<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BPBD artikel - wartawarganews</title>
	<atom:link href="https://wartawarganews.com/tag/bpbd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Latest News, Stories and Updates from Citizens</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Apr 2026 04:51:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wartawarganews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-warta-favicon-32x32.png</url>
	<title>BPBD artikel - wartawarganews</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>El Niño: Dampak Kekeringan di Indonesia 2026</title>
		<link>https://wartawarganews.com/el-nino-dampak-kekeringan-di-indonesia-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 04:51:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[El Niño]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi pangan]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[produksi pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/el-nino-dampak-kekeringan-di-indonesia-2026/</guid>

					<description><![CDATA[<p>El Niño yang terjadi pada 2026 diprediksi akan memicu kekeringan lebih panjang di Indonesia, mempengaruhi banyak daerah dan produksi pangan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/el-nino-dampak-kekeringan-di-indonesia-2026/">El Niño: Dampak Kekeringan di Indonesia 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>El Niño adalah fenomena iklim yang disebabkan oleh pemanasan suhu permukaan laut di atas normal di Samudera Pasifik tengah dan timur. Pada tahun 2026, fenomena ini diprediksi akan memicu musim kemarau yang lebih panjang dan kering dari biasanya di Indonesia.</p>
<p>Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sekitar 7 persen zona musiman telah memasuki musim kemarau pada April 2026. Diperkirakan 325 zona musiman, atau 46,5 persen dari area, akan mengalami awal musim kemarau yang lebih cepat.</p>
<p>Lebih lanjut, 61,4 persen dari area diperkirakan akan terpengaruh oleh puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Selain itu, 64,5 persen zona musiman diperkirakan akan mengalami curah hujan di bawah normal.</p>
<p>El Niño sering kali terkait dengan risiko kekeringan parah di pulau Jawa dan Bali-Nusa Tenggara. Sementara itu, daerah timur laut seperti Sulawesi, Halmahera, dan Maluku kemungkinan akan mengalami curah hujan tinggi dan banjir akibat fenomena ini.</p>
<p>Dalam konteks produksi pangan, pada tahun 2023, produksi beras di Indonesia mengalami penurunan sekitar 645.090 ton akibat dampak El Niño. Produksi jagung juga turun sebesar 10,03 persen secara tahunan, yang berkontribusi terhadap inflasi pangan yang tidak stabil.</p>
<p>Inflasi pangan yang tidak stabil tercatat sebesar 6,73 persen (yoy) pada Desember 2023 dan meningkat menjadi 10,33 persen (yoy) pada Maret 2024. Hal ini menunjukkan dampak signifikan dari perubahan iklim terhadap ketahanan pangan di Indonesia.</p>
<p>Menurut NOAA, ada kemungkinan 61% transisi menuju El Niño mulai Mei 2026, dengan kemungkinan 55% bahwa kondisi netral akan beralih ke El Niño selama Mei-Juni-Juli 2026.</p>
<p>Sulastin, Kepala BPBD Kutim, menyatakan, &#8220;Dampak utama El Niño itu biasanya kekeringan parah, kebakaran hutan, penurunan hasil panen, dan peningkatan suhu.&#8221; Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam mitigasi dan sosialisasi kepada masyarakat.</p>
<p>Muhamad Rifki Maulana menambahkan, &#8220;Dengan pendekatan spasial, pengendalian inflasi pangan di tengah kondisi iklim ekstrem tidak lagi sekadar upaya stabilisasi harga jangka pendek.&#8221;</p>
<p>Dengan perkembangan ini, para pengamat dan pejabat memperkirakan bahwa Indonesia akan menghadapi tantangan besar dalam mengelola dampak El Niño terhadap iklim dan ketahanan pangan di masa mendatang.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/el-nino-dampak-kekeringan-di-indonesia-2026/">El Niño: Dampak Kekeringan di Indonesia 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir di Sulawesi Tengah Terjadi pada 3 April 2026</title>
		<link>https://wartawarganews.com/banjir-di-sulawesi-tengah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 18:58:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Donggala]]></category>
		<category><![CDATA[evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[hujan lebat]]></category>
