Pertandingan antara Spanyol dan Mesir di RCDE Stadium, Barcelona, berakhir dengan skor imbang 0-0. Namun, pertandingan ini tidak lepas dari kontroversi, di mana terdengar teriakan yang bersifat Islamofobia dari sebagian penonton.
Otoritas Spanyol, termasuk Mossos d’Esquadra, sedang menyelidiki insiden tersebut. Luis de la Fuente, pelatih tim nasional Spanyol, mengecam perilaku beberapa penggemar yang terlibat dalam insiden ini, menyatakan, “Orang-orang yang melakukan kekerasan menggunakan sepak bola untuk menciptakan ruang bagi diri mereka sendiri. Mereka harus diusir dari masyarakat, diidentifikasi, dan dijauhkan sejauh mungkin.”
Selain itu, RCD Espanyol juga mengeluarkan pernyataan yang mengutuk insiden tersebut, menyatakan ketidakpuasan mendalam terhadap kampanye pencemaran nama baik yang tidak berdasar terhadap para pendukung mereka dalam beberapa jam terakhir.
Selama pertandingan, beberapa penonton juga mengejek lagu kebangsaan Mesir, yang menambah ketegangan di stadion. Pihak berwenang Spanyol telah mengeluarkan peringatan berulang kali kepada para penggemar untuk menghentikan perilaku yang menghina tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Spanyol telah menyaksikan beberapa insiden rasisme dalam olahraga, yang menunjukkan bahwa masalah ini masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat. Felix Bolanos, seorang pejabat pemerintah, menambahkan, “Insult dan teriakan rasis seperti ini memalukan kita sebagai masyarakat.”
Pihak kepolisian Spanyol kini sedang berusaha mengidentifikasi individu-individu yang terlibat dalam teriakan tersebut. Detail mengenai langkah-langkah lebih lanjut yang akan diambil masih belum dikonfirmasi.
Dengan insiden ini, harapan untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dalam olahraga kembali diuji. Penyelidikan yang sedang berlangsung diharapkan dapat memberikan kejelasan dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.













