/">Lebaran Hari Apa: 1 Syawal 1447 Hijriah Diprediksi Jatuh pada 21 Maret 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Penentuan tanggal Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi perhatian penting di Indonesia, karena menandai berakhirnya ibadah puasa Ramadhan. Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), 1 Syawal 1447 H diprediksi jatuh pada <strong>21 Maret 2026</strong>.</p>
<p>Sementara itu, organisasi Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada <strong>20 Maret 2026</strong>. Perbedaan ini menunjukkan adanya ketidakpastian yang perlu diselesaikan melalui sidang isbat.</p>
<p>Sidang isbat untuk penetapan 1 Syawal 1447 H dijadwalkan akan dilaksanakan pada <strong>19 Maret 2026</strong>. Hasil dari sidang ini akan menentukan kepastian tanggal Lebaran 2026.</p>
<p>Kriteria MABIMS (Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama) untuk penentuan awal bulan hijriah mensyaratkan tinggi hilal minimal <strong>3 derajat</strong> dan elongasi minimal <strong>6,4 derajat</strong>.</p>
<p>Pada tanggal 19 Maret 2026, ketinggian hilal diperkirakan berkisar antara <strong>0,91 derajat hingga 3,13 derajat</strong>, sementara elongasi geosentris diperkirakan berada pada rentang <strong>4,54 derajat hingga 6,1 derajat</strong>.</p>
<p>Thomas Djamaluddin, seorang pakar astronomi, menyatakan, &#8220;1 Syawal 1447 = 21 Maret 2026,&#8221; namun keputusan akhir akan menunggu hasil sidang isbat. Di sisi lain, Muhammadiyah mengonfirmasi bahwa &#8220;1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.&#8221;</p>
<p>Abu Rokhmad menambahkan bahwa pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik.</p>
<p>Dengan demikian, kepastian tanggal Lebaran 2026 masih menunggu hasil sidang isbat. Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/lebaran-hari-apa-2/">Lebaran Hari Apa: 1 Syawal 1447 Hijriah Diprediksi Jatuh pada 21 Maret 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebaran Hari Apa: Tanggal Idul Fitri 2026</title>
		<link>https://wartawarganews.com/lebaran-hari-apa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 11:16:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[sidang isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/lebaran-hari-apa/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanggal Lebaran 2026 masih menjadi perdebatan antara pemerintah dan Muhammadiyah. Sidang isbat akan menentukan kepastiannya.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/lebaran-hari-apa/">Lebaran Hari Apa: Tanggal Idul Fitri 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Tanggal Lebaran 2026 masih menjadi perdebatan antara pemerintah dan Muhammadiyah. Menurut Kementerian Agama, Lebaran diprediksi jatuh pada <strong>Sabtu, 21 Maret 2026</strong>, sementara Muhammadiyah menetapkan tanggal tersebut pada <strong>Jumat, 20 Maret 2026</strong>.</p>
<p>Sidang isbat untuk penetapan Lebaran 2026 dijadwalkan pada <strong>19 Maret 2026</strong>. Hasil dari sidang ini akan menjadi rujukan resmi untuk menentukan tanggal Idul Fitri. Namun, posisi hilal pada tanggal tersebut diperkirakan belum memenuhi kriteria MABIMS, yang menetapkan tinggi hilal minimal <strong>3 derajat</strong> dan elongasi <strong>6,4 derajat</strong>.</p>
<p>Perhitungan astronomi oleh BRIN menunjukkan bahwa Idul Fitri kemungkinan jatuh pada <strong>21 Maret 2026</strong>. Namun, posisi hilal saat Matahari terbenam pada <strong>20 Maret 2026</strong> diperkirakan masih rendah, yang dapat memengaruhi keputusan sidang isbat.</p>
<p>Sidang isbat melibatkan pakar astronomi dan organisasi kemasyarakatan Islam, serta berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta. Menurut Thomas Djamaluddin, &#8220;Maka 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026, akan menunggu keputusan sidang isbat.&#8221;</p>
<p>Perbedaan tanggal antara Muhammadiyah dan pemerintah menambah ketidakpastian mengenai penetapan Lebaran. Arsad Hidayat menyatakan, &#8220;Sidang isbat merupakan ruang musyawarah yang mempertemukan data hisab dan laporan rukyat dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia.&#8221;</p>
<p>Details remain unconfirmed. Kepastian tanggal Lebaran 2026 masih menunggu hasil sidang isbat, yang diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi umat Islam di Indonesia.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/lebaran-hari-apa/">Lebaran Hari Apa: Tanggal Idul Fitri 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahun Hijriah 2026: Penetapan Idul Fitri 1447 Hijriah</title>