		<category><![CDATA[infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/banjir-di-sulawesi-tengah/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banjir yang melanda Sulawesi Tengah pada 3 April 2026 mengakibatkan kerusakan signifikan di beberapa kecamatan. Tidak ada korban jiwa dilaporkan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/banjir-di-sulawesi-tengah/">Banjir di Sulawesi Tengah Terjadi pada 3 April 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Banjir yang melanda Sulawesi Tengah pada Jumat, 3 April 2026, sekitar pukul 17.00 Wita, memicu pertanyaan mengenai dampak dan respons terhadap bencana ini. Banjir ini terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dengan intensitas tinggi.</p>
<p>Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 552 unit rumah terdampak di Kecamatan Sirenja dan Balaesang, Kabupaten Donggala. Di Kecamatan Moutong, sekitar 227 kepala keluarga juga mengalami dampak yang signifikan, sementara di Kecamatan Taopa, tujuh kepala keluarga terdampak.</p>
<p>Di Desa Gio Barat, satu rumah dilaporkan rusak ringan. Sementara itu, di Desa Pandelalap, enam titik tanggul jebol dan satu jembatan mengalami kerusakan. Di Desa Pande, kerusakan lahan pertanian juga terjadi, dengan 15 hektare kebun kakao dan 10 hektare kebun jagung rusak total.</p>
<p>Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, menyatakan, &#8220;Warga terdampak ada yang memilih tetap di rumah ada pula yang mengungsi ke rumah kerabat mereka.&#8221; Hal ini menunjukkan bahwa meskipun situasi telah membaik, banyak warga yang masih merasa tidak aman untuk kembali ke rumah mereka.</p>
<p>Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menambahkan, &#8220;Hujan sudah berhenti dan air telah surut tapi penggunaan alat berat di Sirenja penting dalam upaya normalisasi sungai.&#8221; Ini menunjukkan bahwa meskipun situasi saat ini membaik, masih ada langkah-langkah yang perlu diambil untuk memastikan keamanan dan stabilitas di daerah yang terdampak.</p>
<p>Secara keseluruhan, tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam kejadian banjir ini, tetapi kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. Banjir ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap bencana alam di wilayah tersebut.</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/banjir-di-sulawesi-tengah/">Banjir di Sulawesi Tengah Terjadi pada 3 April 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir di Kabupaten Demak: Dampak dan Penanganan Terkini</title>
		<link>https://wartawarganews.com/banjir-di-kabupaten-demak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 18:51:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi darurat]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Tuntang]]></category>
		<category><![CDATA[tanggul jebol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/banjir-di-kabupaten-demak/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banjir di Kabupaten Demak telah mengakibatkan ribuan pengungsi dan kerusakan infrastruktur. Penanganan darurat sedang dilakukan.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/banjir-di-kabupaten-demak/">Banjir di Kabupaten Demak: Dampak dan Penanganan Terkini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menimbulkan pertanyaan mendesak: Apa penyebab dan dampak dari bencana ini? Banjir ini disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang, yang telah menjadi masalah menahun, dan berdampak pada delapan desa di empat kecamatan.</p>
<p>Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jumlah pengungsi akibat banjir mencapai 2.839 jiwa. Ketinggian genangan air di beberapa wilayah mencapai 100 hingga 150 sentimeter, mengakibatkan akses jalan di Desa Trimulyo tidak dapat dilalui kendaraan kecil.</p>
<p>Tanggul yang jebol di Desa Trimulyo memiliki panjang 30 meter, sementara di Dukuh Solowire sepanjang 10 meter. Evakuasi warga dilakukan di sekitar 13 titik, dan kondisi lapangan mulai kondusif setelah upaya penyelamatan dilakukan.</p>
<p>Banjir ini terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu, yang memperburuk situasi. Ahmad Luthfi, seorang tokoh setempat, menyatakan, &#8220;Tidak bisa kita seperti pemadam kebakaran, banjir datang baru ditangani. Ini tidak akan selesai.&#8221;</p>
