wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Sidang Isbat Lebaran 2026: Perbedaan Penetapan Tanggal

sidang isbat lebaran 2026 — ID news

Sebelum sidang isbat lebaran 2026, terdapat ekspektasi yang berbeda mengenai tanggal perayaan Idul Fitri. Muhammadiyah memperkirakan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 akan jatuh pada 20 Maret 2026. Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama memprediksi awal 1 Syawal 1447 Hijriah akan jatuh pada 21–22 Maret 2026.

Sidang isbat yang akan berlangsung pada 19 Maret 2026 di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, menjadi momen krusial untuk menentukan tanggal pasti. Dalam sidang ini, berbagai pihak seperti BMKG, BRIN, dan pakar astronomi akan terlibat untuk memberikan masukan berdasarkan metode hisab dan rukyat hilal.

Perhitungan yang dilakukan oleh Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, sedangkan pemerintah menggabungkan dua metode utama, yaitu hisab dan rukyat hilal. Ijtimak menjelang Syawal 1447 H diperkirakan terjadi pada 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB, yang akan menjadi dasar dalam musyawarah sidang isbat.

Arsad Hidayat dari Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat sebagai rujukan bersama. “Kita imbau masyarakat menunggu hasil Sidang Isbat pada 19 Maret 2026,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati jika terdapat perbedaan dalam penetapan tanggal.

Perbedaan dalam menentukan awal bulan Hijriah merupakan bagian dari dinamika ijtihad dalam memahami dalil agama. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu keputusan resmi dari pemerintah setelah sidang isbat selesai. Pada saat yang sama, perhitungan tanggal Lebaran oleh pemerintah dan Muhammadiyah menunjukkan bahwa terdapat selisih waktu yang signifikan, yaitu 1-2 hari.

Dengan demikian, sidang isbat lebaran 2026 tidak hanya menjadi penentu tanggal, tetapi juga mencerminkan keragaman dalam praktik keilmuan Islam di Indonesia. Sejarah panjang perbedaan ini menunjukkan bahwa penetapan awal bulan Hijriah selalu melibatkan diskusi dan musyawarah di antara berbagai pihak.

Details remain unconfirmed.