		<link>https://wartawarganews.com/tahun-hijriah-2026-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 05:51:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Republik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[tahun hijriah 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/tahun-hijriah-2026-2/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026 menurut Muhammadiyah, sementara pemerintah dan NU memperkirakan pada 21 Maret 2026.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/tahun-hijriah-2026-2/">Tahun Hijriah 2026: Penetapan Idul Fitri 1447 Hijriah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Apakah Idul Fitri 1447 Hijriah akan jatuh pada 20 Maret 2026 atau 21 Maret 2026? Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026, sementara pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) memperkirakan Idul Fitri akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.</p>
<p>Sidang isbat untuk menentukan tanggal Idul Fitri dijadwalkan pada Kamis, 19 Maret 2026. Pada hari tersebut, posisi hilal diperkirakan masih cukup rendah, dengan ketinggian hilal berkisar antara 0,91 derajat di Merauke hingga 3,13 derajat di Sabang. Elongasi antara bulan dan matahari diperkirakan berkisar antara 4,54 derajat di Waris hingga 6,1 derajat di Banda Aceh.</p>
<p>Kriteria MABIMS (Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama) menetapkan bahwa awal bulan hijriah dapat dimulai jika tinggi hilal minimal tiga derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Dengan demikian, penetapan tanggal Idul Fitri masih bergantung pada hasil sidang isbat pemerintah.</p>
<p>Abu Rokhmad, seorang tokoh terkait, menyatakan, &#8220;Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik.&#8221; Hal ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam penetapan tanggal hari raya umat Islam ini.</p>
<p>Idul Fitri adalah hari raya yang dirayakan setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadan. Perayaan ini menjadi momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, yang memiliki tradisi dan kebiasaan unik dalam merayakannya.</p>
<p>Dengan penetapan yang berbeda antara Muhammadiyah dan pemerintah serta NU, masyarakat diharapkan dapat menunggu hasil sidang isbat untuk mendapatkan kepastian. Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/tahun-hijriah-2026-2/">Tahun Hijriah 2026: Penetapan Idul Fitri 1447 Hijriah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebaran 2026 Berapa Hijriah: Tanggal dan Penentuan</title>
		<link>https://wartawarganews.com/lebaran-2026-berapa-hijriah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 05:47:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/lebaran-2026-berapa-hijriah/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026 menurut Muhammadiyah, sementara pemerintah memperkirakan pada 21-22 Maret 2026.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/lebaran-2026-berapa-hijriah/">Lebaran 2026 Berapa Hijriah: Tanggal dan Penentuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Lebaran 2026 masih 11 hari lagi menurut perhitungan Muhammadiyah,&#8221; ungkap seorang perwakilan dari organisasi tersebut. Dengan perhitungan ini, umat Islam di Indonesia mulai bersiap-siap menyambut Hari Raya Idul Fitri, yang merupakan waktu berkumpul bersama keluarga dan merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan.</p>
<p>Menurut Muhammadiyah, Lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada tanggal <strong>20 Maret 2026</strong>. Namun, pemerintah Indonesia memiliki estimasi yang berbeda, dengan kemungkinan Lebaran jatuh pada <strong>21-22 Maret 2026</strong>. Perbedaan ini mencerminkan metode penentuan tanggal Lebaran yang berbeda antara Muhammadiyah dan pemerintah.</p>
<p>Sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah dijadwalkan pada <strong>19 Maret 2026</strong>. Pada hari tersebut, para pakar astronomi dari BMKG dan BRIN akan terlibat dalam proses penentuan hilal. &#8220;Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi,&#8221; kata Abu Rokhmad, seorang pakar yang terlibat dalam sidang tersebut.</p>
<p>Hari ini, <strong>9 Maret 2026</strong>, adalah hari ke-19 Ramadhan menurut Muhammadiyah, sementara pemerintah mencatatnya sebagai hari ke-18 Ramadhan. Ini menunjukkan adanya perbedaan dalam penentuan awal bulan puasa yang juga berkontribusi pada perbedaan tanggal Lebaran. Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari pemerintah mengenai tanggal Lebaran.</p>