<p>Kepala BNPB juga telah memerintahkan jajarannya untuk berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah untuk menangani situasi ini. Tim relawan gabungan melakukan upaya penyelamatan di tengah kepungan air, dan warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air.</p>
<p>Abdul Muhari, juru bicara BPBD, menegaskan, &#8220;Banjir berdampak pada 8 desa di 4 kecamatan.&#8221; Di Kampung Solowire, jumlah pengungsi mencapai 583 jiwa, menunjukkan betapa parahnya dampak bencana ini.</p>
<p>Dengan situasi yang terus berkembang, langkah-langkah penanganan darurat akan terus dilakukan. Namun, detail lebih lanjut mengenai pemulihan dan perbaikan infrastruktur masih belum terkonfirmasi.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/banjir-di-kabupaten-demak/">Banjir di Kabupaten Demak: Dampak dan Penanganan Terkini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Subuh: Kebakaran dan Pencurian Saat  di Sepaku</title>
		<link>https://wartawarganews.com/subuh-kebakaran-dan-pencurian-saat-di-sepaku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 13:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Brigadir Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Mawardi]]></category>
		<category><![CDATA[Nurlaila]]></category>
		<category><![CDATA[Penajam Paser Utara]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Abuki]]></category>
		<category><![CDATA[Sepaku]]></category>
		<category><![CDATA[subuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/subuh-kebakaran-dan-pencurian-saat-di-sepaku/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kebakaran sebuah rumah kontrakan dan pencurian kotak amal terjadi di Sepaku saat subuh. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/subuh-kebakaran-dan-pencurian-saat-di-sepaku/">Subuh: Kebakaran dan Pencurian Saat  di Sepaku</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Sebuah rumah kontrakan di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, terbakar saat subuh pada tanggal 26 Maret 2026. Kebakaran terjadi sekitar pukul 04.50 WITA dan mengakibatkan kerusakan pada rumah yang dihuni oleh Sugiarto dan lima anggota keluarganya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.</p>
<p>Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara menerima laporan mengenai kebakaran tersebut sekitar pukul 07.55 WITA. Nurlaila, salah satu petugas BPBD, menyatakan, &#8220;Laporan masuk jam delapan kurang, kami langsung turun untuk memastikan kondisi di lapangan.&#8221; Hal ini menunjukkan respons cepat dari pihak berwenang terhadap kejadian tersebut.</p>
<p>Di sisi lain, pada waktu yang hampir bersamaan, aksi pencurian kotak amal terjadi di Langgar Nurul Abadi. Pencurian diduga terjadi sekitar pukul 04.41 WITA, di mana pelaku berhasil mengambil uang sekitar satu juta rupiah dari kotak amal tersebut. Mawardi, seorang petugas kepolisian, menjelaskan, &#8220;Kami menduga pelaku mencongkel kotak amal dan mengambil uang sekitar satu juta rupiah.&#8221;</p>
<p>Dalam upaya menjaga keamanan, Bhabinkamtibmas Polsek Abuki melaksanakan sholat subuh bersama warga. Sholat subuh tersebut dihadiri oleh sekitar delapan orang jama’ah. Brigadir Widodo, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan pesan kepada para jama’ah untuk tidak terpengaruh dengan berita hoax.</p>
<p>Kebakaran rumah kontrakan dan pencurian kotak amal terjadi pada hari yang sama, menyoroti pentingnya kewaspadaan di lingkungan masyarakat. Mawardi juga menambahkan, &#8220;Kami berharap warga lebih waspada. Jika ada yang mengenali ciri-ciri pelaku, segera laporkan ke pihak berwajib.&#8221;</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/subuh-kebakaran-dan-pencurian-saat-di-sepaku/">Subuh: Kebakaran dan Pencurian Saat  di Sepaku</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cuaca: Update  di Jawa Timur dan Jakarta</title>
