Pelayanan publik di Surabaya tetap berjalan selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, dengan pengaturan tugas piket yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya. M Fikser, seorang pejabat Pemkot, menegaskan, “Pelayanan publik seperti rumah sakit tetap dibuka.” Ini termasuk rumah sakit dan beberapa puskesmas yang beroperasi untuk memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyerahkan santunan JKK Meninggal senilai Rp272 juta dan beasiswa Rp158 juta kepada ahli waris almarhum Edy Suratno, yang meninggal pada 2 Maret 2026 setelah terjebak di gondola pembersih kaca gedung. Eri Cahyadi menyatakan, “Kami akan ada pendampingan terhadap keluarga, khususnya untuk putra almarhum.”
Di sisi lain, Muhammadiyah Surabaya juga telah mempersiapkan pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di 104 titik, meningkat dari 102 titik tahun lalu. M. Ridlwan, perwakilan Muhammadiyah Surabaya, menyatakan, “Alhamdulillah, Muhammadiyah Surabaya sudah berkoordinasi dengan Kapolrestabes, dengan Wali Kota.” Persiapan untuk pelaksanaan Salat Idulfitri telah mencapai 99 persen.
Dengan adanya pengaturan ini, masyarakat Surabaya diharapkan dapat menjalani libur Lebaran dengan lancar, meskipun tetap ada layanan publik yang tersedia. Pemkot Surabaya berkomitmen untuk memastikan bahwa semua layanan penting tetap dapat diakses oleh masyarakat selama periode liburan ini.
Seiring dengan meningkatnya jumlah titik pelaksanaan Salat Idulfitri, diharapkan partisipasi masyarakat juga meningkat, memberikan kesempatan bagi lebih banyak orang untuk merayakan hari besar ini secara bersama-sama. Pelaksanaan Salat Idulfitri yang terorganisir dengan baik diharapkan dapat menciptakan suasana yang kondusif dan aman bagi semua peserta.
Details remain unconfirmed.













