Pertanyaan yang muncul setelah pertandingan antara Sriwijaya FC dan PSPS Pekanbaru adalah, bagaimana tim tuan rumah bisa kalah dengan skor telak 0-6? Jawabannya terletak pada performa luar biasa PSPS yang mendominasi pertandingan di Stadion Patriot Candrabhaga pada 3 April 2026.
Dalam pertandingan yang merupakan bagian dari pekan ke-23 Championship 2025/2026, PSPS Pekanbaru membuka skor pada menit ke-11. Gol pertama ini menjadi awal dari sebuah malam yang buruk bagi Sriwijaya FC.
Alfin Tuasalamony menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol pada menit 21 dan 39, menambah penderitaan bagi tim tuan rumah. Gol ketiga PSPS datang dari Gamaroni yang berhasil mengeksekusi tendangan pinalti pada menit 45.
Setelah jeda, PSPS tidak mengendurkan serangan. Mereka menambah dua gol lagi pada menit 58 dan 82, menutup pertandingan dengan skor akhir 0-6. Kekalahan ini menjadi salah satu yang terburuk bagi Sriwijaya FC dalam sejarah mereka.
Sriwijaya FC kini berada dalam posisi sulit, karena mereka belum pernah menang sepanjang kompetisi Championship 2025/2026. Hal ini menunjukkan adanya masalah serius dalam tim yang perlu segera diatasi.
PSPS Pekanbaru, di sisi lain, merayakan kemenangan ini dengan bangga, kini menduduki posisi kelima dengan raihan 34 poin. Kemenangan ini menegaskan kekuatan mereka di liga dan memberikan dorongan moral yang signifikan.
Dengan hasil ini, Sriwijaya FC harus segera mengevaluasi strategi dan performa pemain mereka. Apakah mereka dapat bangkit dari keterpurukan ini? Pertanyaan ini akan menjadi fokus dalam pertandingan-pertandingan mendatang.
Detail lebih lanjut mengenai langkah yang akan diambil oleh Sriwijaya FC masih belum diumumkan. Namun, perubahan tampaknya menjadi suatu keharusan jika mereka ingin memperbaiki posisi mereka di liga.
Kekalahan telak ini menjadi peringatan bagi Sriwijaya FC bahwa mereka perlu berbenah agar tidak terjerumus lebih dalam di klasemen.