		<link>https://wartawarganews.com/cuaca-update-di-jawa-timur-dan-jakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 09:59:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[bencana hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Emil Dardak]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[modifikasi cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Taufiq Hermawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/cuaca-update-di-jawa-timur-dan-jakarta/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cuaca di Jawa Timur dan Jakarta mengalami perubahan signifikan akibat operasi modifikasi cuaca yang dilakukan oleh BMKG dan BPBD.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/cuaca-update-di-jawa-timur-dan-jakarta/">Cuaca: Update  di Jawa Timur dan Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Kondisi cuaca ekstrem berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Wilayah Jawa Timur diprakirakan mengalami peningkatan potensi hujan sedang hingga lebat dari 11–20 Maret 2026. Untuk mengatasi hal ini, BMKG dan BPBD Jawa Timur melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari 16 hingga 25 Maret 2026.</p>
<p>Tim gabungan telah melakukan 7 sorti penerbangan dengan total durasi 14 jam 1 menit selama tiga hari pertama pelaksanaan OMC. Sebanyak 6.800 kg bahan semai digunakan dalam operasi ini. Hasil evaluasi menunjukkan kejadian hujan lebat menurun hingga sekitar 70 persen, sementara hujan sangat lebat berkurang sekitar 25 persen setelah intervensi modifikasi cuaca.</p>
<p>Di Jakarta, cuaca diperkirakan mayoritas berawan hingga hujan ringan saat malam takbiran pada 21 Maret 2026. BMKG mencatat fenomena Gerak Semu Tahunan Matahari terjadi pada 21-23 Maret 2026, dengan suhu di Jakarta Timur diperkirakan 24-32°C dan kelembapan 58-87 persen.</p>
<p>Kondisi cuaca di Jakarta didominasi awan tebal dengan potensi hujan ringan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan ringan saat malam takbiran. &#8220;Masyarakat yang akan merayakan malam takbiran diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan ringan,&#8221; kata BMKG.</p>
<p>Menurut Alif Kurniawan, &#8220;Langkah aktif ini terbukti efektif menurunkan rata-rata curah hujan hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal tanpa intervensi.&#8221; Namun, BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi ini menunjukkan bahwa risiko cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai selama periode tersebut.</p>
<p>Dengan adanya operasi modifikasi cuaca ini, diharapkan dampak negatif dari cuaca ekstrem dapat diminimalisir, meskipun masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/cuaca-update-di-jawa-timur-dan-jakarta/">Cuaca: Update  di Jawa Timur dan Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lembah pandawa: Banjir dan Longsor Terjang  di Kecamatan Prigen</title>
		<link>https://wartawarganews.com/lembah-pandawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 15:04:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Prigen]]></category>
		<category><![CDATA[lembah pandawa]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/lembah-pandawa/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banjir dan tanah longsor melanda Lembah Pandawa di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, akibat hujan deras. Dampaknya, jalanan di permukiman terendam.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/lembah-pandawa/">Lembah pandawa: Banjir dan Longsor Terjang  di Kecamatan Prigen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>Banjir dan tanah longsor melanda Lembah Pandawa di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, pada 17 Maret 2026, setelah hujan deras berlangsung lebih dari satu jam. Banjir menggenangi jalanan di permukiman Kelurahan Pencalukan, dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter di wilayah Kelurahan Jogosari.</p>
<p>Hujan yang mengguyur menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) di Kelurahan Pencalukan roboh. Panjang TPT yang longsor mencapai 15 meter, dengan kedalaman longsor antara 10 hingga 15 meter dan lebar 1,5 meter. Di Lingkungan Pecalukan, longsor juga terjadi dengan panjang 21 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 7 meter.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyatakan, &#8220;Kami masih melaksanakan asesmen (pendataan dampak bencana).&#8221; Tim BPBD Kabupaten Pasuruan telah diterjunkan untuk penanganan darurat, sementara warga bersama TNI dan POLRI bekerja sama membersihkan sisa material dari banjir dan longsor.</p>
