Robert Lewandowski mengungkapkan kebingungannya, “I still don’t know what I will do,” setelah timnya gagal berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 akibat kekalahan dari Swedia di final playoff Eropa. Sementara itu, pertandingan persahabatan antara Spanyol dan Mesir yang berlangsung di RCDE Stadium, Barcelona, berakhir imbang 0-0.
Pertandingan ini menjadi sorotan bukan hanya karena hasilnya, tetapi juga karena insiden yang terjadi di dalam stadion. Selama pertandingan, terdengar teriakan yang mengandung unsur Islamofobia, yang memicu reaksi dari pelatih Spanyol, Luis de la Fuente. Ia mengecam perilaku sebagian fans Spanyol dengan menyatakan, “Violent people use football to carve out a space for themselves. They must be removed from society, identified, and kept as far away as possible.”
Investigasi sedang dilakukan oleh pihak berwenang Spanyol, termasuk Mossos d’Esquadra, untuk mengidentifikasi individu yang terlibat dalam chant tersebut. De la Fuente menegaskan bahwa tindakan rasisme seperti itu memalukan bagi masyarakat, dan Felix Bolanos, seorang pejabat, menambahkan, “Such racist insults and chants shame us as a society.”
RCD Espanyol, klub yang menjadi tuan rumah pertandingan, juga mengeluarkan pernyataan yang mengecam insiden tersebut dan membela basis pendukung mereka. Mereka menekankan bahwa tindakan kekerasan dan diskriminasi tidak akan ditoleransi dalam olahraga.
Pertandingan ini awalnya direncanakan berlangsung di Qatar, namun dipindahkan ke Barcelona akibat ketegangan yang meningkat akibat perang AS-Israel di Iran. Insiden rasisme ini menambah daftar panjang masalah yang dihadapi sepak bola Spanyol, yang telah menyaksikan beberapa insiden serupa dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pelecehan terhadap pemain seperti Vinicius Junior.
Dengan hasil imbang ini, perhatian kini beralih kepada langkah-langkah yang akan diambil oleh RFEF dan pihak berwenang untuk menangani masalah rasisme dalam sepak bola. “Please be reminded that legislation on the prevention of violence in sport prohibits and penalizes active participation in violent, xenophobic, homophobic or racist acts,” ungkap pihak berwenang.
Detail mengenai langkah-langkah selanjutnya masih belum dikonfirmasi, namun harapan untuk perbaikan dalam lingkungan sepak bola Spanyol tetap ada.













