“Oneway lokal dimulai pada pukul 16.37 WIB,” ujar Kepala Satuan Lantas Polrestabes Semarang, Ajun Komisaris Besar Yunaldi. Kebijakan ini diambil untuk mengatasi lonjakan jumlah kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Kalikangkung, yang mencapai lebih dari 3.000 kendaraan per jam pada Rabu, 18 Maret 2026.
Situasi ini menjadi lebih rumit dengan banyaknya pemudik yang kembali ke Semarang menjelang bulan Ramadan. Nur, seorang pemudik, menyatakan, “Kalau di hari normal, Tangerang-Ngawi itu paling 10 jam. Ini tadi 14 jam baru sampai Semarang.” Hal ini menunjukkan bahwa perjalanan yang biasanya lancar kini terhambat oleh kemacetan yang signifikan.
Rendy, seorang pengemudi lainnya, menambahkan, “Tahun ini menurut saya jalanan lebih macet dibanding tahun lalu.” Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan volume kendaraan menjadi tantangan tersendiri bagi pemudik.
Ahmadi, yang juga terjebak dalam kemacetan, mengungkapkan, “Tadi sempat macet di Salatiga, sekitar 20-30 menit.” Pengalaman ini mencerminkan kondisi lalu lintas yang tidak terduga dan memerlukan kesabaran dari para pemudik.
Sementara itu, Bendungan Jatibarang, yang berperan penting dalam pengendalian banjir di Kota Semarang, juga menjadi sorotan. Bendungan ini mampu menampung sekitar 20 juta meter kubik air dan dilengkapi dengan pembangkit listrik mikrohidro sekitar 1,5 MW.
Bendungan Jatibarang juga dimanfaatkan untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat, yang menyediakan air bersih bagi ratusan ribu warga. Keberadaan bendungan ini sangat penting, terutama saat musim hujan.
Waktu Magrib (Buka Puasa) di Semarang pada Jumat, 20 Maret 2026, jatuh pada pukul 17.52 WIB, yang menjadi perhatian bagi para pemudik yang ingin berbuka puasa di perjalanan.
Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, pihak berwenang diharapkan dapat terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Details remain unconfirmed.