<p>Fakta astronomi menunjukkan bahwa pada saat Maghrib 19 Maret 2026, hilal belum memenuhi kriteria MABIMS, yang menetapkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. &#8220;Fakta astronomi menunjukkan bahwa pada saat Maghrib 19 Maret 2026, hilal belum memenuhi kriteria tersebut,&#8221; jelas Thomas Djamaluddin, seorang astronom yang turut serta dalam sidang isbat.</p>
<p>Lebaran 2026 kurang dari dua minggu lagi dari 9 Maret 2026, dan masyarakat mulai mempersiapkan diri untuk merayakannya. Tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada <strong>Sabtu, 21 Maret 2026</strong> menurut Kalender Hijriah Indonesia, namun hal ini masih menunggu hasil sidang isbat yang akan menentukan tanggal resmi.</p>
<p>Details remain unconfirmed. Dengan adanya perbedaan ini, umat Islam di Indonesia diharapkan tetap bersabar dan menunggu keputusan resmi yang akan diumumkan setelah sidang isbat. Momen Lebaran adalah waktu yang sangat dinantikan, dan semoga semua umat Islam dapat merayakannya dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/lebaran-2026-berapa-hijriah/">Lebaran 2026 Berapa Hijriah: Tanggal dan Penentuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sidang Isbat Lebaran 2026: Perbedaan Penetapan Tanggal</title>
		<link>https://wartawarganews.com/sidang-isbat-lebaran-2026-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 22:51:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[penetapan tanggal]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[sidang isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/sidang-isbat-lebaran-2026-2/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sidang isbat lebaran 2026 akan menentukan tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah yang berbeda antara Muhammadiyah dan pemerintah.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/sidang-isbat-lebaran-2026-2/">Sidang Isbat Lebaran 2026: Perbedaan Penetapan Tanggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 diperkirakan akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 menurut Muhammadiyah. Sebelumnya, pemerintah Indonesia memprediksi Lebaran 2026 akan jatuh pada 21 Maret 2026. Perbedaan ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara metode penetapan yang digunakan oleh Muhammadiyah dan pemerintah.</p>
<p>Pemerintah Indonesia akan menggelar sidang isbat pada tanggal 19 Maret 2026 untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah. Momen ini menjadi krusial karena keputusan sidang isbat akan mempengaruhi penetapan tanggal Lebaran secara resmi. Menurut Muhammadiyah, jarak waktu menuju Lebaran 2026 adalah 11 hari dari 9 Maret 2026, yang merupakan hari ke-19 Ramadhan 1447 Hijriah.</p>
<p>Metode hisab yang digunakan oleh Muhammadiyah adalah kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang menghasilkan tanggal 20 Maret 2026 sebagai hari Lebaran. Sementara itu, pemerintah dan BRIN memperkirakan 1 Syawal 1447 H akan jatuh pada 21 Maret 2026, berdasarkan kriteria MABIMS untuk penetapan bulan awal hijriah.</p>
<p>Kriteria MABIMS menyebutkan bahwa tinggi hilal minimal harus 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Dengan demikian, keputusan sidang isbat akan menjadi penentu akhir mengenai tanggal yang akan diakui secara resmi. Thomas Djamaluddin menyatakan, &#8220;Maka 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026, akan menunggu keputusan sidang isbat.&#8221;</p>
<p>Dengan melihat kalender Ramadhan dan perhitungan dari berbagai pihak, kita dapat mengatakan bahwa Lebaran 2026 kurang dari dua minggu lagi. Namun, detail mengenai tanggal pasti 1 Syawal 1447 Hijriah masih menunggu keputusan sidang isbat. Hal ini menunjukkan pentingnya kesepakatan antara berbagai organisasi dan pemerintah dalam menentukan hari raya umat Islam.</p>
<p>Perbedaan penetapan tanggal Lebaran ini bukanlah hal baru, mengingat sebelumnya juga terjadi perbedaan antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menentukan awal bulan hijriah. Situasi ini mencerminkan keragaman dalam praktik keagamaan di Indonesia, yang sering kali melibatkan berbagai metode perhitungan.</p>
<p>Dengan demikian, sidang isbat lebaran 2026 akan menjadi momen penting bagi umat Islam di Indonesia, di mana keputusan yang diambil akan berdampak pada perayaan Idul Fitri dan kegiatan keagamaan lainnya. Umat diharapkan untuk tetap mengikuti perkembangan dan keputusan resmi yang akan diumumkan setelah sidang isbat berlangsung.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/sidang-isbat-lebaran-2026-2/">Sidang Isbat Lebaran 2026: Perbedaan Penetapan Tanggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