<p>Menurut Fefy Purbahayu, salah satu warga setempat, &#8220;Mobil masih bisa melintas, tapi harus bergantian dan sangat berhati-hati.&#8221; Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kondisi jalanan terganggu, akses transportasi masih dapat dilakukan dengan kewaspadaan tinggi.</p>
<p>Situasi ini diperparah oleh kondisi geografis Prigen yang berbukit, yang meningkatkan risiko terjadinya longsor dan banjir. Masyarakat setempat diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan.</p>
<p>Sejak bencana terjadi, warga dan pihak berwenang terus berupaya membersihkan area yang terdampak. Sugeng Hariyadi mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam penanganan bencana ini, &#8220;Terima kasih untuk kekompakan semua warga, TNI, POLRI dan seluruh elemen masyarakat lain.&#8221;</p>
<p>Details remain unconfirmed.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/lembah-pandawa/">Lembah pandawa: Banjir dan Longsor Terjang  di Kecamatan Prigen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG Juanda Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca Jelang Lebaran</title>
		<link>https://wartawarganews.com/bmkg-juanda-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-jelang-lebaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[roomnews]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 15:40:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[bencana hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG Juanda]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[hujan lebat]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[operasi modifikasi cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[tanah longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wartawarganews.com/bmkg-juanda-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-jelang-lebaran/</guid>

					<description><![CDATA[<p>BMKG Juanda berkolaborasi dengan BPBD Jawa Timur melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi cuaca ekstrem menjelang Lebaran.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/bmkg-juanda-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-jelang-lebaran/">BMKG Juanda Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca Jelang Lebaran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>BMKG Juanda, bekerja sama dengan BPBD Jawa Timur, telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 17 Maret 2026 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. OMC ini bertujuan untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi selama periode tersebut.</p>
<p>Operasi ini dilakukan dengan menggunakan pesawat PK-SCJ dan menyasar wilayah timur dan selatan Jawa Timur. Sebanyak tiga sortie telah dilakukan, dengan total bahan semai yang disebar mencapai 2.800 kilogram CaO. Total jam terbang selama OMC adalah 5 jam 20 menit.</p>
<p>Penerbangan pertama menyebarkan bahan semai ke awan di wilayah Situbondo dan utara Banyuwangi. OMC ini direncanakan berlangsung selama 10 hari, hingga H+5 Lebaran atau sampai tanggal 26 Maret 2026.</p>
<p>BMKG Juanda juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur. Peringatan ini mencakup daerah-daerah seperti Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar, dan Kota Blitar, yang berpotensi mengalami hujan lebat, banjir, dan tanah longsor.</p>
<p>Gangguan atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO) turut mempengaruhi cuaca ekstrem di Jawa Timur. BMKG Juanda menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca mendadak yang dapat terjadi.</p>
<p>Suhu muka laut di perairan selatan Jawa Timur juga masih cukup signifikan untuk pertumbuhan awan konvektif, yang dapat berkontribusi pada cuaca ekstrem. &#8220;Sebagaimana instruksi gubernur, OMC ini kita lakukan untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi selama masa Lebaran,&#8221; ungkap Gatot Soebroto dari BPBD Jawa Timur.</p>
<p>Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi cuaca buruk yang mungkin terjadi menjelang Lebaran. BMKG Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.</p>
<p>Artikel <a href="https://wartawarganews.com/bmkg-juanda-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-jelang-lebaran/">BMKG Juanda Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca Jelang Lebaran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://wartawarganews.com">wartawarganews</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
